Scenario Of Love

Scenario Of Love
bab 62



Bab 62


“jangan panggil aku oma, sialan!” teriak sopia sambil melepaskan paksa tangan stella yang menutupi kedua telinganya.


“aku tidak berbohong, kau memang anak pelacur” ujarnya lagi sambil menatap mata stella dan menunjukan senyum evilnya.


Stella melepaskan tangan sopia yang memegangi kedua tangannya, lalu menghapus air mata sialan yang jatuh tanpa ia minta dan menggelengkan kepalanya.


“aku tau oma membenciku, tapi jangan mengatakan hal yang sangat menyakitkan itu. Aku tau oma berbohong, sekarang aku akan pulang” ujar stella menegarkan hatinya, semua yang dikatakan omanya itu adalah kebohongan. Itu tidak benar, itu karena omanya membencinya mangkanya dia mengatakan hal yang menyakitkan itu, stella tidak mau mempercayainya.


“mau pergi kemana kau, hah! Aku berkata benar kalau kau tidak percaya katakan saja sendiri pada bram dan juga bunga. “ teriak sopia lagi-lagi stella menghentikan langkahnya, ia tidak mau mendengarnya tapi stella ingin tahu kebenarannya.


“apa golongan darahmu? Katakan, itu pasti berbeda. Aku yakin, kenapa kau tidak sadar dari dulu kalau kau memang bukan anak putriku, kau hanya anak dari pelacur yang berusahan menghancurkan rumah tangga putriku. Ibumu itu mencoba merayu bram, tapi bram tidak mau karena apa? Itu karena bram sangat mencintai putriku, jadi sekarang kau sudah tau. Jangan pernah lagi berhubungan dengan keluarga ini, dan ya ceraikan alvaro karena kalian tidak cocok. Anak seoarang wanita murahan hidup bersama pria sempurna seperti alvaro.”


Stella menghapus air matanya yang tak kunjung berhenti, jika yang dikatakan sopia itu benar stella bisa menerima jika ibunya seorang wanita murahan atau apa tapi stella tidak bisa menerima fakta kalau ibunya mencoba menghancurkan rumah tangga bundanya.


Stella masuk kedalam mobilnya dan meletakan tas dibelakang, stella mengendarai mobilnya masih dengan menangis, antara menolak kenyataan atau menerimanya. Benar, golongan darah mereka berbeda. Stella B- lalu bram O, bunga A dan velle O lalu kenapa ia tidak berpikir demikian? Stella bodoh sekali, berarti selama ini ia menyakiti bunga setiap kali bunga menatapnya pasti bundanya itu terbayang wajah ibu kandungnya.


Stella terus menangis, ia sungguh tidak bisa menerima kanyataan.


Tapi sekuat apapun ia menyakinkan diri, semua memang tampak jelas sekarang. Kenapa sopia sangat membencinya bahkan sopia secara terangan membencinya. Kenapa velle lebih unggul darinya, kenapa velle mendapatkan semua kasih sayang ayah bundanya. Lalu kenapa bundanya selalu menangis setiap kali melihatnya, itu pasti karena bundanya mengingatkan ibu kandung stella. Bram, stella bahkan tidak terlalu mengenal pria itu sebagai ayah karena sedari kecil pria itu selalu disibukan dengan pekerjaan. Belum lagi golongan darah mereka yang tampak jelas berbeda, jadi tidak perlu ditarik simpul untuk menunjukan lebih jelas lagi. Stella memang bukan anak bunda dan ayahnya.


Stella ingin berteriak sekencang-kencangnya kalau ia tidak mau menjadi garis penghancur keluarganya. Stella tidak mau menerima kenyataan ini.


Ketika ada anak kecil yang menyebrang jalan, stella sama sekali tidak bisa mengendalikan mobilnya karena rem nya tidak bisa berfungsi.


Stella menghindari stirnya agar tidak menabarak ank itu, tapi ia malah diabrak oleh truk besar dibelakangnya.


CITTT......


“AAAAAAAAAAAAAAAAAAA”


Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚


Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.


To be continue.....