
Bab 80
Hari sudah sore tapi acara repsesi pernikahan stella dan alvaro semakin rame sekali, kaki stella pegal karena kebanyakan berdiri ketika para undangan berpamitan pulang.
“kau duduk saja sayang” ujar alvaro membuat stella menggelengkan kepalanya, mana bisa ia duduk ketika ada yang memberinya selamat.
Akhirnya dua jam sudah berlalu dan semua tamu undangan sudah pulang semua, stella memejit betisnya yang terasa sangat nyeri, sembari menunggu alvaro mandi ia memijit kakinya.
Alvaro telah selesai mandi, ia menghampiri stella lalu memijit kaki stella dengan lembut.
“tadi sudah kubilang sayang kau duduk saja, ini akibatnya kalau tidak bisa diomongin” ujar alvaro memijit sambil mengomel membuat stella tersenyum,
Tes..
Ada darah yang menetes ditangan alvaro, alvaro langsung mendongakan kepalanya.
“kau berdarah sayang, astaga” ujar alvaro panik lalu mengamati hidung stella yang mengeluarkan darah.
“angkat kepalamu sayang” ujar alvaro menyumbat hidung stella dengan handuk, stella mengutuk dirinya kenapa ia bisa mimisan.
Stella mengambil handuk dari tangan alvaro yang menyumbat hidung lalu berlari kekamar mandia dan menguncinya,
“sayang, biarkan aku melihatmu” ujar alvaro menggedor pintu kamar mandi, stella menghidupakan keran air ia tidak mau mendengarkan alvaro yang sedang menunggunya diluar. Stella membasahi dirinya dan menghidupan shower, stella bahkan tidak melepaskan pakaiannya, tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing dan stella butuh pendinginan kepala.
Diluar kamar mandi alvaro menunggu stella cemas, apa yang dilakukan istrinya didalam sehingga lama sekali keluar.
Stella membantu alvaro berdiri, lalu ia membuka handuk yang melilit badannya. Ia mendekati alvaro membuat alvaro memundurkan badannya.
“sayang kau baik-baik saja?” tanya alvaro setengah gugup membuat stella dengan gencar mendekati alvaro,
“sayang kepalamu terbentur?” tanya alvaro ketika stella mendekatkan bibir mereka, alvaro memejamkan mata lalu menggelengkan kepalanya. ia langsung mencium ganas bibir stella, ia harus memberi pelajaran pada istri cantiknya karena telah berani menggodanya.
Stella yang mengetagui itu langsung tertawa, ia meloncat kepelukan alvaro dan mengalungkan tanganya pada leher alvaro. Tanganya membuka kaos putih alvaro dan tangan kanannya melepaskan celana alvaro,
“kau nakal sekali” ujar alvaro menidurkan stella diatas kasur, stella membalik tubuh mereka. Sehingga alvaro berada dibawanya, kali ini ia yang akan memimpin..
Stella melepaskan celana dalam alvaro dengan cara menggoda,
“sayang, cepatlah” ujar alvaro membuat stella semakin menggoda alvaro, alvaro ingin mengambil tangan stella tapi dengan cepat stella menggelengkan kepalanya,
“aku memimpin sayang” ujar stella membuat alvaro pasrah, ia sungguh tidak tahan dengan godaan stella. hanya benda-benda mati yang menyaksikan kegiatan mereka yang sangat panas.
Dan banyak ronde terjadi malam itu membuat keduanya kelelahan.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....