
Ting tong.. bel berbunyi
"Key buka pintunya cepatt!!" Teriak Erina yang masih bersiap-siap di kamarnya.
"Iyaa" turut Kesya sambil mematikan tv yang ditontonnya
"Om Reno dan tante Rindu kan ya??" Sambut Kesya mengakrabkan diri setelah menyalaminya
"Pasti ini Kesya ya?? Yaampun cantiknya pahh, Kesya udah besar sekarang" ucap Rindu yang langsung dibenarkan oleh suaminya
"Erinaaa... ya ampun, i miss you so bad !! sudah lama sekali kita gak ketemu, tambah cantik aja kamu" seru Rindu sambil bangkit dari posisi duduknya
"I miss you too.. kamu juga tambah cantik ! gak keliatan kalo udah punya anak bujang" Erina membalas pelukan sahabatnya yang sudah tidak pernàh bertemu selama 15 tahun itu.
"Beginilah kalau sahabat udah ketemu para suami terlupakan .. hahaha Key minumannya mana" canda Erwin menambah ramai suasana dengan gelak tawa semuanya
"Pah ko kamu biasa aja sih ketemu sahabat lama kamu?" Rindu melirik papa (Reno) dan ayah (Erwin) bergantian
"Terus kita harus cipika cipiki kayak mamah begitu?" Sahut Reno memancing tawa.
"Ini minumannya om .. tante .." Kesya menyimpan 5 gelas air putih lalu duduk di samping ibunya sambil memegang nampan.
"Oh iya ngomong-ngomong Rangga mana?" Tanya Erina kepada kedua sahabatnya itu.
"Dia masih ada kerjaan, pindah tugas dari London ke Indo itu banyak yang harus diurus, jadi ya kayaknya belum selesai" jawab Reno sambil menyimpan gelasnya.
"Iya Er.. padahal kami ke Indo udah dari minggu lalu tapi ketemu kami saja dia baru sempat kemarin lusa" jelas Rindu
"Oalahh, maklum ya.. orang sukses pasti sibuk" puji Erwin
"Nah gimana .. mau kapan kita pertemukan mereka? Agar langsung menjadwalkan pertunangannya." Tanya Rindu mulai membahas perjanjian mereka sejak masih remaja dulu
"Wahh siapa yang mau tunangan tante??" Tanya Kesya
"Ya kamu lah masa om sih" jawab Reno sambil tertawa
"Hah .. a-aku?" Melirik ayah dan ibunya penuh tanya
"Kita belum cerita sama Kesya, jadi dia masih gak tau" jelas Erina pada kedua sahabatnya
"Jadi gini, orangtuamu ini sudah bersahabat dengan kami sejak masih sama-sama pacaran dulu. Waktu itu, kami punya janji akan menjodohkan anak kami, agar persahabatan ini menjadi sebuah ikatan keluarga dan sekarang kami mau menepati janji itu." tutur Rindu menjelaskan secara rinci
"Kamu pasti seneng kalo ketemu Rangga!!" Ucap ibu mengelus rambut anaknya
"Waktu ibu melahirkan kamu, Rangga seneng banget, yeyy jodoh aku dateng .. gitu katanya" ucap Erina mengulas kenangan dulu
Tin .. tin .. suara klakson
"Pasti Reza" gumam Kesya
"Semuanya.. aku keluar dulu sebentar yaa!" izin Kesya meninggalkan ruangan
"Reza??" Tatapan Rindu mengikuti langkah Kesya bertanya-tanya
"Makanya aku mau perjodohan ini dipercepat Du. Aku gak suka Kesya deket sama lelaki itu." Ucap Erina merengut
"Iya aku setuju, kita percepat!" dukung Reno menyetujui
Mobil
"Hai .. Mau kemana kita hari ini?" Sambut Reza membukakan pintu mobil.
"Kita ke kafe biasa aja" jawab Kesya sambil menampipkan senyum khas andalannya
"Udah aku bilang, kamu jangan senyum!" Ucap Reza yang tiba-tiba serius
"Kenapa?"
"Takut kangen terus!!" goda Reza mengeluarkan jurus gombalnya sambil mengangkat dagu Kesya yg membuat wajah pacarnya memerah menahan malu
Cup
Reza mengecup bibir Kesya lembut, membuat gadis itu melebarkan kedua matanya karena terkejut
Reza memegang kedua sisi pipi Kesya lalu mengecupnya lagi, ia melumat bibir yang sudah menggodanya sedari tadi
Kesya menutup matanya kuat, bibirnya pun ikut menutup tidak siap menerima ciuman pacarnya ini
Reza menggigit bibir bawah gadis itu agar mulutnya sedikit terbuka. Reza mulai memasukan lidahnya kedalam, mengabsen setiap sudut yg ada di rongga mulutnya.
Tangan kesya yang meronta kini digenggam Reza kuat dan terus memagutnya sampai hampir kehabisan napas.
Cerita ini sudah dipindah publish ke aplikasi ******, terima kasih.