
"Sampai di sini aja ya sayang." pinta Maura. Ia membawa arah mata Gifali untuk melihat ke arah beberapa Kakak senat yang sudah menunggu kedatangan para Maba di depan gerbang. Beberapa Maba lain pun turun dari mobil tak jauh dari Maura. Mereka pun takut untuk turun tepat di depan gerbang.
"Enggak boleh diantar sampai dalam ya?" tanya suaminya.
Maura mengangguk sambil membuka tasnya dan mengambil papan nama yang berbentuk spatula hasil buatan Gifali tadi malam. Maura mengalungkan benda itu di lehernya.
"Aku masuk dulu ya sayang." ucap Maura, Gifali pun mengusap kepala istrinya, saat Maura mencium tangannya untuk pamit.
"Kamu hati-hati ya, Ra. Kabarin kalau udah selesai, aku akan jemput kamu."
"Enggak usah dijemput, Gifa. Aku bisa pulang sendiri."
"Pokoknya aku jemput! Kamu tinggal telepon aku, nanti aku akan datang." Gifali tetap kokoh dengan keinginannya.
Maura hanya bisa menghembuskan napasnya pelan dan akhirnya mengangguk perlahan. Ia pun melangkah untuk berlalu meninggalkan suaminya yang masih berdiri menatapnya sampai masuk ke pintu gerbang kampus.
"Semangat ya istriku ..." ucapnya sambil tersenyum. Gifali pun memutar langkah untuk pergi dari sana.
*****
Terlihat para Maba yang hanya berjenis kelamin perempuan, tengah duduk melantai diatas lapangan yang sedikit panas. Kucuran air keringat terus menetes di wajah Maura. Hanya ia yang mengenakan jilbab diantara semua Maba.
Mereka menunggu aba-aba apa lagi yang akan diberikan oleh Kakak-kakak senat mereka.
"Heh, kamu!" tunjuk Agnes kepada Maura. Wanita itu pun terkesiap ketika Kakak senior itu menunjuk ke arahnya.
"Saya, Kak?" tanya Maura polos.
Agnes pun menghampiri dan berjongkok tepat diwajah Maura. Semua mata memandang ke arahnya. Maura sedikit menundukkan kepalanya ketika Agnes memandangnya dengan wajah sinis. Seperti ingin mencengkram dan di cacah habis-habisan.
"Siapa suruh kamu pakai lipstik disaat ospek?" tanyanya.
Maura menggeleng dengan cepat. "Maaf, Kak. Tapi saya enggak pakai lipstik." jawab Maura dengan tatapan takut.
"Kamu fikir saya buta? Bibir kamu itu pink banget!"
Agnes menatap bibir ranum Maura. Bibir Maura memang berwarna merah muda segar. Yang menatapnya sekilas, pasti menerka jika wanita itu sedang berdandan. Memang itu adalah anugerah dari Allah untuk Maura. Tanpa berdandan, ia sudah terlihat sangat menawan.
"Itu juga kamu pakai eyeshadow!" sambung Monik.
Netra pekat milik Maura seketika membeliak, ia kembali menggelengkan kepalanya.
"Saya enggak pernah pakai kosmetik seperti itu, Kak." jawab Maura jujur.
Karena kulit Maura sangat putih, maka warna disekitar kelopak mata Maura terlihat cokelat muda. Memperlihatkan ia seperti sedang memakai eyeshadow.
"Ya coba aja usap matanya, bener nggak ada buliran bubuk eyeshadow di sana."
Sontak ucapan itu membuat Agnes, Monik dan juga Maura menoleh. Tentu itu bukan suara orang yang sedang berkubu di pihak Agnes maupun Monik. Namun suara dari seorang Maba yang tengah berani membela Maura.
"Heh!" Monik menunjuk ke arah Ramona.
Agnes memicingkan matanya lalu bangkit dan menghampiri Ramona. Wanita itu tidak takut sama sekali ketika Agnes menarik kerah bajunya.
"Jangan belagu! Mentang-mentang kamu pacar Kak Adrian, kamu bisa seberani ini sama saya!" bisik Agnes pelan tepat di daun telinga Ramona. Ia tidak ingin Maba tahu, kalau mereka berdua sudah saling mengenal.
"Jangan bawa-bawa Kak Adrian di sini, saya hanya membela dia yang tidak bersalah sama sekali!" Ramona menoleh kearah Maura, yang masih memandang mereka dengan wajah ketakutan.
Agnes menatap Ramona dengan wajah bengis. Ia memang tidak pernah suka dengan wanita ini, wanita yang sangat dicintai oleh Adrian. Agnes merasa, Ramona telah merampas cinta sang Kakak kepadanya. Adrian lebih fokus kepada Ramona dibandingkan dirinya lagi. Tentu saja itu salah, Agnes terlalu cemburu berlebihan.
Dan akhirnya mereka berdiri didepan para Maba dan juga para anggota senat.
"Kalian berdiri di sini, sampai jam istirahat!" Agnes mengeluarkan perintah.
Ramona terdiam dan melengos, sedangkan Maura mengangguk pasrah.
"Untuk semua para Maba, silahkan kembali ke dalam aula." seru Monik yang dibantu beberapa anggota senat lainnya.
Para Maba pun berhamburan menuju Aula, dan kini tinggal lah Maura dan Ramona masih berdiri ditengah lapang dengan matahari yang semakin meninggi.
"Aku, Ramona ..." Ramona memberikan jabatan tangan kepada Maura.
Maura tersenyum dan menerima jabatan tangan tersebut. "Aku Maura. Senang berkenalan dengan kamu, Ramona."
Ramona mengangguk sambil terus menatap helaian hijab yang masih menempel di kepala Maura.
"Kamu dari Indonesia?" tanyanya.
"Iya, Ramona, kalau kamu?" tanya Maura Balik.
"Ibuku Indonesia, Ayahku asli orang sini."
"Campuran ya berarti?"
Ramona pun mengangguk.
"Maaf ya, karena membelaku. Kamu jadi ikut di hukum." desah Maura menyesal.
Ramona tertawa sarkas. "Tenang aja, ini semua enggak gratis, Maura."
Maura terperanjat dengan ucapan Ramona, ia sulit menebak apakah wanita ini memang benar-benar baik kepadanya.
"Santai aja, aku enggak punya niat jahat sama kamu, Maura." Ramona mengajak Maura untuk mengubah raut aneh diwajahnya agar segera menghilang.
Samar-samar Maura terlihat menganggukan kepalanya, baiklah Maura mulai percaya dengan Ramona.
****
Brug.
Foto pernikahannya dengan Maura tiba-tiba saja terjatuh. Untung saja jatuhnya ke atas kasur, sehingga frame nya tidak pecah.
Gifa yang baru saja ingin melangkahkan kakinya keluar dari pintu kostan, seketika tersentak kaget.
"Apa itu?" tanyanya, lalu berbalik untuk melangkah lagi ke dalam.
"Kok bisa jatuh begini?" Gifa merangkak naik ke kasur untuk meraih frame foto pernikahannya. Ia mendongak menatap paku yang masih tegap menancap di sana.
"Baik-baik aja, enggak lepas! Tapi kenapa frame nya bisa jatuh sendiri? Aneh!" decaknya. Seketika perasaannya tidak enak. Tiba-tiba ia memikirkan Maura.
"Kamu baik-baik aja kan, Ra?" Gifa menerka-nerka keadaan Maura yang sedang jauh darinya.
Memang begitulah telepati batin antara suami istri, sejauh apapun jarak, pasti akan terasa dekat. Apalagi jika salah satunya sedang dalam keadaan bahaya. Sudah dipastikan hati seketika menjadi tidak tenang.
****
Sama kayak DKM, MSW aku kasih bonus juga malam ini, gud nat guys❤️