
Bab 126
Sesuai dengan namanya sekarang hati bunga sedang berbunga-bunga, ia senang karena selama 5 tahun ini bram tidak menandatangi surat cerai yang ia kirimkan. Yang lebih membuat bunga bahagia adalah bram mencintainya, akhirnya dari sekian lama cinta bunga terbalas juga. Benar kata pepatah cinta hadir karena waktu yang telah dihabiskan untuk bersama, cinta hadir karena terbiasa.
Awalnya bunga pikir, bram akan mudah menandatangi surat cerai itu tapi tidak bram merobek dan membuangnya.
Sekarang bunga sedang memasak makan siang untuk bram, karena hari ini bunga akan mengantar makan siang untuk bram kekantor suaminya.
Sementara dicaffe bram dan maria sedang bertemu, maria tersenyum lebar ke bram tapi bram malah menatap datar maria. Maria sadar semua ini adalah salahnya, bukan salah bram seandainya ia menerima bram apa adanya bram pasti menatap nya penuh cinta seperti dulu. Sekarang tidak, tidak ada cinta dimata bram untuknya.
“jadi kenapa kau meminta ku datang kemari?” tanya maria to the point, bram menghirup kopinya lalu membuka suaranya.
“aku mencintai bunga” ujar bram membuat senyum maria perlahan pudar, namun detik kemudian ia kembali tersenyum.
“baguslah, aku harap kalian bahagia. Aku tulus mendoakan kalian” ujar maria, ia tidak ada pilihan kecuali mendoakan kebahagian untuk bunga dan bram. Karena cinta bram bukan untuk dirinya jadi maria bisa apa, berteriak memaki tidak terima pun percuma.
“tapi kenapa kau mengatakan nya padaku?” tanya maria penasaran, apa bram ingin melihatnya patah hatii lagi?
“aku hanya memberi tahu saja, aku tidak mau ada kesalah pahaman untuk kedepannya” jawab bram membuat maria mengangguk mengerti,
“terima kasih karena telah memberi tahuku, dan aku berjanji tidak akan ada kesalahpahaman untuk kedepannya” ujar maria menegarkan hatinya,
“hm, hati-hati” jawab maria.
Maria menatap bram pergi, ia sedih dan lega sekarang. Sedih karena bram sudah tidak mencintainya lagi. Lega karena sekarang bunga bisa hidup dengan tenang dengan bram karena sekarang bram sudah mencintai bunga lebih besar dari bram mencintainya dulu.
Sekarang maria benar-benar mengerti apa itu cinta, cinta bukan satu orang saja yang mencintai tapi keduanya harus lah saling mencintai dan setelah itu akan ada kebahagian didalam pernikahan.
Dari masa lalu juga maria belajar untuk hidup lebih baik dimasa depan, terima kasih masa lalu yang mengajarkan banyak hal.
Maria juga bangkit dari duduknya, ia harus segera pulang sekarang. Kisah cinta maria telah hilang sekarang yang ada cinta maria untuk cucunya rachel dan jeamin.
Bram tersenyum ketika sampai dikantor ia menemukan bunga membawakannya makan siang, tadi sewaktu bertemu dengan maria, bram sengaja tidak makan karena ia tahu bunga istri yang sangat ia cintai membawakan ia bekal.
“terima kasih bun” ujar bram yang dijawab senyuman indah oleh bunga, bram baru menyadari kalau senyum istrinya adalah senyuman terindah yang pernah ia lihat. Menyesal sudah jika bram melepaskan bunga, baginya bunga adalah hidupnya jika bunga pergi bram tidak bisa hidup karena semua udara nya sudah dibawa semua oleh bunga.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian 💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....