
Sebelum lanjut baca vote dulu yuukkk
.
..
...
"Lusa aja gimana pah mah om tante?" Usul Rangga tiba-tiba dengan wajah tanpa beban, membuat Kesya yang mendengarnya kembali tersedak dengan minumannya
"Si cowok stres" geram Kesya mengatainya dalam hati.
"Kamu serius sayang?" Tanya Rindu
"Emang kapan Rangga bercanda mah? ini kan bukan main-main" tutur Rangga meyakinkan
"Kalau ngomong dipikir dulu mangkanya, mana ada orang mutusin tunangan segampang dan secepat itu?" timpal Kesya
"Ide yg bagus Rangga, om suka kamu tegas!" Ucap Erwin
Kesya melebarkan matanya , kenapa ayahnya begitu gampangan?
"Lagian kan lebih cepat lebih baik" ucap Erina menambahkan, yang sontak membuat anak gadis itu taj dianggap ada oleh kedua orangtuanya
"Oke. Jadi acara pertunangannya lusa" Tegas Reno memutuskan
"Gak ada yang nanya pendapat gue?" batin Kesya yang segera berlalu meninggalkan meja beserta orang-orangnya
"Key .." panggil ibunya
"Biar aku aja nyusul Kesya, tan" ucap Rangga yang segera mengejar gadis itu
"Apa sih?" kesal Kesya yang sudah tertahan oleh cengkraman kuat pada tangannya
"Lo kenapa?"
"Lo yang kenapa? pakek nanya lagi" ketus Kesya

"Gak usah so akrab!" Kesya menepis tangan pria yang memegang erat kedua bahunya
"Kehadiran gue gak dibutuhin disini! Gak ada yang nanya pendapat gue. Lagian emang gue bakal setuju sama perjodohan ini? Hah?? ENGGAK! Apalagi ketika tau kalo orangnya itu lo" Cerocos Kesya mengeluarkan segala unek-uneknya
Rangga mendengarkan penuturan gadis yang cepatnya seperti saat ia mengebut kalau bawa mobil itu dengan seksama.
"Gue juga gak mau. Tapi gue ngelakuin ini karena pengen bikin orangtua gue seneng aja." jawab Rangga
Kesya terdiam
"Balik lagi kesana, nanti mereka nyariin." ajak Rangga
"Kenapa lelaki ini bisa bikin gue ak bisa berkata-kata lagi?" batin Kesya
Kesya adalah gadis yang susah dibujuk, kalau marah harus didiamkan beberapa lama lalu baru bisa diajak bicara lagi. Tapi kali ini? ini aneh
Rangga POV
Sebenarnya ksedihanmu tak membuatku senang! Tapi hanya dengan cara ini aku bisa bersamamu lagi!
Selama 15 th kita terpisah tapi tidak satu momentpun yang aku lewatkan. Kabarmu selalu jadi prioritasku, walau hanya lewat foto yang dikirim orang-orangku. Dan sekarang kau ada di hadapanku saat ini, You are mine key ! Must be mine !
Keesokan harinya
Di kampus
"What the ****!! Jadi lo lagi mau dijodohin sama orang yang tabrakan sama lo di mall? dan ternyata orang itu adalah bagian dari masa kecil lo?" simpul Diana yang merasa takjub dengannya.
"Ssstt .. gak usah keras-keras, itu diliatin orang!" protes Kesya membungkam mulut comel sahabtanya itu.
"Upss sorry .. habis gue speechless sih sumpah" kekehnya sambil melirik sekitar
"Gue gak bisa nolak permintaan ayah sama ibu, tapi berat juga buat nurutin mereka..Gue bingung!!" keluh Kesya mengusap wajahnya kasar
"Kok bingung sih ? ah lemah lo! Kalo gue sih setuju aja ajrr orang udah ganteng, keren, tajir, pokoknya sempurna banget hidup gue kalo jadi lo Key." tutur Diana berargumen sambil mengangkat kedua tangannya untuk menyangga dagu miliknya, dengan khayalan yang beterbangan di atas kepalanya.
Kesya segera meraup bibir yang sedari tadi tak kunjung berhenti bergerak itu
"Kalo gue jadi lo, gakan gue kepikiran Reza lagi. Cowok yang modal so kecakepan itu? ieww.. toh gue udh dapet yang lebih dari dia kan?" Ucap Diana memaksa tetap bersuara untuk menambahkan argumennya
"Matre lo dasar! Gue kan setia"
"Gue ga munafik Key. Cuman cewek oon yang nolak cowok kayak Rangga!!" Mengalihkan pandangan
"Maksud lo gue begok? Enak aja! Lagian dia sempurna karena lo belom tau aja dalemnya kayak gimana, siapa tau busuk!" Kukuh Kesya tetap pada pandangannya
"Heyy sayang" sapa Reza dari arah belakang mengecup pipi kekasihnya, membuat Diana menggerenyitkan alisnya melihat tingkah pria itu
"Deuhh males" cibir Diana pelan, tapi pria itu pastibdenger
"Gue duluan ya Key!" pamit Diana meninggalkan meja
"Na lo kemana?" Panggil Kesya yang segera dihentikan oleh Reza
"Ishh kamu kenapa sih gak damai aja sama Diana?" Protes Kesya
"Kamu liat sendiri kan sikap dia sama aku gimana? Terus kamu nyuruh aku sama dia damai?? mustahil" sungutnya
Kesya mengalihkan pandangan kearah kemana sahabatnya pergi, yang tiba-tiba Reza kembali mencium pangkal bibirnya sekilas
"Rezaaa .. banyak orang !!" protes Kesya segera menutup bibirnya
Keesokan harinya
Pertunangan
Kesya POV
Deg
Jantungku berdebar 2x lebih cepat dari biasanya. "Please.. ini cuman tunangan, cuman tuker cincin gak lebih." Aku tetap menenangkan pikiranku dengan hal-hal positif
"Lo pasti bisa Key!" Ucap Diana menenangkan.
Dia emang sahabat ter thebest, entah apa jadinya dunia ini tanpa dia.
Aku beralasan pada Reza bahwa beberapa hari ini aku akan menjenguk kakek dan nenekku yang ada di luar kota, jadi untuk beberapa hari aku tidak akan memberinya kabar dan dia tidak perlu mencariku.
Rangga POV
Kesya??
Aku tak bisa mengalihkan pandanganku, bahkan walau hanya sekedar berkedip. Sangat sempurna!
Rambut panjang terurai dengan memeperlihatkan leher jenjangnya, seksii ! Sejak dulu hanya dia yang bisa membuat hati ini bergetar, sayangnya aku belum paham dengan perasaan itu

"Rangga" suara mama mengagetkan
"Cantik ya Ga?" goda papa menambahkan
Aku tak menimpali, aku hanya tersenyum tipis dan kembali melihat objek yang mulai sekarang akan menjadi favorite ku

Author POV
"Rangga??"
Sesaat Kesya melihat tubuh atletis dan wajah tampannya. Sekilas ia ingat pendapat sahabatnya kemarin "ehh apasih? itu cuman kekaguman sekilas yang pasti besok mungkin hilang lagi!" sangkal Kesya menyalahi pikirannya yang mulai belok
"Ngedip kali Key!" ledek Diana yang tanpa sadar sedang menatapi Rangga
Jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam, Rangga dan Kesya memang saling mengagumi hanya saja masih saling menutupi.
Kesya yang tidak mau menyadari benar perasaannya dan juga tidak ingin menghianati kekasihnya.
Sedangkan Rangga yang memang menginginkan Kesya namun harus seolah tidak menginginkan, agar gadis itu beranggapan bahwa dirinya hanya sekedar menjalankan tugas sebagai seorang anak yang berusaha untuk membuat orangtuanya bahagia. Itu lebih mudah untuk membuat Kesya mau menerimanya bukan?
Acara pertunangannya mewah dan berjalan dengan lancar. Banyak CEO muda, relasi kerja Rangga dan papanya yang hadir dari dalam maupun luar negeri.
Rangga adalah salah satu penerus perusahaan milik papanya setelah kakaknya. Ia baru saja dipindah tugaskan untuk mengurus perusahaan papa nya di Indonesia, setelah beberapa tahun hanya menjadi bawahan kakaknya yang di London untuk sekedar belajar.
Kesya terkagum-kagum melihat kelangsungan acaranya, ternyata acara ini memang serius diadakan. Kesya dan Rangga saling menukar dan memakaikan cincin masing-masing
"Terimakasih kepada semua yg sudah hadir! Selain pertunangannya hari ini, saya resmi mengangkat anak saya, Rangga Aditya Macmellen sebagai pemimpin perusahaan untuk menggantikan saya" ucap Reno, disusul dengan tepuk tangan para tamu
"Lalu setelah pertunangan ini! Acara pernikahan akan dilangsungkan bulan depan" tambah Reno
"Ukhuk.." kesya tersedak minumannya yang segera dibantu pria di sampingnya unyuk menepuk pelan punggungnya
"Apa? Bulan depan??" tanya Kesya melirik Rangga yang hanya mengangkat bahunya
"Ngeselin emang ni orang" kesal Kesya mengalihkan pandangan
Rangga mengangkat dagu Kesya
"Apa mau dicepetin lagi? 2 minggu? Seminggu?? Atau mungkin besok? gak ada yang gak mungkin"
"Awas aja kalo lo memperparah keadaan!!" tekan Kesya
________________
"Key bangun sayang!! Rangga udah di depan!" Ibu memanggil Kesya dari bawah tangga
"Kamu ke kamarnya aja deh Ga, tante minta tolong! Dia emang agak susah kalo bangun"
Tok tok tokk ..
Cklek
"Heyy !!" Rangga membuka bantal yang menutupi wajah gadis cantik itu
"Apasih bu ahhh aku hari ini gak ngampus!!" Kesya kembali meraih bantalnya tanpa membuka matanya
"Mau bangun atau gue ikut tidur disini?" Bisik Rangga
"Keyy .. " Rangga menjatuhkan tubuhnya, ia berbaring dengan melingkarkan tangannya pada perut rata Kesya
"Kok rasanya aneh?" batin Kesya
"R-Ranggaaaaa ngapain lo disini?" kaget Kesya yang langsung mrnarik selimut tebalnya untuk menutupi badannya yang hanya tertutup kain tipis tanpa menggunakan dalaman seperti biasanya ketika tidur
Rangga segera mengalihkan pandangannya dari arah yang sempat membuatnya tak berkedip "Lagian susah banget dibangunin" ucapnya
"Udah bilang gue gak ngampus Rangga!!"protes Kesya sambil mempererat selimutnya
"Siapa bilang mau ke kampus?? Hari ini kita Fitting baju. Gue tunggu di bawah, kalo dalam 30 menit masih belum siap, gue kesini lagi." ucap Rangga memperingatkan
"Coba aja, pintu gue kunci!" tantangnya sambil Menjerengkan kedua lensa matanya
"Gue dobrak!" Balas Rangga mengedipkan sebelah matanya penuh arti
♡♡ Like and Comment ♡♡
Cerita ini sudah dipindah publish ke aplikasi dreame, terima kasih.