
Happy Reading ♡♡
Floating breakfeast yang sedang ramai dilakukan khalayak umum membuat sepasang sejoli ini mengikuti tren
"Kamu kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Rangga pada wanita cantik nan seksi yang memperhatikannya sejak tadi ini
Cup
Kesya mengecup ujung hidung suaminya "Makasih" ucapnya bahagia dan segera memeluk erat suaminya
"Maaf baru bisa ngajak liburan" tutur Rangga sambil membalas pelukan istrinya di dalam kolam renang yang dingin dan basah, menjadikan cahaya surya pagi sebagai hiasan yang menambah kehangatan
"Ayo siap-siap" ucap Rangga sembari menarik istrinya untuk segera menyudahi acara basah-basahannya yang sudah mau lebih dari 30 menit lamanya atau mereka akan masuk angin.
"Makanannya belum habis" jawab Kesya yang masih terus menyuap.
"Kamu gak mau liat sesuatu yang lebih indah?" tawar Rangga
Kesya diam, seolah berfikir ulang
"Lebih indah? apa?" tanyanya penasaran
Rangga menggedikkan bahu nya lalu melengang pergi meninggalkan rasa penasaran yang dialami istrinya.
______________________
Rangga menangkap kemunculan sosok yang sedang ditungguinya. Sungguh ingin protes dengan pakaian yang sedikit terbukanya, tapi apa boleh buat? di Bali banyak yang lebih ekstrim dari ini, yang penting pakaian itu masih menutupi bagian-bagian pentingnya
"Kenapa?" tanya Kesya pada suaminya yang seperti melihat sesuatu yang aneh
"Jelek ya? biar aku ganti baju" ujar Kesya yang seketika kepercayaan dirinya luntur, sudah lama pula ia tak memakai pakaian minim yang memperlihatkan setengah perutnya, tak seperti lajang dulu
Rangga meraih lengan Kesya lalu menariknya dan memeluk tubuhnya dari belakang "Cantik" tilai Rangga dengan wajah yang tenggelam di celuk leher istrinya
Rona pipi pada wajah wanita itu seketika terlihat jelas, Kesya mengelus kepala suaminya lembut dan lengan satunya mengelus lengan milik Rangga yang melingkar pada perutnya
"Lagian kapan aku terlihat jelek?" ujarnya sambil melepas lingkaran tangan Rangga dari tubuhnya
Rangga menautkan kedua alisnya, seperti sedang berpikir atas kesombongan wanitanya "Semua yang ada padamu selalu ku anggap cantik" jawab Rangga
"Itu kenyataan, bukan hanya pikiranmu saja" protes Kesya yang seakan tak dianggap cantik oleh selain pria tampan miliknya ini
Kesya mengedarkan pandangannya "Hi Mr. what is your name?" sapanya pada seorang bule yang ternyata tampangnya lumayan, padahal itu bukan suatu kesengajaan.
Rangga yang tak rela melihat senyum istrinya diumbar pada selain dirinya segera menarik wanitanya tersebut
"Kamu itu apa-apaan sih?" protes Rangga membuat Kesya harus melangkah besar di belakangnya
"Lihat.. dia masih liatin aku" bangga Kesya sambil menunjuk ke posisi dimana pria bule itu berada
Rangga membingkai wajah istrinya, membuat Kesya mengerutkan keningnya merasa ada sesuatu yang akan dilakukannya
Rangga mencium bibir Kesya dengan penuh penuntutan, mungkin kalau ini berada di kamar hotelnya maka mereka akan berlangsung ke tingkat yang selanjutnya
Rangga melumat dan menggigit bibir wanitanya gemas, seakan menunjukkan bahwa pemilik bibir ini hanyalah dirinya dan tak seorangpun yang bisa menyentuhnya sedikitpun
Tak hanya itu, pria yang sedang dilanda cemburu itu pun sesekali meremas bokong Kesya seolah sangat bernafsu, padahal ia hanya ingin pria bule itu mengurungkan niatnya yang mungkin masih berbayang
Kesya segera menghirup udara sebanyak-banyaknya ketika ciuman kasar itu terlepas, mengganti pasokan udara yang terkuras dari tubuhnya
"Kenapa disini?" protes Kesya memukul pelan dada bidang milik Rangga dengan kepalan tangannya
Rangga tersenyum bangga, ia mengusap bibir basah Kesya yang menyisakan saliva dengan ibu jarinya. Ia melirik ke arah pria yang sempat disapa istrinya, pria itu seperti menyesali karena wanita yang membuatnya terkesima sudah dimiliki orang
Kesya mengikuti arah pandang suaminya lalu berdecak tak suka "Aku bercanda" protesnya
"Jangan bercanda seperti itu" timpal Rangga dengan senyum nenyeringainya
"Awhhh" Rangga mengerang kesakitan mengangkat kaki kanannya yang berhasil diinjak oleh Kesya
"Emang enak" ledek ibu satu anak yang masih terlihat lajang ini kalau saja tak didampingi suaminya. Kesya menjulurkan lidahnya dan tertawa sepuasnya mengejek kesakitan yang dirasakan suaminya

Rangga segera menetralkan rasa sakitnya, ia meregangkan otot kakinya dan bersiap untuk mengejar wanita iseng yang sudah berlari menghindari dirinya
Pasir putih dan deburan ombak menjadi saksi kebahagiaan dua orang ini, perasaan yang bisa ikut dirasakan oleh setiap orang yang melihatnya.
"Aaaakkk Rangga.." teriak Kesya ketika tubuhnya berhasil diraih oleh pria yang mengejarnya, membuat tubuh keduanya tumbang ketika tiba-tiba ombak menabrak tubuhnya tanpa permisi
_____________________
"Lebih baik besok kita pulang aja" ucap Kesya yang sudah lengkap dengan baju tidurnya
"Yakin? kita akan sulit pergi-pergi lagi loh" timpal Rangga mengingatkan
"Mama bilang Arion nangis terus" keluh Kesya dengan ketidak tenangannya
"Kamu sih yang gak pernah biarin Arion sama yang lain, jadinya gitu, dia cuman mau sama kamu" tutur Rangga
"Memangnya kenapa? kan aku ibunya" jawabnya polos
"Iya, tapi kau jadi lebih sayang dengan anakmu dari pada suamimu" protesnya
"Siapa bilang?" protes Kesya balik
"Tiap malam kau selalu tidur di kamar nya"
"Aku pindah ke kamar kita setelah Arion tidur, tapi kamu juga udah tidur, jadi gak sadar aja"
"Dan ketika aku bangun, kau sudah tidak ada di sampingku"
"Aku kan menyiapkan keperluanmu" jelasnya lagi
"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Rangga ketika menaiki kasurnya
Perlahan Kesya menghampiri Rangga dengan senyum sensualnya yang menggoda dan jarang sekali dipertontonkan, karena hal itu akan membuat pria ini seketika bertekuk lutut padanya
Kesya menyentuh bibir pria yang selalu cemburu ini secara perlahan, lalu kemudian menatap kedalam sorot matanya dan segera mengalungkan kedua lengannya pada leher suaminya
Suatu perbuatan yang jarang didapatkan, Kesya memulainya terlebih dahulu. Ciuman singkat yang biasa ia dapatkan bukan ciuman panas seperti yang dilakukannya saat ini
Rangga yang seketika terbuai, segera memperdalam ciumannya, tangannya melingkar pada pinggangnya dan segera membawa tubuh kecil itu di atas pangkuannya
Kaki Kesya kini sudah melingkar pada pinggang pria tampannya, membuat mereka leluasa melakukan aktifitasnya.
Ciuman Rangga sudah merembet ke bagian leher mulus Kesya dan memberi banyak tanda merah disana, perlahan Kesya membuka kancing pakaian suaminya yang masih asik dengan fokusnya
Namun tiba-tiba Rangga menghentikan aktifitasnya ketika sebuah elusan dirasakan menyentuh perut telanjangnya, ia tak sadar sejak kapan bajunya tanggal
Seketika Rangga menguap lalu meregangkan otot tubuhnya "Ahh lelahnyaa.." keluhnya
"Jadi gimana, besok mau pulang atau bermalam lagi?" tanya Rangga yang kembali mengancingkan pakaiannya
"Kenapa berhenti?" tanya Kesya
"Kamu pasti lelah juga kan? kita tidur ya, besok.."
"Apa kau masih menghindariku?" potong Kesya
"Kamu bicara apa sih? sini tidur, biar aku peluk" pinta Rangga sambil meraih lengan istrinya
Kesya menepis tangan pria itu "Kenapa?" tanyanya dengan penuh tekanan
"Sungguh aku rindu, tapi tidak sekarang, aku sangat lelah" jelas Rangga
"Lalu untuk apa kita kesini?" tekan Kesya yang sudah bangkit dari lahunan ternyamannya
"Yaaa liburan, kita sudah lama tak menghabiskan waktu bersama" jelasnya
"Aku pikir ini honeymoon, bukannya kau menyukai anak perempuan yang di panti itu? kau ingin anak perempuan kan?" tutur Kesya kembali melembut sambil menjatuhkan bokongnya di ujung kasur king size nya
"Arion saja sudah membuatmu repot, sudah satu saja cukup untuk kebahagiaan kita" elak Rangga
"Aku tidak keberatan" ujar Kesya
"Lagian aku udah gapapa, ini sudah hampir 2 tahun Rangga!" lanjutnya
"Tidak sekarang, mengertilah"
"Apa karena tubuhku tidak seindah dulu lagi? huh" tuduh Kesya dengan ujung mata yang sudah terasa perih
"Tidak, kamu cantik dan akan selalu begitu"
Kesya menggelengkan kepalanya tak percaya, selalu alasan seperti itu yang ia terima setelah Arion berada diantara mereka
"Apa kamu selingkuh?" tuduhnya lagi miris
"Astaga kamu bicara apa? aku berani sumpah mati detik ini juga"
Kesya mengangkat pakaian atasnya "Apa karena ini?" memperlihatkan bekas sayatan di bawah perutnya yang masih terlihat jelas
"Benar kan?" Kesya tersenyum miris
"Kau ini kenapa?" kesal Rangga yang mulai terganggu dengan segala yang dituduhkan padanya
"Oke, semuanya sudah jelas. Harusnya kamu bilang dari dulu, jadi Kamu tidak perlu bertahan untuk tetap berada di sampingku" tutur Kesya pedih
Rangga menghembuskan nafasnya berat "Aku tidak ingin kehilanganmu" ucap Rangga menyalahi segala tuduhan wanitanya
"Tidak usah beralasan lagi, aku sudah mengerti jadi kamu tidak perlu berpura-pura seolah masih mencintaiku lagi"
Rangga menggertakkan giginya, selama ini hasratnya kalah dengan segala ketakutan. Ia takut Kesya meninggalkannya lagi, mungkin hari itu keberuntungan sedang berpihak padanya, tapi jika terulang lagi apa keberuntungan itu akan kembali datang juga?? Tidak, belum tentu
Keberadaan Kesya di sampingnya itu sudah lebih dari cukup, ia tak ingin apapun lagi selain ini.
"Aku mau kita cerai" tekan Kesya, membuat Rangga mencelos, seperti ada ribuan ton yang menghantam dada nya.
"Kesya!" bentak Rangga dengan nada tinggi yang hampir tak pernah ia dengar selama mengenal suaminya
"Apa kau senang?" tuduhnya miris
"Jangan pernah.."
"Aku ingin CERAI" ulang Kesya, memotong ucapan Rangga yang sangat pantrang dengan kalimat yang dilontarkannya
Nafas Rangga tak karuan, wajahnya merah padam akibat amarah yang sudah tak bisa terbendung lagi
Rangga segera meraih tubuh istrinya yang hendak keluar dari kamarnya
"Rangga.." teriak Kesya, terkejut ketika tubuhnya sudah terjatuh di atas kasur dengan lengan berotot pria itu yang menghalangi kedua sisinya
Kesya memegang erat kerah suaminya lalu membalas tatapan dalamnya
Kedua wajah hampir menyatu, namun tiba-tiba Rangga menjatuhkan tubuhnya ke samping, seakan mengingat sesuatu yang menakutkan
Kesya mengepal tangannya kuat, sepertinya keputusan yang akan ia pilih sudah tepat
Kesya yang sudah bangkit dari posisinya kembali terjatuh "Lep.." ucapannya dihentikan oleh bibir kenyal pria yang sudah sering menolaknya
Rangga melumat habis bibir yang menjadi candunya, ia tak ingin memikirkan apapun saat ini, biarkan semuanya berjalan dengan semestinya dan berharap semuanya akan baik-baik saja
"Lepasss!!" ronta Kesya setelah berhasil lepas dari ciuman menuntutnya
"Bukankah kau tak menginginkan tubuhku lagi" tuturnya sambil terus menekan dada pria itu agar tubuhnya bisa terlepas dari kurungannya
Rangga kembali menyumpal mulut pedas itu dengan bibirnya sambil menanggalkan pakaiannya
"Rang.." ucapannya terhenti ketika puncak sensitifnya sudah dikulum habis oleh pria yang selalu menolaknya ini
Kesya menutup mulutnya sendiri, ia menahan desahan yang hampir keluar dari mulutnya, ia masih ingin berkata kasar
"Jangan ditahan" ucap Rangga sensual, meraih lengan Kesya dan menahannya di samping kepalanya
Rangga tak terima, ia akan menghukum perempuan yang sudah menuduhnya dengan keji ini. Ia akan membuat ibu satu anak ini memohon padanya untuk menghentikan kenikmatan yang diinginkannya
Kedua lengan Kesya sudah tak bisa digerakkan semaunya oleh sang pemilik, Kesya terpaksa menggigit bibirnya sendiri
"Aahhh" erangnya ketika Rangga meremas kuat puncaknya
"Kau masih kuat" gumam Rangga ketika Kesya masih saja berhasil menahan suara erangannya
"Ahh jangan.." pinta Kesya ketika jari Rangga sudah menyentuh intinya
"Rangga hemmhh" erangnya, membuat Rangga tersenyum menang dan semakin menggencarkan aksinya. Ia semakin mempercepat gerakan jarinya, membuat Kesya tak sanggup menahan suaranya lagi.
"Masa sudah kalah" ucap Rangga tersenyum miring ketika dirasakannya cairan keluar dengan deras dari milik istrinya, padahal itu baru jarinya saja yang bekerja
Kesya hanya bisa menggigit bibirnya ketika Rangga mempermalukannya "Aku tidak akan mengampunimu" bisik Rangga sensual sambil mengulum cuping telinganya, membuat wanita itu meliukkan tubuhnya menahan geli
"Ini pasti akan sakit" ucap Rangga ketika ia sudah bersiap untuk memasuki sarang yang sudah lama tak dikunjunginya, sudah pasti milik Kesya harus menyesuaikan dengan miliknya lagi
Kesya menekan kedua matanya kuat, ia meremas ujung sprai sebagai pengalihan rasa sakit pada intinya yang seakan diperawani untuk yang kedua kalinya
Rangga tak memberi kenikmatan yang memanjakan seperti seharusnya, ia malah melihat ekspresi kesakitan istrinya dengan puas, mulut pedasnya perlu diberi pelajaran
"Kenapa menangis sayang? bukankah ini yang kau mau?" Rangga mengusap buliran bening yang jatuh dari ujung mata Kesya
Rangga melepaskan miliknya dan menjauhkan tubuhnya. ia melihat tubuh telanjang istrinya yang terekspose
Perhatiannya seketika tersita ketika melihat Luka sayatan pada perut istrinya, mengalahkan pemandangan indah yang memanjakan dirinya.
Dengan perlahan Rangga menyentuh yang menjadi perhatiannya, membuat pemilik luka segera menyembunyikannya. Rangga menarik lengan istrinya yang menutupi bekas lukanya itu, ia menciumnya lembut.
"Bagaimana kau berpikir aku membenci tubuhmu karena luka ini?" gumam Rangga lirih "Bahkan luka ini membuat cintaku semakin dalam padamu. Lebih dari apapun, sekalipun itu nyawaku sendiri." lanjutnya
Pandangan Kesya mulai meremang ketika ciuman pria itu sudah merembet sampai pada intinya. Kesya menggigit bibirnya kuat, ia menahan kepala suaminya seakan meminta lebih dari ini.
Miliknya yang kembali menegang membuat Rangga segera menenggelamkannya lagi pada lubang sempit kenikmatannya, ia mengerang kuat ketika dirasakannya jepitan yang membuatnya berteriak sebagai melampiaskan kenikmatan yang dirindukannya
Kesakitan yang sudah berganti dengan kenikmatan ini membuat Rangga leluasa mempercepat gerakannya, semakin cepat dan gencar, sebagai pengganti hasratnya yang telah lama diabaikannya
Tak terhitung cairan kenikmatan yang sudah keluar dari tubuhnya, Kesya sudah terkulai lemas, tenaganya bagai terkuras habis
"Aku masih kuat" ucap Rangga tiba-tiba setelah 10 menit membiarkan istrinya betistirahat.
Kesya melenguh tak setuju "Bukankah kau menginginkannya?" goda Rangga yang kembali mengukung tubuhnya
Kesya berdecak, ia mendorong tubuh suaminya lalu bangkit dengan selimut yang membalut tubuhnya
Kesya meringis merasakan perih ketika ia hendak melangkahkan kakinya, ia terkuyung dan hampir terjatuh kalau saja Rangga tak sigap menangkap tubuhnya
"Kenapa kau keras kepala" gumam Rangga sambil menidurkan kembali istrinya
Kesya memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya dan kembali meneteskan air matanya
"Dengar.." bisik Rangga lirih
"Aku hanya tidak ingin sesuatu yang buruk menimpamu, kenapa kau tak mau mengerti? huh" lanjutnya
"Tapi sikapmu itu keterlaluan, menjagaku bukan berarti tak membiarkanku menjalankan tugasku sebagai istri" tutur Kesya sambil terisak
"Tapi demi kebaikanmu, buktinya selama ini aku tidak pernah macam-macam di luaran sana kan?"
"Kamu ini manusia, bukan malaikat ! mungkin kau akan bermain di belakangku, hanya saja itu belum terjadi"
"Kau masih tidak mempercayaiku?"
"Percuma ngomong sama kamu! pergi sana, aku tidak ingin bicara padamu" ucapnya final, Kesya berganti posisi untuk membelakangi suaminya
Rangga tak menurut, ia malah mengeratkan pelukannya ! "i love you i love you i love you.." ucapnya berulangkali
"Emm berapa kali aku ucapkan kalimat itu? apa kamu menghitungnya?" tanya Rangga pada Kesya yang tak bergeming
"Kalimat apa? aku tidak dengar apapun?" acuh Kesya singkat
"I love you" bisiknya lagi dengan menempelkan bibirnya pada telinga Kesya membuat si pemiliknya kegelian
"Jangan bohong, aku tak suka" ucap Rangga sambil menarik tubuh istrinya agar menghadap padanya lagi
"Apa tadi aku menyakitimu?" tanya Rangga dengan tatapan dalamnya, sedangkan Kesya membalasnya dengan memutarkan bola matanya. Yap, itu jawaban! harusnya Rangga paham dengan itu
"Itu hukuman karena kau mengucapkan kalimat yang tak ingin aku dengar" tekan Rangga
"Jangan pernah mengatakan perpisahan lagi ! dan jangan menuduhku macam-macam, aku hanya tidak ingin menyakitimu, itu saja" lanjutnya memperingatkan
"Tapi kalau tidak begitu kamu tidak ak.."
Cup
Rangga segera menyambar bibir yang terus mengelaki perkataannya itu
"Aku ingin lagi" bisik Rangga setelahnya
"Aku ngantuk" keluh Kesya sambil memeluk erat tubuh pria yang tak kenal lelah ini
"Jangan bohong.." protes Rangga
Cup
Kesya mengecup bibir Rangga singkat
"Besok lagi"
"Bukankah besok kita akan pulang?"
Kesya menggelengkan kepalanya dengan mata yang sudah terpejam "Aku ingin lebih lama disini" tuturnya sambil menenggelamkan wajahnya pada pelukan suaminya
•
•
•
TAMAT
Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih pada kalian semua yang mau menunggu dan setia dengan cerita ini.
see you di cerita selanjutnya ❤❤
Mohon maaf atas ketidak nyamanannya karena bab yang terulang dikarenakan cerita ini sudah dipindah publish ke aplikasi lain🙏 untuk info selanjutnya boleh berkunjung ke instagramku @Lovelyliy_ .. terima kasih ❤