
"Lusa aja gimana pah mah om tante?" Usul Rangga tiba-tiba dengan wajah tanpa beban, membuat Kesya yang mendengarnya kembali tersedak dengan minumannya
"Si cowok stres" geram Kesya mengatainya dalam hati.
"Kamu serius sayang?" Tanya Rindu
"Emang kapan Rangga bercanda mah? ini kan bukan main-main" tutur Rangga meyakinkan
"Kalau ngomong dipikir dulu mangkanya, mana ada orang mutusin tunangan segampang dan secepat itu?" timpal Kesya
"Ide yg bagus Rangga, om suka kamu tegas!" Ucap Erwin
Kesya melebarkan matanya , kenapa ayahnya begitu gampangan?
"Lagian kan lebih cepat lebih baik" ucap Erina menambahkan, yang sontak membuat anak gadis itu taj dianggap ada oleh kedua orangtuanya
"Oke. Jadi acara pertunangannya lusa" Tegas Reno memutuskan
"Gak ada yang nanya pendapat gue?" batin Kesya yang segera berlalu meninggalkan meja beserta orang-orangnya
"Key .." panggil ibunya
"Biar aku aja nyusul Kesya, tan" ucap Rangga yang segera mengejar gadis itu
"Apa sih?" kesal Kesya yang sudah tertahan oleh cengkraman kuat pada tangannya
"Lo kenapa?"
"Lo yang kenapa? pakek nanya lagi" ketus Kesya

"Gak usah so akrab!" Kesya menepis tangan pria yang memegang erat kedua bahunya
"Kehadiran gue gak dibutuhin disini! Gak ada yang nanya pendapat gue. Lagian emang gue bakal setuju sama perjodohan ini? Hah?? ENGGAK! Apalagi ketika tau kalo orangnya itu lo" Cerocos Kesya mengeluarkan segala unek-uneknya
Rangga mendengarkan penuturan gadis yang cepatnya seperti saat ia mengebut kalau bawa mobil itu dengan seksama.
"Gue juga gak mau. Tapi gue ngelakuin ini karena pengen bikin orangtua gue seneng aja." jawab Rangga
"Balik lagi kesana, nanti mereka nyariin." ajak Rangga
"Kenapa lelaki ini bisa bikin gue ak bisa berkata-kata lagi?" batin Kesya
Kesya adalah gadis yang susah dibujuk, kalau marah harus didiamkan beberapa lama lalu baru bisa diajak bicara lagi. Tapi kali ini? ini aneh
Rangga POV
Sebenarnya ksedihanmu tak membuatku senang! Tapi hanya dengan cara ini aku bisa bersamamu lagi!
Selama 15 th kita terpisah tapi tidak satu momentpun yang aku lewatkan. Kabarmu selalu jadi prioritasku, walau hanya lewat foto yang dikirim orang-orangku. Dan sekarang kau ada di hadapanku saat ini, You are mine key ! Must be mine !
Keesokan harinya
Di kampus
"What the ****!! Jadi lo lagi mau dijodohin sama orang yang tabrakan sama lo di mall? dan ternyata orang itu adalah bagian dari masa kecil lo?" simpul Diana yang merasa takjub dengannya.
"Ssstt .. gak usah keras-keras, itu diliatin orang!" protes Kesya membungkam mulut comel sahabtanya itu.
"Upss sorry .. habis gue speechless sih sumpah" kekehnya sambil melirik sekitar
"Gue gak bisa nolak permintaan ayah sama ibu, tapi berat juga buat nurutin mereka..Gue bingung!!" keluh Kesya mengusap wajahnya kasar
"Kok bingung sih ? ah lemah lo! Kalo gue sih setuju aja ajrr orang udah ganteng, keren, tajir, pokoknya sempurna banget hidup gue kalo jadi lo Key." tutur Diana berargumen sambil mengangkat kedua tangannya untuk menyangga dagu miliknya, dengan khayalan yang beterbangan di atas kepalanya.
Kesya segera meraup bibir yang sedari tadi tak kunjung berhenti bergerak itu
"Kalo gue jadi lo, gakan gue kepikiran Reza lagi. Cowok yang modal so kecakepan itu? ieww.. toh gue udh dapet yang lebih dari dia kan?" Ucap Diana memaksa tetap bersuara untuk menambahkan argumennya
"Matre lo dasar! Gue kan setia"
"Gue ga munafik Key. Cuman cewek oon yang nolak cowok kayak Rangga!!"
"Maksud lo gue begok? Enak aja! Lagian dia sempurna karena lo belom tau aja dalemnya kayak gimana, siapa tau busuk!" Kukuh Kesya tetap pada pandangannya.
Cerita ini sudah dipindah publish ke aplikasi ******, terima kasih.Untuk info lebih lanjut follow instagram: @Lovelyliy_