
Bab 112
Setelah mandi stella langsung bergabung dengan maria dan juga bunga, ia duduk diatara keduanya.
“alvaro mana sayang?” tanya maria
“pergi sebentar mam, ada urusan penting” jawab stella mengambil alih remot tv dan mengganti channel.
“tidak mau” ujar stella mengeluh
“lalu kau maunya apa sayang?” tanya bunga mengerutkan keningnya,
“maunya buatan bunda dan mami” jawab stella diiringi senyuman lebarnya,
Bunga dan maria sama-sama menganggukan kepalanya lalu berdiri dari duduk mereka,
“mari kita buat, apa yang tidak untuk kesayangan kami” ujar maria yang langsung membuat bunga tersenyum,
“baiklah, stella akan menjadi juri dan memperhatikan mami dan bunda”
“setuju”
“setuju”
Disini lah mereka sekarang, didapur sedang berkutat dengan dapur kecuali stella tentunya karena bumil itu sedang duduk dan memperhatikan kedua nya memasak.
“gula nya sudah cukup?” tanya maria ketika menuangkan gula kedalam adonan,
“tidak, belum sedikit lagi” jawab bunga membuat maria meletakan gula dengan ragu kedalam adonan.
“apa tidak kebayakan?” tanyanya lagi untuk
“tidak, percaya saja padaku” jawab bunga yakin, jika sudah seperti ini ia sudah persis seperti stella yang pandai membuat orang yakin padanya,
“baiklah” ujar maria meletakan gula lebih banyak lagi,
“cukup” ujar bunga membuat gerakan maria terhenti,
Stella gemas lalu menghampiri keduanya, tapi ditengah jalannya ia mimisan dan kepalanya sangat pusing.
Stella segera kembali duduk lalu mengelap darah dari hidungnya menggunakan sapu tangan yang selalu ia bawa.
Setelah kepalanya tidak lagi pusing dan mimisannya sudah berhenti, ia berdiri menghampiri bunga dan maria yang sedang berdebat pada adonan.
“mami dan bunda kenapa ribut em? Suara mami dan bunda kedengaran sampai luar” ujar stella mengembangkan senyumnya dan menaikan turun alisnya dan itu sangat lucu,
“kami tidak ribut sayang, hanya saja berdebat sedikit” ujar bunga memberikan jawaban yang tepat,
“oh, benarkah”
“iya”
“iya”
Jawab maria dan bunga berbarengan, stella hanya memutar bola matanya dengan malas,
“ada yang bisa stell....”
“tidak” potong maria dan bunga serempak lagi, stella menghela nafas ia bahkan belum mengatakan apa yang ingin ia katakan tapi sudah dipotong saja.
“baiklah” jawab stella dengan cemberut.
Karena stella tidak dibolehkan membantu maria dan bunga membuat kue, stella tidak ada pilihan kecuali kembali ketempat awalnya dan kembali memperhatikan bunda dan maminya memasak kue keju untuknya.
Karena bosan stella memaikan permainan diponselnya, dan bukannya membuat bosannya hilang sekarang malah bosannya semakin menjadi.
Sementara bunga dan maria sama-sama tersenyum senang karena melihat putri mereka cemberut.
“dia lucu sekali, sama seperti aku” ujar bunga membuat nya ditatap tidak percaya oleh maria,
“jelas sudah dia itu mirip aku” ujar maria membuat bunga menggelengkan kepalanya,
“bukan”
“lalu?”
“bram!”
“bram!”
Ujar mereka serempak lalu keduanya tertawa senang, entahlah seharusnya mereka tidak seperti itu sekarang ketika menyebutkan nama bram tapi karena mood mereka sedang baik jadi mereka tertawa. Stella bertambah cemberut ketika melihat bunda dan maminya sedang tertawa, bukan karena stella tidak senang melihat keduanya bahagia tapi stella ingin tau kenapa mami dan bundanya tertawa, itu saja.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....