
Bab 29
“aku sudah mengambil cuti selama seminggu, dan waktu libur ku akan kita habiskan bersama” ujar clara membuat alvaro mengnggukan kepalanya.
“sayang?”
“kenapa?”
“kau tidak senang aku mengambil cuti?”
“tentu saja aku senang sayang, kita akan menghabiskan waktu seminggu bersama” jawab alvaro memeluk clara erat.
Perasaan apa ini, kenapa alvaro tampak tidak senang pergi dan menghabiskan waktu satu minggu dengan clara tunangannya.
“sayang, kau duluanlah. Nanti aku menyusul masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan” ujar alvaro membuat clara tersenyum pada alvaro.
“segera selesai kan pekerjaanmu sayang”
“iya”
Alvaro tidak perlu mengemasi pakaiannya karena pakaiannya sudah banyak dirumah clara. Sebenarnya alvaro tidak ada pekerjaan lagi hanya saja entahlah ada yang mengganjal dihatinya.
Alvaro keluar menghampiri stella, ia mencari stella diruang televisi tapi ia tidak menemukan stella. Stella sedang menikmati jus apel nya didapur, ia terkejut karena alvaro menghampirinya.
“clara?” tanya nya
“sudah pulang”
Stella mengangguk-anggukan kepalanya, ia terus menikmati jus apelnya.
“aku akan ada perjalanan bisnis, kurang lebih satu minggu”
“oke, mau aku bantu siapkan keperluannmu?”
“tidak, aku tidak membawa banyak pakaian”
“begitu” kata stella, ia sebenarnya dapat menebak kemana alvaro pergi sudah pasti dan sudah jelas bahwa alvaro akan menginap dikediaman clara. Lalu kenapa alvaro berbohong? Entahlah stella juga tidak tau.
Stella tidak menolak ia membalas ciuman alvaro, tidak ada nafsu didalam ciuaman mereka hanya ciuman saja.
“aku pergi” ujar alvaro menempelkan keningnya kekening stella.
“hm, kau hati-hati”
Alvaro tidak mau meninggalkan stella hanya saja sekarang prioritasnya clara.
Stella menatap kepergian alvaro lalu kemudian mengangkat kedua bahunya. Ia melanjutkan meminum jus apelnya yang tertunda.
Stella masuk kedalam kamarnya setalah jus apelnya habis, stella langsung tidur.
Sedangkan dikediaman clara, clara tidak membiarkan alvaro lepas darinya. Ia ingin menunjukan pada stella bahwa dia yang memegang kendali atas alvaro.
-
Stella pergi kerja seperti biasanya, bertemu dengan mia dan makan siang dengan sari. Day, pria itu sibuk mengurusi june yang sudah memasuki bulan mengidam. Stella tidak mengerti bagaimana bisa wanita yang mengidam bisa tampak aneh, bukan aneh yang lainnya maksud stella adalah mengidam hal-hal yang kadang diluar nalar.
Alvaro juga bekerja seperti biasanya, tapi waktu bekerjanya hanya sedikit karena waktu luangnya adalah milik mereka, milik clara.
Sedangkan dikediaman day sekarang ada pertunjukan day yang berdandan seperti wanita. Nadia tidak henti-hentinya tertawa dan mengirim gambar pada stella. Stella juga tertawa melihat aksi day yang menuruti ngidaman june.
Inilah yang dimaksud stella aneh, day yang biasa tidak mau diperintah oleh siapapun dengan june ia menurut karena kata nadia kalau june tidak dituruti nanti ketika anaknya lahir ileran dan day tidak mau itu.
Stella meletakan ponselnya lalu melanjutkan pekerjaanya, teks yang harus dieditnya lumayan banyak hari ini.
Drt..drt...
Stella membuka ponselnya karena ada pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Stella yakin yang mengirimi pesan adalah clara. Clara mengiriminya foto clara dan juga alvaro yang tidak menggunakan busana. Tidak ditampakan clara hanya mengirim fotonya dan alvaro didalam selimut, stella hanya menebaknya saja.
‘lakukan apa yang kau suka’ batin stella menghapus pesan itu lalu melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.