Obsession Of Love

Obsession Of Love
Tak terduga



Baru juga sampai di sekolah, belum duduk atau ambil napas, eh malah udah di panggil aja ke kantor. Jam pertama kami tidak masuk dan hanya di beri tugas untuk di kerjakan hari itu, anehnya aku bukan ketua kelas tapi, aku selalu jadi orang yang mengurus hal-hal semacam itu untuk kelasku.


“Hai Azia!” Pika menghampiriku. “Kamu habis dari ruang guru lagi?”


“Ya gitulah, mau gimana lagi udah kayak tugas rutin aku aja!”


“Sabar sabar! Jadi tadi kamu di suruh apa?”


“Nih tugas, ayo cepat ke kelas dan selesaikan semuanya biar aku lega”


Saat masuk ke kelas suasana terasa aneh, mereka menatapku dengan tatapan aneh dan aku tidak mengerti apa maksud dari tatapan itu.


“Hari ini kita tidak masuk, kalian kerjakan tugas dan kumpul sebelum bel!”


Aku mulai menulis di papan tulis tapi mereka hanya terdiam dan hanya menatapku dengan tatapan aneh dari sejak masuk.


“Yang telat kumpul akan di kurangi poinnya!” Tegas ku pada mereka sambil melanjutkan menulis soal di papan tulis.


Sesuai dugaan ku mereka akan lebih cepat bergerak saat mendapat beberapa tekanan, aku cukup memiliki kemampuan untuk menekan mereka walaupun sebenarnya tidak ada pengurangan poin meskipun mereka telat mengumpulkan tugas. Ketika bel berbunyi mereka bukannya mengumpulkan tugas padaku tapi malah mengumpulkan tugas di meja depan dan langsung keluar kelas.


“Ada apa sih dengan mereka?”


Aku mengambil tugas itu dan mengantarkannya ke ruangan guru, saat aku kembali ke kelas tidak ada orang jadi aku memutuskan untuk ke perpustakaan. Aku masih bingung dengan apa yang terjadi pada teman-temanku dalam sehari, aku memang sering menghabiskan waktu di kantor atau perpus tapi, aku tidak memiliki hubungan buruk dengan teman sekelas ku. Aku mencoba belajar tapi, aku masih saja kepikiran dengan ekspresi aneh anak-anak kelas saat melihat kearah ku, mereka benar-benar mengganggu konsentrasi ku.


“Hai! Ngapain bengong!” Andi mengagetkan aku yang sedang bengong.


“Aku gak bengong kok, aku cuma lagi mikir aja! Eh, tumben di sini?!”


“Ya terpaksa karena ada tugas, udah dari pada bengong gak jelas mending bantu aku kerjain tugas nih”


“Kumpulnya kapan?”


“Minggu depan”


“Lah, kenapa gak besok aja ngerjainnya?!”


“Kalau nunggu besok aku lupa, terus gak di kerjain dan pastinya aku bakalan kena hukuman.”


“Terserah deh, sini biar aku yang kerjain!”


“Beneran?”


“Kalau gak mau yaudah!”


“Eh, nih!” Andi tersenyum bahagia karena tugasnya aku yang kerjakan.


Aku mengerjakan tugas Andi dengan cepat karena aku ingin mendiskusikan masalah yang terjadi hari ini padanya.


“Nih, udah! Andi, aku mau tanya sesuatu sama kamu, apa kamu mendengar rumor aneh tentangku di sekolah?”


“Rumor soal apa? Kayaknya gak ada deh”


“Kamu yakin?”


“Eh, gak tahu juga sih tapi, setahu aku gosip yang beredar cuma masalah kedekatan kita doang kok! Karena banyak teman kita yang sekolah disini jadi gosipnya cepat menghilang”


“Kalau gitu apa masalahnya sama anak kelasku?”


“Memangnya anak kelas kamu kenapa?”


“Gak tahu tuh, tiba-tiba aja mereka bersikap aneh, kayak melihatku dengan tatapan penuh kekesalan dan kebencian tapi, aku cukup yakin kalau aku tidak melakukan hal buruk ke siapapun kok.”


“Kalau gitu sebelum bel berbunyi gimana kalau aku bantu kamu menyelesakan masalah antara kalian?”


“Eum, okelah dari pada aku kepikiran terus”


Akhirnya aku dan Andi pergi ke kelas dan saat kami sampai aku di siram dengan air dan di taburi dengan serbuku coklat.


“Selamat ulang tahun, Azia!” Ucap mereka sambil membawa kue kearah ku.


“Kalian! Aku pikir kalian semua marah padaku” Aku benar-benar terharu, di saat aku sendiri tidak mengingat hari kelahiranku mereka semua malah mengingatnya dan merayakannya.


“Mana mungkin kami marah pada kamu, lagian kami melakukan itu supaya kamu terkejur dan ini hadiah dari kami semua”Ririn memberikanku sebuah kotak yang cukup besar


“Ini serius buat aku?”


“Iya, tapi nanti bukanya pas udah tiup lilinnya.”


“Tiup lilin, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga” Ucap teman-teman sambil tersenyum kearah ku.


Saat akan meniup lilin, Andi sialan malah merebut kue itu dan menempelkannya di mukaku, aku sangat kesal dan mengejarnya. Untungnya pintu kelas sudah di kunci dan kami semua bermain lempar kue sepuasnya hingga jam terakhir, ternyata semua telah di rencanakan dan sudah mendapatkan persetujuan dari guru. Aku sangat bahagia meski tidak bisa meniup lilin karena ulah Andi, tapi aku baru sadar kalau aku benar-benar tidak pernah sendirian lagi, aku punya banyak orang yang memperdulikan aku, semua cinta yang lebih dari harapanku. Setelah membuat kekacauan di kelas kami semua bergotong royong membesikahan itu semua termasuk Andi yang di larang keluar sebelum kelas bersih.


“Teman-teman makasih banget ya buat hari ini”


“Iya sama-sama, lagian kamu juga udah sering bantu kami belajar dan bantu kami saat kami susah”


“Semuanya sudah selesai, sekarang ayo kita pulang, kalau gitu Azia jangan lupa buka kadonya nanti, ya!”


“Siap!”


“Jangan coba-coba!” Aku menarik bajunya hingga dia tidak bisa berlari dariku.


“Eh, lepasin Azia! Aku harus pulang!”


“Gak bisa! Kamu udah buat baju aku kotor dan sekarang mau pulang sendiri, mimpi! Ayo anterin aku!”


“Kalau gitu lepasin dulu bajuku!”


“Ya aku lepaskan tapi, mana hadiah untukku?”


“Um itu, ah ...”


“Kamu lupa?”


“Mana mungkin he-he-he, kita udah sahabatan lama, mana mungkin aku lupa” Dia membuka tasnya dan mencoba mencari sesuatu.


“Eh itu, Azia. Sepertinya hadiahnya ketinggalan”


“Ketinggalan apa emang gak ada?!”


“Benaran kok ada tapi, ketinggalan di rumah”


“Kalau gitu, ayo kita ke rumahmu!”


“Eh jangan, kamu kan masih kotor kena kue, mendingan kamu pulang aja ke rumah terus mandi… Eh itu pacar kamu jemput”


“Jangan mengalihkan topik!”


“Eh benaran kok tu dia nunggu di pagar!” Tunjuk Andi ke kakak Alex yang sudah menunggu di gerbang sekolah.


“Kali ini kamu selamat, awas kalau besok hadiahku belum ada, habis kamu!”


“Jangankan besok anti sore aku bawa deh ke rumah Fara”


“Janji!”


“Iya Janji, udah sana pergi!”


Kelihatan sekali kalau dia sedang menutupi sesuatu terlebih setelah melihat ekspresi leganya saat aku pergi menghampiri kakak Alex.


“Kenapa bajumu kayak gini?” Tanya kak Alex khawatir.


“Hari ini aku ulang tahun, anak di kelas ngerayain dan ini lah yang terjadi”


“Ternyata begitu, ayo masuk!”


Saat masuk aku mencium aroma bunga mawar di dalam mobil dan saat melihat di kursi belakang ternyata ada banyak bunga mawar yang di persiapkan kak Alex untukku.


“Kamu suka?”


“Entahlah tapi, Mia punya alergi sama serbuk bunga, mungkin ini tidak bisa aku bawa masuk.”


“Kalau gitu bagimana dengan ini?”


“Apa ini?”


Aku membuka kota yang di berikan kak Alex padaku dan ternyata isinya adalah coklat, aku sangat menyukainya. Aku langsung memakan coklat itu dan menikmati sensasi yang luar biasa dari rasa coklat itu.


“Ih, ini enak banget! Makasih ya kak!”


“Iya sama-sama sayang, ada lagi tu di samping bunga mawar”


Aku baru memerhatikan kalau di tempat itu ada boneka beruang berukuran besar di tutupi dengan banyak bunga mawar. Aku harusnya senang tapi, boneka itu malah mengingatkanku pada ingatan masa lalu yang ingin aku lupakan. Aku ingin menolak tapi, aku takut dia marah.


“Kak, sebenarnya aku tidak menyukai boneka, apa yang harus aku lakukan dengan itu?”


“Loh, kata Mia kamu suka boneka”


“Lah, kenapa kakak dengerin kata dia? Yang suka boneka itu Mia bukan aku, dia bilang begitu karena boneka yang aku dapatkan pasti akan aku berikan padanya, lain kalia tanya saja padaku langsung”


“Maaf, aku hanya ingin membuat kejutan tapi, kalau memang kamu tidak menyukainya kamu boleh kok memberikannya pada temanmu.”


“Makasih! Sayang, apa aku boleh minta coklatnya lagi?”


“Kenapa? Apa sudah habis?”


“Eum” Aku mengangguk.


“Kamu sangat menyukai coklat! Kalau gitu ayo kita beli lebih banyak untukmu”


Akhirnya kami membeli banyak coklat dan malamnya kami merayakan ulang tahunku dengan sederhana di rumah Fara bersama keluarganya dan juga keluarga Mia, dan tentunya keluarga kak Alex juga ikut di dalam perayaan itu.


Bersambung…


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN JIKA KALIAN MENYUKAI CERITA INI YA