
"Hey kenapa mobil mu ini laju nya lambat sekali?" tanya Naisa kepada Aldi dengan tatapan heran. Aldi menoleh ke arah Naisa dengan tatapan sedih dan lesu nya.
"Kau sakit?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menatap lekat Aldi.
"Tidak" jawab Aldi datar dan malas dan kembali memalingkan wajah nya dari Naisa. Naisa bingung akan Aldi yang bersifat aneh itu.
"Kenapa kau melajukan mobil dengan sangat pelan jika kau tidak apa apa?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menatap lekat Aldi yang sedang menyetir itu. Aldi tidak menjawab nya dan memilih untuk diam saja di tempat duduk nya dengan mata yang pokus ke kemudi.
"Hey, Jika kau sakit dan ada masalah berhenti lah dan jangan melanjutkan membawa mobil" ucap Naisa karna dia hawatir jika Aldi itu sakit atau sedang ada masalah.
"Aku tidak sakit dan memiliki masalah Nai" jawab Aldi akan ucapan Naisa.
"Jadi?" tanya Naisa dengan tatapan bingung ke arah Aldi. Aldi kembali menoleh ke arah Naisa dengan tatapan masih lesu.
"Kau tidak ada yang ingin kau katakan dengan ku?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap lekat Naisa yang berada di samping nya itu. Naisa menggelengkan kepala nya karna memang dia tidak memiliki hal apapun yang ingin ia katakan kepada Aldi.
"Huh" Aldi mendengus kasar dan kembali memalingkan wajah nya dari Naisa dan kembali pokus ke kemudi. Aldi kembali melajukan mobil dengan kecepatan sedang dan Naisa hanya menatap bingung ke arah Aldi.
Beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di restoran yang di dengar Aldi dari percakapan Elka tadi. "Kau yakin ini tempat nya?" tanya Naisa kepada Aldi dengan tatapan bingung menatap restoran di hadapan nya itu.
"Hem" jawab Aldi datar dan langsung mematikan mesin mobil dan langsung keluar dari mobil nya. Naisa kembali di buat bingung akan Aldi karna lelaki itu tiba tiba datar dengan nya tapi dia tidak memperdulikan nya dan ikut turun dari mobil.
"Ayo" ajak Aldi datar tanpa menarik tangan Naisa dan berlalu terlebih dahulu masuk ke dalam restoran itu.
"Al tunggu aku" teriak Naisa dan berlari menghampiri Aldi. Saat Naisa berlari dia tertabrak dengan lelaki yang tidak tau siapa itu.
"Ah maaf pak" ucap Naisa yang terdengar jelas oleh Aldi yang berada tidak jauh dari nya itu. Aldi menoleh ke belakang dan melihat Naisa terjatuh, Aldi langsung menghampiri Naisa.
"Saya yang minta maaf nona" ucap lelaki itu yang ingin membantu Naisa tapi lelaki itu tergeser oleh Aldi yang sudah berjongkok terlebih dahulu dan melihat keadaan Naisa.
"Kau tidak apa apa?" tanya Aldi dengan wajah yang awal nya datar menjadi hawatir. Naisa menggelengkan kepala nya dan Aldi pun membantu Naisa untuk berdiri.
"Makanya kau jalan hati hati, Jangan berlari karna ini bukan lapangan" ucap Aldi kepada Naisa dengan membantu Naisa membersihkan kaki yang terkena sedikit tanah.
"Kenapa kau jadi marah marah?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Itu karna kau terlalu ceroboh" jawab Aldi dan menatap lekat Naisa.
"Ini juga karna kau yang berjalan terburu buru" uucap Naisa yang tidak mau kalah dari Aldi.
"Aku tidak terburu buru, Hanya saja kau yang lambat" jawab Aldi yang juga tidak mau kalah.
"Langkah kaki mu yang terlalu besar Makanya aku berlari menyusul mu" ucap Naisa lagi.
"Tapi kau tidak perlu berlari" jawab Aldi.
"Nona, Tuan" ucap lelaki yang menabrak Naisa tadi. Naisa dan Aldi yang awal nya berdebat pun menoleh ke arah lelaki yang menabrak Naisa tadi.
"Tuan maaf, Anda tidak perlu memarahi nona ini karna saya yang salah akibat terburu buru" ucap lelaki itu dengan menatap bersalah kepada Aldi.
"Kau juga..." ucap Aldi yang ingin memarahi lelaki yang menabrak Naisa tadi tapi dengan segera Naisa membekap mulut lelaki itu dengan tangan nya.
"Tidak apa apa, Saya juga bersalah dalam hal ini" jawab Naisa dengan melebarkan senyuman nya kepada lelaki tadi.
"Tapi nona gara gara saya pacar anda memarahi anda" ucap lelaki tadi lagi.
"Ah dia tidak marah, Memang cara bicara nya seperti itu" jawab Naisa dengan melebarkan senyuman nya sedangkan Aldi dia tidak menjawab atau pun memberontak saat Naisa membekap nya karna dia sangat nyaman akan bau tangan wanita itu meskipun wajah nya nampak datar.
"Yasudah nona, Jika begitu saya permisi" pamit lelaki tadi.
"Silahkan" jawab Naisa dan mempersilahkan lelaki tadi berlalu, lelaki tadi langsung berlalu dari sana dan Naisa pun melepaskan tangan nya dari mulut Aldi.
"Kenapa kau melepaskan nya?" tanya Aldi kepada Naisa saat Naisa melepaskan tangan nya.
"Sudah lah, Ayo masuk" ucap Naisa dan langsung masuk ke dalam restoran itu. Aldi mengikuti wanita itu masuk ke dalam restoran itu, Naisa mencari cari keberadaan Asma di dalam retoran itu tapi dia belum menemukan nya. Aldi yang juga mencari keberadaan Asma pun langsung menemukan Asma.
"Ayo" ajak Aldi dan menarik tangan Naisa untuk berlalu dari sana. Naisa awal nya ingin memberontak meminta untuk di lepaskan oleh Aldi tapi dia mengurungkan niat nya karna melihat banyak orang di restoran itu dan dia juga yakin jika Aldi tidak ingin macam macam kepada nya.
"Terima kasih" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang di tarik oleh Aldi untuk nya tadi, Aldi menarik kursi untuk nya dan mendudukkan tubuh nya juga di sana. Pelayan restoran itu menghampiri mereka berdua dan Aldi pun memesankan makanan untuk nya.
"Kau ingin makan apa?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Apa saja" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya kepada Aldi. Aldi memesankan menu yang sama untuk nya dan juga Naisa sedangkan Naisa mata nya sedari tadi tertuju kepada Asma yang belum bersama lelaki.
"Hah?" ucap Naisa yang kaget saat teman lelaki Elka datang dan duduk di hadapan Asma.
"Bukan nya itu?" guman Naisa dengan menatap lekat lelaki itu, Lelaki itu adalah orang yang menabrak nya tadi di depan restoran.
"Al, Lihat itu" ucap Naisa dan mengalihkan pandangan Aldi yang awal nya melihat nya menjadi melihat Asma. Aldi sedikit menyipitkan mata nya untuk melihat jelas siapa lelaki yang bersama Asma itu.
"Kau mengenal lelaki itu?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Kau tidak ingat?" tanya Naisa kepada Aldi, Aldi menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak ingat dan tidak tau siapa lelaki itu karna tadi Aldi tidak memperhatikan lelaki itu makanya dia tidak tau dan tidak ingat.
"Dia orang yang menabrak ku tadi dan kau hampir memarahi nya" jelas Naisa kepada Aldi dengan tangan yang sudah tidak memegang wajah Aldi lagi. Aldi mengingat wajah lelaki yang menabrak Naisa tadi.
"Oh iya, Dia lelaki yang menabrak mu tadi" jawab Aldi yang baru teringat dengan menatap lelaki yang bersama Asma itu. Naisa tidak menjawab nya lagi dan memilih kembali memperhatikan Asma, Makanan yang di pesankan oleh Aldi tadi datang dan pelayan itu meletakkan nya di atas meja Aldi dan juga Naisa, Setelah selesai meletakkan makanan itu pelayan tadi pergi dari sana.
"Makanlah" ucap Aldi mempersilahkan Naisa untuk makan steak yang ia pesan.
"Daging apa ini?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Punya mu daging sapi" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.
"Aku kurang menyukai daging sapi" ucap Naisa dan memundurkan piring yang berisi steak itu.
"Kenapa tidak di makan?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Aku kurang menyukai daging sapi" jawab Naisa dengan mata yang pokus ke Asma.
"Kenapa kau tidak bilang jika kau tidak suka sapi?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Kau tidak bertanya" jawab Naisa.
"Yasudah biar aku pesankan lagi makanan untuk mu" ucap Aldi dan ingin memanggil pelayan.
"Tidak usah" ucap Naisa menghentikan Aldi yang ingin memanggil pelayan dan menurunkan tangan Aldi.
"Kenapa?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Aku tidak usah makan" jawab Naisa karna dia tidak terlalu lapar.
"Tapi kau harus makan, Biar aku pesan kan lagi makanan untuk mu ya" ucap Aldi dengan menatap lekat Naisa.
"Tidak usah, Aku tidak terlalu lapar" jawab Naisa yang menolak tawaran Aldi.
"Tapi..." ucap Aldi terpotong oleh Naisa yang menyumbatkan steak milik Aldi yang sudah di potong ke mulut Aldi. Aldi mengunyah steak itu.
"Makan lah kau sendiri, Aku tidak terlalu lapar" ucap Naisa dan menurunkan tangan nya dan meletakkan garpu ke atas piring.
"Steak mu itu siapa yang ingin makan?" tanya Aldi dengan mulut yang sudah tidak berisi.
"Kau" jawab Naisa dengan melebarkan senyuman nya kepada Aldi.
"Aku..." ucap Aldi yang kembali terpotong oleh Naisa yang kembali menyumbat potongan steak ke dalam mulut Aldi. Aldi tidak menolak nya dan malah menerima nya dengan senang hati dan menngunyah nya dengan lahap. Naisa kembali meletakkan garpu ke atas piring Aldi dan kembali memperhatikan Asma.
"Makan lah sendiri" ketus Naisa yang kesal dan tidak menoleh ke arah Aldi lagi.
"Suapi aku lagi" ucap Aldi dengan membuka mulut nya lebar supaya Naisa kembali menyuapi nya.
"Aku Aku tidak mau, Makan saja sendiri" jawab Naisa tanpa menoleh ke arah Aldi dan pokus ke Asma dan lelaki yang menabrak nya tadi yang ia belum tau siapa nama nya.