
Bab 147
Stella menunggu editornya dicafe seperti biasanya, karena hari ini adalah final novelnya berserta cover yang Stella inginkan telah selesai.
Sudah setengah jam Stella menunggu namun editornya belum juga datang membuat Stella menghela nafas. memang biasanya editornya sering terlambat tapi paling terlambat 5 menitan tapi sekarang 30 menit lebih dan editornya belum juga datang.
Stella kaget ketika ada pria yang duduk didepannya, Stella melihat pria itu dengan mengangkat sebelah alisnya. Bukanya pergi pria itu tetap duduk didepannya.
“maaf, disana ada orangnya” ujar Stella berusaha untuk menjaga kesopannanya.
“oh, maaf saya belum mengenalkan diri. Saya Miko editor baru yang menggantikan mbak Rania” ujar pria yang bernama Miko itu mengenalkan diri. Stella meneliti wajah Miko yang mengaku menjadi pengganti dari Rania.
“kalau tidak percaya silahkan cek pesan yang dikirimkan oleh mbak Rania” ujar Miko membuat Stella langsung mengecek ponselnya benar saja ada pesan dari Rania jika Miko sedang menggantikan Rania hari ini. Stella menghela nafas lalu mulai membahas novelnya yang bulan depan akan dicetak.
Mereka sudah membahas novel Stella hingga tuntas keakar-akarnya tapi pria yang bernama Miko ini terus melihat Stella. Stella tahu tatapan itu tatapan menyukai, bukannya Stella terlalu percaya diri atau apa tapi Stella tau tatapan itu.
“saya sudah menikah” ujar Stella menunjukan cincinnya membuat pria didepannya itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan Stella.
“waniat selalu menggunakan trik seperti itu, tapi saya tidak percaya. Saya ingin mengenal kamu, saya jatuh cinta pandangan pertama dengan kamu”
Stella menghela nafas nya lalu mengambil ponselnya dan menelpon Alvaro suaminya,
“hallo sayang, kamu dimana? Bisa jemput aku sekarang? Aku dicafe biasa” ujar Stella ketika panggilannya sudah diangkat oleh Alvaro.
“lima menit sayang”
“baiklah, bye sayang”
“bye, tunggu aku sayang”
“iya,”
Tut
“aku baru saja menelpon suamiku, ah lupakan kau pasti mengira aku juga berbohong. Kita tunggu saja sampai suamiku datang kemari” ujar Stella membuat Miko menganggukan kepalanya.
Stella menjadi risih sendiri karena Miko terus menatap nya seperti ingin menelannya hidup-hidup, Stella menghela nafas berat sepertinya Miko ini tipe orang yang posesif sekali dengan pasangannya.
“maaf menunggu lama sayang” ujar Alvaro meminta maaf karena jalanan sangat macet.
“iya tidak apa-apa sayang, sayang kenalkan ini editorku yang menggantikan Rania untuk sementara namanya Miko”
“Miko”
“Alvaro, suami dari Stella” ujar Alvaro mengenalkan dirinya sebagai suami Stella,
“sayang, dimana cincinmu?” tanya Stella meminta Alvaro menunjukan cincin pernikahan mereka.
“kami sudah menikah, sekarang kau percaya?” tanya Stella membuat Alvaro mengangkat sebelah alisnya, tampaknya pria ini baru saja menggoda istrinya.
“saya percaya, kalau begitu saya permisi”
“selamat tinggal” ujar Stella sambil melambaikan tangannya.
Alvaro menatap istrinya dengan teliti,
“membuat kesal saja” ujar Stella membuat Alvaro tersenyum
“memangnya kenapa?” tanya Alvaro pura-pura tidak tahu.
“masa dia mengatakan aku berbohong jika aku telah menikah, harus sekali aku membawa suamiku kemana-mana dan membuat tempelan suamiku” kesal Stella membuat Alvaro tertawa.
“jangan tertawa, tidak lucu”
“baiklah sayang”
Alvaro senang karena wanitanya ini sangat mencintainya, Alvaro sangat beruntung wanitanya tidak tergoda dengan rayuan anak muda seperti pria tadi.
Jangan lupa like n komen n SHARE keteman-teman kalian💚
Karena satu dukungan dari setiap kalian sangat berharga untuk author.
To be continue.....