Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 139



Bab 139


Stella sudah selesai dengan kerepotannya dipagi hari, menjadi seorang ibu adalah hal yang paling indah yang pernah dirasakan oleh Stella. Walaupun sedikit merepotkan tapi Stella senang melakukannya. menjadi seorang ibu membuat nya menjadi lebih banyak kegiatan dari pada biasanya.


Setelah menghidupkan laptopnya dan mulai mengetik untuk kelanjutan novelnya yang sudah ditunggu oleh editornya. Nanti sore Stella akan bertemu dengan editornya untuk membahas kelanjutan novelnya yang sekarang sudah tahap revisi.


Sedangkan disekolahnya sekarang Rachel sedang menangis karena Jeamin terjatun karena didorong Dobby, sebenarnya Dobby ingin mendorongnya tapi Jeamin melindungi Rachel. Rachel tidak terima lalu langsung menggigit tangan Dobby hingga berdarah. Dobby menangis, Rachel juga ikut menangis, Sean anak itu sudah menangis duluan ketika Jeamin jatuh.


Guru tk yang mengajar kelas B menjadi pusing sendiri yang mana yang salah yang mana yang harus ia bujuk untuk didiami.


Akhirnya guru tk memilih Dobby karena tangannya berdarah, guru tk mengobati luka Dobby.


Jeamin menatap malas ke Rachel dan Sean yang masih menangis, Jeamin berdiri dari duduknya membuat Rachel langsung menahan tangan Jeamin.


“berhenti nangisnya” ujar Jeamin membuat Rachel menghentikan tangisnya lalu berdiri menerima uluran tangan dari Jeamin.


“ih Jea, Achel nangis karena Jae ga nangis” ujar Rachel lalu menoleh pada Sean yang tangis nya juga mereda karena Rachel tidak lagi menangis.


“Sean kenapa nangis?”


“lagi pengen nangis” jawab Sean membuat Jeamin menggelengkan kepalanya, seperti nya dirinya saja yang waras.


Guru tk datang kembali kekelas untuk mendiami murid nya yangg masih menangis setelah mengobati luka Dobby.


Guru tk menghela nafas lega karena Rachel dan Sean sekarang sudah tidak menangis lagi, mereka berdua bahkan dengan santai nya mulai menggambar.


“Jae, kakinya ga apa-apa?”


“ga apa-apa bu guru” jawab Jaemin membuat guru tk mengelus kepala Jeamin, diantara murid-muridnya hanya Jaemin saja lah yang paling normal.


Stella menunggu anak-anak pulang dari sekolah, tadi June memintanya juga untuk menjemput Sean.


“MAMA!” teriak Rachel berlari kearah Stella, Jeamin menghela nafas lalu menarik tangan Rachel agar tidak berlari.


“ga usah lari nanti jatoh” ujar Jeamin membuat Rachel menganggukan kepalanya.


“mama” ujar Rachel masuk kedalam pelukan Stella.


“berisik” ujar Jeamin menutup mulut Rachel,


“ih Jea!”


“aunty ayo pulang” ujar Jeamin membuat Stella menganggukan kepalanya.


“kok pulang sih Jae”


“iya Jea, kok pulang” ujar Sean mengikuti gaya berbicara Rachel


“memangnya mau kemana?” tanya Stella.


“es klim”


“es krim”


Jawab Rachel dan Sean secara bersamaan, Stella menganggukan kepalanya.


“oke, kita beli es krim” ujar Stella membuat Sean dan Rachel bersorak senang, hanya Jeamin yang tidak bersorak.


Stella memarkirkan mobilnya baru membuka pintu untuk anak-anak, Rachel dan Sean masuk kedalam kedai es krim duluan sedangkan Jeamin dan Stella mereka mengikuti dari belakang.


“es klim supel besar lasa loberi sama vanila” pesan Rachel membuat Stella berjongkok didepan putrinya.


“tidak kebanyakan sayang, kan belum makan nasi” Rachel menggelengkan kepalanya.


“itu masih kulang mama”


Stella hanya menggelengkan kepalanya lalu memesan es krim berbagai macam dari anak-anak. Sean dan Rachel memesan es krim jumbo sedang kan Jeamin hanya memasan es krim porsi kecil sama seperti Stella.


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....