Obsession Of Love

Obsession Of Love
KHODAM



Menjadi bagian dari keluarga yang agamis bukan lah hal yang menyenangkan, setidaknya bagi gadis ini. Fadilla Prisia menganggap hal yang Tuhan anugerahkan kepadanya ini sebagai sesuatu yang membebani.


Bukan tanpa sebab, ia hanya tidak bisa menjadi leluasa, terlalu banyak batasan yang sama sekali tak ia suka. Semua yang teman-temannya lakukan dengan suka-suka, tak pernah bisa ia tunaikan dengan mudahnya, karena selama ini, segala apa pun yang akan ia kerjakan, selalu lebih dulu memikirkan latar belakang keluarganya.


Seperti halnya sekarang, ia hanya bisa geleng kepala ketika teman segengnya diam-diam batal puasa. Bukannya tak mau, hanya saja kembali lagi dengan bebannya, bahkan hanya untuk meninggalkan shalat tarawih yang hukumnya sunah saja begitu berat untuk dilakukan, pengaruh keluarga mengekang kebebasannya untuk melenceng.


Dengan segala beban yang orang tuanya berikan sejak lahir, ia hanya bisa menelannya mentah-mentah. Tak ada satu pun manusia yang bisa meminta terlahir di keluarga yang bagaimana, atau lingkungan yang seperti apa, yang bisa Fadila lakukan sekarang hanya mengubur dalam-dalam keinginan, ia mampu berperilaku baik-baik saja di hadapan semua orang, bahkan cermin sekali pun, mungkin hanya Tuhan saja yang dapat tahu segalanya.


"Fadila!" panggil ayahnya. "Siap-siap! besok berangkat ke pesantren."


Pernyataan itu jelas membuat Fadila tertohok, ayahnya selalu membuat keputusannya sendiri, seolah kehidupan Fadila itu hanya miliknya, sampai tak perlu persetujuan dari yang menjalaninya.


Sungguh, ia tidak bisa berpura-pura lagi. Apa shalat setiap waktu dan mengaji setiap saat, tidak membuatnya merasa cukup? Fadila sering kali menentang keinginannya sendiri nya untuk mengikuti keinginan orang tuanya, tapi kali ini berlebihan, mana bisa ia hidup jauh dari ibunya selama berminggu-minggu?! mustahil.


"Apa harus?" sahut Fadila menimpali.


Pria paruh baya itu mengangguk, "Harus Abi jawab?"


Seperti biasa, Fadila tak lagi bisa berkata-kata. Kemarahan ayahnya bagaikan suatu yang harus dihindari siapa pun, selama ini tidak ada yang bisa menghadapinya, sekali pun ibunya sendiri.


"Kakakmu dulu juga sama, malah sekolahnya sambil pesantren," kata Ibu menambahkan.


Lihat! wanita itu sudah sang ayah dengan cara menenangkannya, bahkan sekarang Fadila sama sekali tidak mungkin bisa membantah, jangan tanya kenapa?! sebab tak ada siapa pun yang berada di pihaknya.


Kakak Fadila yang hanya satu-satunya sudah menikah dan sebab itu dia tidak lagi tinggal 1 rumah. Mungkin itu cara kakakknya untuk bisa keluar dari rumah rasa penjara ini. Harus kah ia menikah juga, agar bisa terlepas dari segala aturan?! tapi sayangnya usia Fadila masih belum memenuhi batas minimal. Tapi, bukankah hal semacam itu seperti halnya keluar dari kandang buaya, lalu masuk ke kandang macan? buktinya, gadis itu tetap diatur, hanya saja pengatur hidupnya berganti sosok.


Ketika lajang, diatur ayah. Setelah menikah, diatur suami. Apakah ruang gerak perempuan sesempit itu? Fadila ingin sekali mematahkannya, ia tidak mau menjadi seperti itu.


Libur sekolah seharusnya minggu depan, tapi ayahnya begitu keras, sampai ia rela menghadap kepala sekolah secara langsung hanya untuk meminta izin. Dan sekarang, teman-temannya sudah ramai menggodanya, menyebutnya sebagai sosok manusia jelmaan malaikat yang selalu berada di jalan yang benar.


Tak ada yang bisa Fadila lakukan selain menutup rapat kedua telinganya, teman-temannya begitu tahu ketidaksukaannya, tapi ketidaknyamanannya malah dijadikan bahan keseruan dalam obrolan mereka yang tak kunjung habis.


Terlihat bangunan kokoh di segala penjuru, posisinya benar-benar melingkar mengelilingi, berawal dari ujung gerbang sebelah kiri dan berakhir sampai di ujung gerbang sebelah kanan. Sama sekali tidak ada celah untuk keluar dari tempat ini.


Tak butuh waktu lama bagi lelaki yang mengantarkannya untuk kembali pulang, meninggalkan anaknya sendirian di tempat seasing ini. Kenapa ada manusia yang setega ini? bahkan tak ada sedikit pun raut wajah tak rela, Fadila benar-benar merasa dibuang.


Tak ada yang Fadila sukai dari tempat ini, semua terlihat norak dan ketinggalan jaman. Fadila memang berhijab, hanya saja gayanya selalu mengikuti tren, hak itu pula yang membuatnya bisa bergaul di berbagai kalangan. Mereka dapat menerima keberadaannya yang jelas berbeda karena Fadila mampu mengikuti standar. Tapi yang ia lihat sekarang, semua gadis yang ia lihat di tempat ini hanya membalut tubuhnya dengan kain yang dijait asal, tak ada hal selain hanya agar menutupi saja, sangat jauh dari versinya.


Sesuai dugaan, tidak ada yang menyenangkan dari hal ini. Keseharian Fadila hanya shalat dan mengaji saja, bahkan ini sudah jadi kebiasaannya di rumah, tidak perlu jauh-jauh kemari hanya untuk ini. Memang ada hak lain, semacam tambahan hafalan, juga ceramah-ceramah yang tidak begitu Fadila dengarkan, tapi tetap saja Fadila masih mencari jalan untuk bisa keluar dari tempat ini.


Sampai pada saat di mana Fadila tiak sengaja melewati sekumpulan orang yang sedang berdiskusi. Awalnya Fadila tak peduli, tapi kemudian sesuatu menariknya untuk lebih lama mendengarkan.


"Khodam?" gumam Fadila menelan ludah.


Inti dari pembicaraan yang gadis itu dengar diam-diam. Ilmu yang bisa menciptakan sesuatu untuk menolong pekerjaan, membantu kesibukan, dan mencari jalan untukku bisa keluar dari situasi ini. Ketidaksengajaan itu menjadi hal yang akhirnya Fadila sengaja melakukannya, ia ingin mengetahuinya lebih banyak.


Ini kali pertama Fadila mendengar sebutan yang langsung menarik minatnya saat pertama terdengar oleh telinganya, kalau saja ia tahu sejak dulu, maka Fadila akan mencari tahu banyak tentangnya sejak lama.


Fadila menarik kedua ujung bibirnya, akhirnya ia menemukan cara agar terlepas dari beban, sesuatu bisa menggantikan posisinya ketika ia mau, hal yang tak ia sukai semacam ini, waktunya bisa digantikan oleh sosok yang bisa ia suruh. Bukankah menguntungkan?


"Hidupku, aku siap membaginya dengan sesuatu yang tak nyata."



"KHODAM"


Genre : Horor, Misteri, Thriller


Karya ini sedang diikutkan lomba #ceritaseram, so minta bantuannya yaaa.. dukung aku♡ Simpan ke favorit, biar ada notif kalau update hehe jangan lupa komentar dan like nya juga❤