Obsession Of Love

Obsession Of Love
Wedding



Happy Reading ♡♡



"Udah selesai kan?? Tar turunin gue di kafe depan !" Perintah Kesya setelah keluar dari butik



"Mau kemana?" Tanya Rangga tanpa jawaban dari kesya



Kring .. kring .. Kesya mengangkat teleponnya


"Iya ini aku lagi di jalan" ucap Kesya dibalik ponselnya


"Kamu tunggu disana, jangan kemana-mana" lanjutnya penuh kelembutan



"Siapa?" Tanya Rangga ketika Kesya msnyudahi panggilannya



"Bukan urusan lo!" ketus Kesya tak perduli



Rangga segera membanting setir ke kiri untuk menghentikan mobilnya, ia merebut ponsel Kesya lalu keluar dari mobil yang segera ia kunci terlebih dahulu agar gadis itu tak bisa keluar dari sana.



"Nih" Rangga mengembalikan ponselnya seelah menyelesaikan urusannya



"Lo apaan sih? udah gue bilang bukan urusan lo!" protes Kesya



Tanpa menghiraukan amarah gadis itu yang masih berlangsung Rangga segera melajukan mobilnya kembali



"Pulang jam berapa nanti aku jemput" tutur Rangga



"Kesya" Panggil Rangga sambil menarik tangan Kesya yang akan segera berlalu tanpa berniat untuk merespon ucapannya terlebih dahulu



Kesya berdecak "Bukan urusan lo" ketusnya



"Ini udah sore, kalo jam 8 masih belum pulang aku bakal jemput paksa" ucap Rangga final



"TERSERAH" jawab Kesya dengan penuh penekanan dalam setiap ejaannya



__________________



"Sayang, lama ya?" sapa Kesya pada sosok pria yang menunjukkan wajah musamnya



"Tadi dianter siapa?" Tanya Reza posesif



"Oh itu sodara aku sayangg, kebetulan dia lagi mau keluar yah yaudah aku nebeng deh" bohong Kesya beralibi



Reza membawa Kesya ke rumahnya dengan alasan agar gadis itu tau dimana rumah pacarnya. Reza tinggal sendiri karena orangtuanya tinggal di luar kota untuk urusan bisnis.



Dalam kesempatan ini Reza berencana untuk memiliki kesya seutuhnya. Dengan membuat kekasihnya itu mabuk oleh alkohol hingga tidak sadar atas apa yang akan dilakukan Reza nanti



Sesampainya di rumah, Reza langsung melancarkan aksinya dengan menarik tangan Kesya masuk kedalam rumahnya. Reza sudah menyiapkan 5 botol minuman keras dan beberapa bungkus snack di atas meja ruang tamunya.



"Tapi aku ga minum Za" tolak Kesya



"Ayolahhh, minum sedikit gak akan kerasa kok" pinta Reza memelas. Dengan bersusah payah dan bermacam alasan akhirnya membuat Kesya mau menuruti permintaannya. Tanpa sadar ternyata Kesya minum terlalu banyak sampai di luar ekspetasinya yang tentu akan jadi sasaran empuknya



Reza mendorong Kesya yang sudah terlihat mabuk ke pangkal sofa lalu mencium bibir kesya halus. Reza mulai melumatnya lembut sampai bermain dengan liar.



Ciuman Reza mulai turun ke leher jenjang milik Kesya, tangan kasarnya mulai menggerayangi dada gadis yang sedang merasakan pening pada kepalanya akibat pengaruh minuman yang memang sudah terencana itu



________________



"Rangga? Kesya sama kamu? kok belum puang ya? ibu khawatir" tutur teman dari mama nya di balik ponsel



"Belum pulang?" gumam Rangga yang segera mengalihkan panggilannya kepada Kesya "Lo dimna?"



"Apa? Hah??" terdengar suara sayup milik Kesya



Tanpa pikir panjang Rangga langsung tancap gas mencari keberadaan Kesya dengan mencari titik koordinat pada ponselnya yang sudah ia sambungkan saat merebut ponsel gadis itu tadi siang



"Kurang ajar" geram Rangga ketika mendapati seorang pria yang sedang dipenuhi nafsu itu hampir menanggalkan pakaian calon istrinya.



Buggh


Tanpa ragu Rangga menghampiri Reza yang berani menyentuh miliknya. Rangga menghajarnya tak kenal ampun, karena pengaruh alkohol membuat Reza takbisa menandingi kebrutalan pria yang menghajarnya saat ini



"Rangga stop" teriak Kesya dengan langkah gontai nya "Lo gak punya hak !" Bentak gadis itu ketika Rangga menarik tubuhnya



Rangga yang sedang dibaluti amarah itu segera mengangkat Kesya ke atas bahunya, membuat Kesya berteriak dan memukul punggung pria itu sekenanya.



Tanpa terpengaruh apapun Rangga memasukkan wanita yang dipanggulnya ke dalam mobil miliknya dan segera tancap gas dengan kecepatan penuh.



"Lo itu ngapain mau dilecehin sama dia?" Bentak Rangga



"Jawab!!" bentak Rangga lagi karena tidak mendapati jawaban



"Dia pacar gue" jawab Kesya singkat. Kesadarannya mulai sedikit pulih dan dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia pun tak menyangka Reza akan melakukan hal ini padanya.



Jika Rangga tidak datang menyelamatkannya mungkin akan terjadi hal yang mengerikan yang akan mengecewakan orangtuanya, dan masa depannya akan hancur dan suram.



Rangga meminggirkan mobilnya lalu menginjak rem mobilnya mendadak "Gue itu calon suami lo Kesya, sebentar lagi kita menikah" Gertak Rangga



"Gue gak perduli!" jawab Kesya gusar. Sebab untuk saat ini otaknya sudah tak bisa dipakai berpikir dulu, ia sedang kalut



Rangga geram mendengar jawaban asal Kesya yang membuatnya semakin emosi. "Ternyata lo cewek murahan! Apa jangan-jangan lo udah gak perawan? Hah" sungut Rangga dengan menanggalkan jarak wajah keduanya



Plakk


Sebuah tamparan berhasil mendarat pada pipi Rangga



"Gue mau pernikahan kita batal" tegas Kesya.



Rangga tersenyum miring lalu segera membingkai wajah gadis itu dan memaksa untuk menciumnya.



Kesya meronta, memukul dada pria itu sambil menutup rapat mulutnya. Rangga mengangkat kedua tangan kesya Kasar dan memaksa agar kedua bibir itu menyatu



"Cihh" Rangga meludah kecil ke arah samping "Bibir lo bekas bajingan tadi" ucapnya yang segera kembali ke posisinya yang semula.



Kesya menatap Rangga penuh amarah lalu membuang tatapannya ke arah jendela yang ada di sampingnya. Gelap pekat tanpa cahaya lampu




"L-lusa? Maksud lo apa?" kaget Kesya



"Kalo lo berani nemuin laki2 bajingan tadi lagi ...."



"Pacar gue!!" potong Kesya menegaskan



"Gue gak segan-segan akan ngelakuin hal di luar dugaan lo! Paham?" tekan Rangga sambil mencengkram dagu Kesya lalu membuangnya kasar.



"Gak akan gue biarin milik gue disentuh oranglain! Siapapun itu" batin Rangga kembali melajukan mobilnya





Rangga POV



Gue enggan menjadi orang yang kesekian baginya, Jujur gue emang ga pernah punya pacar, tapi untuk sex gue sering mencurahkannya dengan wanita jalang hanya untuk memenuhi hasrat, Apalagi ketika pekerjaan yang sangat menguras pikiran, Sex pasti jadi pelarian utama yang bisa bikin pikiran jernih



Katanya jodoh itu cerminan diri?



Tapi kesya? gue gak rela kalau dia benar-benar sudah ternodai! atau dia memang sudah sering melakukan hal yang lebih dari kejadian kemarin?



Tubuhnya memang seksi dan akan membuat nafsu semua lelaki normal naik, wajar jika banyak yang mengidamkannya. Semoga saja gue orang yang pertama



Gue ga sabar buat ngebuktiin.


Masabodo dengan kebenciannya, Gue akan memaksanya agar dia bisa menerima kenyataan



Kesya POV



Nikah sama Rangga?


Gue takut dan memang belum siap untuk itu.



Apalagi sekarang gue tau kalau Rangga itu pemarah, gue takut.



Gue sayang sama Reza, tapi dia udah bikin gue kecewa dengan perbuatannya. Kalau saja malam itu tidak terjadi, mungkin pernikahan ini masih bisa ia hindari.



Kalau seandainya Rangga gak dateng, mungkin gue akann.. antara bersyukur dan menyesal atas semuanya



Acara pernikahan berlangsung khidmat diiringi tangis bahagia ayah dan ibuku. Sedangkan aku? Tidak dapat membayangkan apa yg akan terjadi setelah ini.



Acara ini hanya dihadiri oleh keluarga dan orang-orang terdekat saja, karena mengingat kalau acara pernikahannya dipajukan dengan waktu yang jauh dari yang direncanakan sebelumnya



.


.



Ceklek


Pintu terbuka



Kesya tersadar dari lamunan karena beberapa pelayan masuk untuk membantu melepaskan gaun pernikahan yang agak ribet kalau dilakukan sendiri.



Suasana menjadi sangat canggung ketika Rangga memasuki kamar pengantin, membuat para pelayan menghentikan aktivitasnya yg sedang membuka resleting gaun di punggung wanita ini.



Rangga menggedikkan dagunya untuk menyuruh semua pelayan keluar meninggalkan ruangan lalu segera mengunci pintu kamarnya ketika gadis itu turut mengikuti perintah yang bukan ditujukan padanya



Deg


Kesya berusaha menyembunyikan ketakutannya yang mulai menjalar



"Gue gak boleh nunjukin kelemahan gue" batin Kesya berusaha menguatkan dirinya



"Inget ya kita cuman nikah! lo ga usah mimpi buat dapetin hati gue!" Kalimat pertama yanh keluar dari mulut Kesya



Rangga tidak menjawab, ia menghampiri Kesya dengan menarik ujung bibir sebelah kanannya. semakin Rangga melangkah maju semakin Kesya melangkah mundur.



"Berhenti gue bilang! Atau gue akan.."


"Lo bakal ngapainnn Key?" lanjutnya dalam hati untuk mencari lanjutan kalimatnya yang terpenggal



"Lo mau teriak?? gak akan ada yang mau ganggu kita malem ini!" jawab Rangga santai



Kesya menggelengkan kepalanya sambil terus melangkah mundur sampai punggungnya menabrak dinding



"Are you still virgin?" bisik Rangga dengan mulutnya yang menempel pada daun telinga Kesya



Deru napas pria itu menyentuh kulit wajahnya, membuat pandangan Kesya hampir meremang.



Rangga meraih lengan Kesya lalu menaruhnya diantara kepala gadis itu



Rangga meraih tubuh Kesya lalu menjatuhkannya ke atas tempat tidur yang berhasil membuat Kesya kelabakan



Rangga POV



Pandangan gue gak pernah terlepas dari tubuhnya. nafas mulai tidak beraturan karena menahan gejolak yang sudah ia tahan sejak acara tadi



Tangan gue sibuk melepas paksa gaun yang ia pakai sampai beberapa bagiannya robek dan rusak lalu melemparnya asal



Kini terlihat tubuhnya, underware berwarna gelap membuat kesan semakin sexy. Gue mulai membawa kedua lengan yang masih berusaha untuk melawan itu untuk berada di atas kepalanya



Kesya mulai menitikkan air mata karena perlakuan gue yang mungkin terlalu kasar. Sebenarnya gue gak pernah ingin memperlakukannya seperti ini, tapi kalau gak begini maka gue gak akan dapat apa-apa



Tanpa buang waktu gue langsung membuka penutup bagian bawahnya lalu membuka celana gue yang masih melekat.



Tanpa basa basi dengan kenikmatan yang seharusnya gue lakukan terlebih dahulu



"Aaakkhhhh saa-kit Ranggaaaaa" erang Kesya seperti menahan sakit yang entah seperti apa rasanya.



Kepalanya menengadah keatas sambil menggigit bibir bawahnya menahan sakit. Pemandangan itu malah membuat gue semakin ingin gencar melakukan lebih



"Tunggu.."



Like dan Comment jangan lupa 😘😘