Obsession Of Love

Obsession Of Love
EPILOG



Happy Reading ♡♡♡



"Maaahhhh" rengek Arion lagi


Kesya menghambuskan nafasnya lemah, ia tak bisa menolak permintaan anak sulungnya ini.


"Tapi sebentar ya??" ucap Kesya membuat perjanjian, membuat Arion mengangguk semangat.


Kesya meraih ponselnya yang ada di atas meja, lalu menekan salah satu nomor pavorite dalam riwayat panggilannya


"Arion minta pergi" izin Kesya


"Sebentar aja yaaa, janji gak lama ko" rengek Kesya lagi


Kesya kembali menghela napasnya, Rangga tak mengijinkannya pergi karena memang flu sedang melanda tubuhnya, walaupun itu tidak terlalu parah tapi mana mungkin papa anak 2 itu membiarkannya pergi??


Kesya kembali menekan salah satu kontak yang ada pada ponselnya


"Na lo sibuk gak?"


"Eh Rob, Diana mana??" Kesya membulatkan kedua matanya sempurna ketika mendengar penuturan pria dari balik teleponnya itu


Kesya segera meraih tas selempangnya beserta Arion yang masih menampilkan tatapan penuh harapnya


_______________________


"Rob gimana??" tanya Kesya menghampiri seorang calon ayah yang sedang berdiri di depan ruangan operasi


"Lancar Key" jawabnya dengan wajah sumringah


"Anak gue cowok, sekarang Diana masih diurus perawat di dalem" lanjutnya


Kesya bisa bernafas lega, ia menjatuhkan bokongnya pada kursi tunggu


"Silahkan masuk pak, sudah selesai" ujar suster yang keluar dari ruangan di depannya untuk mempersilahkan masuk


"Dianaaaa" sapa Kesya segera memeluk tubuh yang terbaring lemah di ranjangnya penuh haru


"Eh jagoan tante kesini, salim dulu sayang" sapa Diana pada Arion yang sama sekali tak melepas pegangannya pada tubuh ibunya


"Sayang, salim dulu sama tante Diana" pinta Kesya pada anaknya yang malah merengut menampilkan keberatannya "Mama bohong" ucapnya tiba-tiba


"Ehh .. kok ngomong gitu sih? ini kan tante Diana punya adee tuh mau liat gak?? lucu tuhh" tutur Kesya berusaha menghibur anaknya


Melihat Arion yang sama sekali tak merubah ekspresinya, membuat Kesya kembali melenguh


"Arion minta main ke taman kota" adu nya pada dua orang yang terheran melihat anaknya


"Rangga gak ngijinin" lanjutnya lagi


"Kita tunggu papa ya, sebentar lagi papa nyampe" ucap Kesya lagi mencoba memberi pengertian


Cklek


Orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, beserta gadis kecil di pangkuannya


"Ko kamu ninggalin Alysa gitu sih? kan aku bilang tunggu aku pulang" protes Rangga


Kesya tak menghiraukan penuturan pria itu, atau argumennya akan bertambah panjang.


"Sini sayang" Kesya segera mengambil alih anak gadisnya "Tadi Alysa nangis kah??" tanya Kesya pada anaknya yang kedua matanya terlihat sembab


"Aku gak suka.."


"Iya iyaa maaf.." potong Kesya


"maafin mama ya sayang" ucapnya lagi pada Alysa lalu memeluknya erat


"Eh Rob .." sapa Rangga pada pemeran utamanya. Yahh mereka sudah memaklumi kalau pria itu selalu saja mendahulukan urusannya dengan sang istri tercinta. Kapan dan dimanapun, dalam keadaan genting sekalipun


"Wuahhh ko gantengnya mirip gue sih Rob" goda Rangga ketika mencoba mengambil alih untuk memangku bayi dari papa nya itu


"Sialan" sungut Roby dengan tawa tak ikhlasnya


"Arion" gumam Kesya yang tersadar bahwa anaknya tak ada di sampingnya


"Rangga Arion kemana?" keluhnya lagi yang mulai panik.


"Loh bukannya tadi disini?" heran Rangga bertanya balik


"Kamu tunggu disini sebentar ya sayang" Kesya menurunkan Alysa dari pangkuannya lalu segera keluar dari ruangan


"Arionnn" panggil Kesya sambil mengabsen tiap sudut yang ia lalui


"Arioonnn" panggilnya lagi sedikit meninggikan intonasi suaranya. Tak menemukan titik terang, Kesya pun segera bertanya pada orang-orang yang berlalu lalang dengan menyebutkan berbagai ciri khas dari anaknya


"Mama.." gumam Arion melihat ibunya yang terlihat panik di ujung koridor rumah sakit


Kesya menghentikan langkahnya ketika tangan kecil memeluk perutnya dari arah belakang "Arionn" gumamnya pelan


"Mama kenapa?" ujar suara kecil itu


"Arion .. sayang" Kesya segera merengkuh tubuh anaknya lalu menghujani wajahnya dengan ciuman, ia segera memeluk erat tubuh pria kecil itu "Kamu kemana aja sayang?? jangan bikin mama khawatir" tuturnya membingkai wajah Arion


"Kenapa mama nangis?" Arion mengusap butiran kecil yang hampir terjatuh pada sudut mata indah ibunya


"Tadi Arion mau pipis, kan mama lagi gendong Alysa" jelas Arion


"Kenapa gak bilang? huh"


"Maaf mah" sesal Arion menundukkn kepalanya


Kesya menggelengkan kepalanya, ia yang salah, ia sangka Arion marah padanya sampai-sampai pergi tanpa memberi tahunya.


"Sayang.." panggil Rangga yang baru saja menemukan istrinya, ia menghembuskan nafasnya lega "Arionnnn" keluhnya


"Kalau pergi bilang dulu, jangan begini! mama kamu jadi kuatir gini kan?" jelas Rangga


"Arion gak salah, aku yang parno" bela Kesya


"Arion tadi lagi kesel, aku kira dia marah jadinya pergi gitu aja"


"Iya mangkanya.."


"Kamu apaan sih?? udah aku bilang aku yang salah" tekan Kesya lagi dengan memeluk tubuh kecil anaknya


"Okee.. papa yang salah, maafin papa ya mahh" tutur Rangga guna mengembalikan mood istrinya


"Kenapa baru nyadar?" ketus Kesya


"What the ****" sungut Rangga dalam hatinya. Padahal itu hanya salah satu cara agar meleburkan kekesalan istrinya, kenapa musti dibenarkan??


"Okee.. jagoan papa mau kemana sih emangnya?" Rangga berjongkok menyetarakan tingginya


"Arion mau ke taman, kata mama harus nunggu papa dulu" jelas Arion mengeluarkan unek-uneknya


"Ke taman? tuh disana juga taman" tunjuk Rangga ke arah belakang anaknya, menunjuk taman rumah sakit yang mungkin kalau saja punya mata batin pasti banyak yang tak kasat mata ditemukan disana


Arion mendesah "Papaaa.." keluhnya


"Hahahaha" Rangga mengacak-acak rambut anaknya yang klimis dan tentu saja dapat protes dari ibu yang mendandaninya sedemikian rupa "Okee kita pergi" putus Rangga segera memangku anaknya yang sudah memudarkan wajah musamnya



Arion hanya membuntuti adiknya sejak tadi, ia serasa jadi penjaga disini. Ia menyesal, ternyata taman ini tak bisa membuatnya senang seperti 2 tahun lalu


Arion mengedarkan pandangannya, dan rata-rata yang ada disini memang anak perempuan walaupun banyak yang seumuran dengannya tapi hanya dia satu-satunya anak lelaki adapun yang lain masih seumuran dengan adiknya


"Kenapa banyak sekali orang" keluh Arion. Ia mulai duduk di ayunan yang bersampingan dengan yang dinaiki Alysa.


"Kaaaakkkkk.." panggil adiknya yang tanpa disadari sudah berada jauh dari posisinya, membuat Arion segera memutus kontak mata dengan yang membuatnya tertegun


"Alysaaa" panggil Arion kesal. Adiknya malah ikut bermain bola dengan beberapa anak lelaki yang dibuat terganggu oleh kedatangannya


Alysa berantusias ketika bola itu melambung jauh keluar dari taman. Alysa segera berinisiatif  untuk mengambilnya


"Bodoh" kesal Arion yang masih terus mengejar langkah adiknya yang semakin cepat dan semakin jauh dari jangkauannya


Arion tertegun ketika melihat sebuah insiden mengerikan terjadi tepat di depan matanya sendiri. Ia hampir kehilangan adik nakalnya, kalau saja tak ada yang menyelamatkannya.


2 Tahun Kemudian



"Maaahh" panggil Arion seperti biasanya ketika pulang sekolah


"Iya sayangg mama disini" langkah Kesya terhenti ketika sepasang tangan melingkar pada perutnya


"Arion udah besar" keluh Rangga yang merasa kasih sayang istrinya semakin berkurang


Kesya tak bergeming, ia membiarkan posisi suaminya yang semakin sering cemburu pada anak sulungnya itu.


Arion terpaku melihat kedua orangtuanya yang menempel satu sama lain, ia menyimpan tas gendongnya di atas meja bundar yang ada di hadapannya


"Rangga, lepasinn" keluh Kesya melepaskan lingkaran tangannya. Ia paham, memang anak dan papa ini selalu saling cemburu satu sama lain


"Arion mau pindah sekolah" ucap anaknya ketika kedua orang tuanya sudah menyudahi posisi intimnya


"Loh kenapa?" tanya Kesya penasaran


"Pokoknya mau pindah" tekan Arion lagi


"Iya tapi kasih tau dulu alasannya" pinta Kesya


"Ada yang jahatin kamu?" tanya Rangga ikut mengintogerasi, membuat Arion segera menggelengkan kepalanya


"Terus kenapa?"


"Ya pokonya mau pindah pahh" kukuh Arion tanpa mau memberi penjelasan


"Kalau gak ngasih alasan yang kuat, papa gak akan nurutin permintaan kamu" tegas Rangga kembali membuka koran bacaannya


"Kalau gitu Arion gak mau sekolah lagi" tegas Arion tak mau kalah


Rangga kembali menghentikan aktifitasnya "Kamu ancem papa?"


"Bukan, Arion memang gak mau sekolah lagi kalau gak pindah"


Kesya mengelus bahu suaminya yang sudah kehabisan kata-kata "Memangnya Arion mau pindah kemana?" tanya Kesya mencoba mengindahkan kemauannya


"Ke SD Pelita Harapan" ucapnya antusias


"Sayang, gak bisa dong! Arion harus belajar bertanggung jawab. Kalau gak ada alasan yang kuat kita gak akan menuruti permintaan mengada-ngadanya itu" protes Rangga


"Dengerin dulu.." pinta Kesya menenangkan suaminya


"Kenapa mau pindah kesana?"


"Mau pindah aja" jawabnya singkat


"Harus ada alasannya dong sayang, coba Arion mau pindah karena apa?" pinta Kesya


Arion menyangga dagu dengan kedua tangannya, seolah sedang memikirkan alasan apa yang harus ia buat


"Karena Arion suka aja sama sekolahnya" jawabnya asal


"Sekolah kamu sekarang kan jauh lebih bagus. Lagi pula SD Pelita Harapan jaraknya lebih jauh, nanti kamu capek kalau sekolah disana" jelas Kesya


Arion menggelengkan kepalanya "Arion gak akan capek, Arion janji" ucapnya sambil membentuk peace oleh jari tangannya


"Kasih papa satu hal yang bisa buat papa setuju" pinta Rangga sambil menyangga dagu nya, sama persis dengan apa yang dilakukan anaknya


"Arion gak akan keberatan kalau papa meluk mama kayak tadi lagi" ucap Arion


"Deal" putus Rangga menyetujui, membuat Arion kesenangan lalu segera memeluk tubuh pria dewasa itu


"Rangga .. apa-apaan sih?" protes Kesya


Rangga hanya menggerakkan kedua alisnya dengan cepat, yah mau dikata apa lagi?? Ia tak mungkin menyalahi senyum anaknya itu. Senyum termahal yang pernah ia temui


Kesya sendiri selalu tersenyum pada siapapun, termasuk pada orang yang paling ia benci. Yahh bisa disebut sebagai fake smile


Rangga?? ia tak pernah sehari pun tak mendapat senyuman dari pria itu. Tapi bukan hanya padanya, di dunia ini Rangga tak memberi senyumnya hanya pada 2 orang : pada Reza, mantan pacarnya dan pada Radit, kakaknya sendiri.


"Makasih pah" ucap Arion sambil mengecup kedua sisi pipi milik Rangga


Ini pertama kalinya Arion memberi senyumnya pada Rangga, ayahnya sendiri. Padahal Arion selalu dimanjakan oleh Rangga, mengingat Arion merupakan hal terindah yang mereka dapatkan pertama kali sebelum akhirnya disusul dengan kehadiran adiknya.


"Aishh itu papa Alysaaaa" protes adiknya yang baru saja menghampiri sambil mengucek mata kecilnya, sudah pasti ia baru saja bangun tidur


Mendapat protes dari gadis kecil itu membuat Arion segera melepaskan pelukannya.


"Pacar papa sudah bangun rupanya?" sapa Rangga segera meraih tubuh gadis kecilnya


"Kalau begitu mama jadi pacar Arion" pungkas Arion memeluk perut Kesya, membalas perlakuan papa nya


"Ehh gak bisa gitu dong" protes Rangga


"Biarin" kukuh Arion mempererat pelukannya


Kesya hanya terkekeh melihat tingkah laku kedua pria yang sedang sibuk berargumen memperebutkan dirinya.


Sungguh bahagia yang tak terkira "Semoga perasaan ini berlangsung selamanya" gumam Kesya


Cup


Rangga mengecup lembut bibir istrinya, membuat Kesya yang tak sadar akan itu sedikit terkejut


"Akan aku usahakan untuk terus begini" tutur Rangga dengan senyuman yang biasa ia berikan


Senyuman yang selalu menghiasi hidupnya, mengisi kekosongannya, membunuh kerapuhannya, menguatkan segala harapannya. Harapan untuk selalu memiliki senyumannya selama ia hidup, walau sampai pada kehidupan selanjutnya, jika itu memang benar-benar ada.


T.A.M.A.T


Senang??


Maka jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya yang banyaakkkkkkkk 😌 oh ya aku ada kabar gembira lagi.. ternyata cerita ini ada sequelnya ?? hohooooo adakah pernah tersirat sedikit harapan akan hal itu? melihat Arion dan Alysa tumbuh dewasa, lalu Kesya dan Rangga yang menua 😂😂



"ARION" Obsession of Love 2


Mohon maaf atas ketidak nyamanannya karena bab yang terulang dikarenakan cerita ini sudah dipindah publish ke aplikasi lain🙏 untuk info selanjutnya boleh kunjungi instagramku @Lovelyliy_ .. terima kasih ❤