
"Ibu aku berangkat dulu.." teriak Kesya sambil menuruni tangga
Kesya Anastasya, bertubuh seksi dan bagi perempuan dia terbilang cukup tinggi, ia juga punya selera yg sangat modis. Anak satu2nya di tengah keluarga yang sederhana namun tercukupi ini menjadikannya sedikit manja.
"Sarapan dulu !" Erina menjewer telinga anaknya yang suka melupakan sarapan.
"Awww aw buu sakit" Kesya meringis sambil menyantap satu buah rotinya yang sudah disiapkan sang ibu tercinta. Dengan cepat, ia segera keluar menghampiri pacarnya yang sudah menunggu di depan rumahnya untuk menjemput.
"Ibu ini ! Pagi2 pasti ngomel" seru ayah sambil nyeruput kopi lalu kembali membaca korannya.
"Ayah liat kan? Udah ibu bilang ratusan kali kalau ibu gasuka sama pria itu. Siapa namanya? ibu gak ngerti." omelnya sambil duduk di samping suaminya. "inget perjanjian kita dulu kan??" Erina menatap suaminya serius.
Biarkan saja, lagipula Kesya juga baru bulan kemarin berkepala 2 kan?? Jalannya masih panjang buk, santai aja, oke? tutur Erwin menenangkan.
_____________________
"Sorry ya tadi lama" ucap Kesya yg baru saja masuk kedalam mobilnya
"Udah biasa" jawabnya membalas senyum Kesya
Reza Malik, lelaki dengan pikiran agak ngeres. Terobsesi dengan kemolekan tubuh Kesya. Bahkan untuk mengeluarkan hasratnya ia selalu membayangkan tubuh seksi perempuan yang baru sebulan ia pacari ini.
"Sabar banget sih tambah sayang deh." ucap Kesya sambil mengelus pipi pacarnya lembut
"Pakek nyender-nyender segala sih, tuhaann.." rutuknya dalam hati. Dasar mesum!! Lagi viktor tapi nyebut nama tuhan? tobat maksiat
Butuh waktu setahun lamanya bagi pria ini untuk bisa mendapat tempat di hati Kesya. Ia harus ekstra sabar dan perlahan untuk memperlihatkan lelaki macam apa dirinya tanpa takut ditinggalkan gadis pujaannya ini.
Kampus
"Dianaaaa!!" Teriak kesya hendak menghampiri sahabat karibnya, namun terhentak sesaat karena tangannya dicekal oleh pacar posesifnya.
"Keyyy ayookkk" ujar Diana dari kejauhan. Namun ternyata Kesya yang memanggilnya tdi malah pergi dengan kekasihnya itu menuju taman belakang kampus. Sikap berlebihan ini yang membuat Diana tidak menyetujui Kesya berpacaran dengan Reza.
"Kamu kenapa sih? Diana kan sahabat aku! Kamu mau jauhin aku sama dia?" Menatap Reza memberi pengertian agar pacarnya itu bisa memperbaiki sikap berlebihannya ini. Walau memang hanya sia-sia berbicara dengannya, sudah sangat sering memberikannya pengertian tapi tetap mengulanginya lagi dan lagi.
Kantin
"Pacar lo gila ya? masa lo gaboleh deket-deket sama gue sih? Maksudnya apa coba?" kesal Diana mengepal tangannya samnil menghentakkan kakinya.
"Ssttt .. gak usah teriak-teriak juga sih" protes Kesya, menepuk tangan gadis comel itu
"Tapi pulang kampus ini jadi kan??" Tanya Diana mengalihkan topik, untuk membahas janji Kesya yang akan menemaninya shoping hari ini.
MALL
"Bugh"
"Awww.. minuman guee! Lo kalo jalan pakek mata dong!" rutuk Kesya ketika minumannya tumpah, membuat pakaiannya menjadi tak kalah manis dengan senyumnya
"Keyy .. lo yang galiat kedepann" tutur Diana menyadarkan sahabatnya. Menurutnya Kesya lah yangg sibuk mencari sesuatu dalam tasnya tanpa memperhatikan langkahnya
Diana tertegun seketika mengagumi bahwa sosok lelaki yang ada di depannya itu adalah siapa yang dinaksudkan dengan definisi keren tahun ini?
"Hey, sepertinya teman anda yang kurang waras" ucap pria itu ke arah Diana sambil mengusap2 kemejanya yang ketumpahan minuman tadi. Ia memberi perintah kepada beberapa lelaki berjas yang ada di belakangnya untuk membawakan baju ganti.
"Mangkanya.. itu kacamata item jangan dipakek! jadi gelap kan? cepet minta maaf" tuntutnya
"Ya ampun Keyyyyy oh my god fix keren banget" ucap Diana dengan mata yang masih mengikuti kemana lelaki itu pergi.
"Emang iya? Buta ya lo?" Desis Kesya tak terima. ia hanya melihat sosok pria so keren yang pakek kacamata hitam, sombong dan arogan. Mungkin dia seperti bukan orang biasa, tapi apa perdulinya? yang jelas ia harus kembali membeli lagi minuman favoritenya yang belum sempat ia minum.
*********
like dan komentarnya ditunggu
Biar author semangat lanjutin ceritanya