Obsession Of Love

Obsession Of Love
Rion



Masalah investor telah teratasi berkat Rion yang menyukaiku, tapi buruknya sekarang aku berada dalam masalah baru, kehadiran Rion di kantor dan kedekatan aku dan Alham membuat sebagian atau bahkan seluruh karyawan di kantor berpikir kalau Rion adalah anak aku dengan Alham. Mungkin jika hanya masalah gosip saja aku tidak akan masalah hanya saja, jika gosip ini sampai ke telinga kak Alex itu akan jadi masalah yang berbeda.


"Azia, aku pulang duluan ya, nanti ada supir yang jemput kalian" Ucap Alham yang baru masuk ke ruangan ku.


Mataku yang tadinya fokus ke dokumen pun teralih dan menatap tajam kearah Alham yang berdiri diambang pintu.


"Bukan aku sudah bilang kalau kita pulang sekalian, lagian kenapa kamu pulang lebih awal dari aku. Apa kamu lupa siapa yang Direktur di sini?"


"Tentu saja tidak, hanya saja.... kamu tau kan sejak Rion di perusahaan, ada begitu banyak gosip tentang kita bertiga jadi aku tidak..."


"Kamu hanya alasan, bilang aja mau pulang cepat dan tidak mau ikut menggerus Rion, kan?"


"hehehe .." Alham tertawa kecil dan menggaruk bagian lehernya, pertanda kalau rencananya ketahuan.


"Ayolah, hari ini aku capek banget, males banget nunggu kamu selesai, kalau di tunggu palingan pulang pasti jam 6, semua orang dah pada pulang, tinggal kita doang nih! AZIA, tolong dong kasih keringanan, aku kan sudah melakukan semua perintah mu, bahkan aku membuang waktu makan siangku yang berharga hanya untuk menjaga Rion."


"Dih, kan kamu yang bilang akan bantu waktu itu, tanggung jawab dong sama omongan sendiri. Yaudah, gini aja, kasih aku 15 menit, aku akan siapkan semua pekerjaan ini, lalu kita pulang, oke!"


"Heumm.... oke deh."


Alham pun masuk dan duduk di dekat Rion yang masih tertidur pulas di sofa setelah lelah bermain seharian dengan Alham.


*


*


Author POV


15 menit kemudian, Azia masih membereskan barang-barangnya, sedangkan Alham dengan wajah kesal terus menatap Azia dari sofa.


"Berapa lama lagi sih?" Tanya Alham yang masih dengan nada kesalnya yang cukup kentara.


"Ni udah siap kok, aku cuma beresin berkas diatas meja dan... dah kelar, ayo pulang!"


"syukur deh" ucap Alham sambil bersiap menggendong Rion yang masih tertidur pulas.


"Rion ikut ke rumah kamu kan?" Tanya Alham untuk mengkonfirmasi tempat tinggal Rion selama dititipkan pada mereka.


"Ya iyalah, kalau bukan rumah ku, terus rumah kamu gitu? Dia kan di titip ke aku ya pasti tinggal dengan ku lah. Dari pada ngobrol terus, mending percepat langkah mu, katanya mau pulang tapi malah ajak ngobrol di sini. Udah yok jalan"


"Iya, ni juga mau jalan" Jawabnya kesal.


Ketiga orang tersebut pun masuk ke lift.


"Azia, apa masalah Rion sudah kamu diskusi dengan Alex?"


"Diskusi? Buat apa? Lagian Rion akan tinggal dengan ku selama 3 hari aja dan kak Alex mungkin akan jarang pulang selama beberapa hari karena dia akan fokus pada pekerjaan sekarang, beberapa waktu lalu dia sering absen jadi, sekarang dia sedang menebusnya"


"Hem, aku harap kehadiran Rion tidak jadi masalah baru lagi di hubungan kalian, capek banget urus masalah rumah tangga kayak kalian, moga aku tidak mengalami nya" ucap Alham sebelum keluar dari lift dengan langkah yang sangat cepat dan meninggalkan Azia yang ia duga akan murka padanya.


Sementara itu Azia yang berjalan santai di belakang malah memikirkan candaan Alham dengan serius. Saat sedang berpikir keras tiba-tiba seorang pria tinggi, putih berjas putih dengan baju kemeja biru muda berdiri menghalangi langkah Azia.


"Kak Alex" Ucap Azia kaget.


......................