
Bab 105
Sepulang bekerja velle langsung kekediaman nathan, ia sudah berjanji pada nathan untuk meluangkan waktu datang melihat persiapan pernikahan mereka. Pesiapan pernikahan mereka sudah 97% selesai dan itu membuat stella tersenyum lega. Namun senyum nya lenyap begitu saja ketika mengingat adiknya, stella. Semakin hari kondisi adiknya semakin buruk saja dan itu membuat velle sangat khawatir. Tidak, velle bukannya khawatir stella membuat pernikahannya kacau karena tiba-tiba kondisi stella bertambah buruk, tapi karena sekarang ia sedang bahagis sedangkan adiknya merasakan kesakitan seorang diri.
“apa yang kau pikirkan sayang?” tanya nathan membuat velle sadar dan menggelengkan kepalanya,
“tidak ada, aku tidak sabar menunggu hari pernikahan kita” jawab velle menyunggingkan senyumnya,
“aku juga sayang” ujar nathan mencium pelipis velle sayang.
“vell?” panggil maria membuat velle melepaskan pelukan nathan
“iya bi?”
“bibi memasakan kue kesukaan stella” ujar maria yang langsung membuat velle menganggukan kepalanya,
“nanti velle berikan pada stella bi” ujar velle tersenyum
“bibi membuat banyak, jadi bibi rasa cukup untuk orang rumah” ujar maria lagi
“terima kasih bi” ujar velle tulus
“untukku bi?” tanya nathan membuat maria tersenyum
“punya mu ada dibelakang, kalau kau mau ambil disana”
“terima kasih bibi tercinta”
Pukul 8 malam velle pulang kerumah dan ia menemukan ayah dan alvaro sedang bermain catur diruang tengah.
“bunda dan stella?” tanya velle membuat keduanya langsung menoleh keasal suara,
“ada dikamar sedang menonton drama cinta” jawab bram menunjuk kamar stella dan alvaro,
Velle meletakan tas kerja nya kekamar nya lalu menemui ibu dan adiknya yang sedang menonton drama korea, tidak lupa velle juga membawa kue pesanan dari maria.
“sudah pulang kak?” tanya bunga membuat velle menganggukan kepala lalu duduk disebelah stella,
“apa itu?” tanya bunga, velle meletakan kue diatas meja,
“kue dari bibi maria” jawab stella membuat keduanya menganggukan kepala
“nanti saja” lagi-lagi mereka menjawab serempak, mereka ini memang ibu dan anak sekali, pikir velle.
“drama baru?” tanya velle
“hm,” jawab stella dan bunga menatap televisi dan mengabaikan velle.
Velle memutar bola matanya malas, ia diam lalu ikut menonton. Walaupun sudah ketinggalan tapi velle tetap menontonnya.
Alvaro masuk kamar setelah kedua wanita yang mencintai istrinya keluar, alvaro naik keatas kasur dengan perlahan karena stella sudah tidur. Alvaro menyibak anak-anak rambut stella kebelakang telinga stella karena mengganggu.
Alvaro mencium kening stella lalu ikut tidur,
Pagi harinya setelah alvaro berangkat kerja, bunga dan stella pergi kekediaman utomo untuk melihat persiapan pernikahan velle dan nathan yang sebentar lagi selesai.
“wahhh, keren”ujar stella kagum, ia benar-benar takjub dengan pernikahan nathan dan juga velle kakaknya. Semuanya tampak menakjubkan baginya.
“pagi sayang” sapa maria memeluk stella,
“pagi mi,”
“bagaimana kabarmu?”
“baik mi”
“pagi” sapa maria canggung pada bunga,
“pagi”
Bunga, stell, dan maria mereka memasak makan siang bersama. Dan maria serta bunga sekarang dalam posisi canggung. Kalau bukan karena stella, maria dan bunga tidak mau berada di situasi canggung seperti ini.
Stella sengaja melakukan ini, agar bunda dan mami jika bertemu tidak canggung lagi. Bukankah mereka sahabat lalu kenapa harus canggung. Stella tidak bisa membiarkan situasi ini berlanjut kedepannya.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....