I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 33



"Kenapa bapak masih duduk di dekat saya?" tanya Naisa kepada Aldi tanpa menatap Aldi.


"Tidak ada tempat lain makanya aku duduk di sini" jawab Aldi datar tanpa menoleh Naisa juga. sikap dingin nya kembali. Naisa tidak meneruskan percakapan nya lagi dan kembali fokus ke bacaan nya, Aldi melirik sebentar dan setelah itu dia pun mengeluarkan ponsel nya dan juga henset milik nya.


Aldi menyetel lagu kesukaan nya dan mengenakan henset itu.


Tidak lama kemudian guru yang mengajar kelas itu pun masuk. Naisa menutup buku yang ia baca tadi dan mengambil buku pelajaran sedangkan Aldi dia masih mendengarkan musik tanpa memperdulikan guru yang datang.


Guru itupun mulai menjelaskan pelajaran yang sudah di tulis di papan tulis dan semua murid memperhatikan nya kecuali Aldi yang tidak melepaskan henset nya. "Aldi" panggil bu Dianti guru fisika kepada Aldi. Aldi tidak menjawab nya dan semua mata di kelas itu tertuju kepada nya begitupun dengan Naisa.


"Pak" panggil Naisa pelan tapi Aldi sama sekali tidak mendengar nya dan menanggapi nya. Naisa mencabut henset yang di kenakan oleh Aldi itu tanpa ragu.


"Kenapa kau mencabut nya?" tanya Aldi kepada Naisa dengan tatapan heran.


"Bu Dianti memanggil bapak" jawab Naisa dengan suara pelan tanpa menatap Aldi. Aldi yang awal nya menatap Naisa pun menoleh ke arah bu Dianti yang menatap nya dan melihat semua mata tertuju kepada nya.


"Ada apa buk?" tanya Aldi santai.


"Kenapa kamu mendengarkan musik saat jam pelajaran saya?" tanya bu Dianti.


"Saya tidak tau jika ibu sudaah masuk" jawab Aldi santai dan mengemasi henset nya itu.


"Kerjakan soal ini di buku mu" perintah bu Dianti karna dia tidak bisa melarang Aldi karna nenek Aldi dan Maya lah pemilik sekolah ini makanya Naisa tidak mau mengadu kepada guru karna hal ini dan tidak ada satu pun yang boleh melawan perkataan Aldi maupun Maya karna jika tidak siap siap mereka harus angkat kaki dari sekolah itu.


"Baik buk" jawab Aldi dan mengambil buku latihan nya dan langsung mengisi soal yang di berikan oleh bu Dianti di buku nya.


Beberapa menit melewati jam pelajaran yang hanya beberapa jam itu akhir nya bel keluar istirahat pu berbunyi. Naisa mengumpulkan latihan nya begitupun dengan Aldi, Renald menatap tak suka akan Aldi yang selalu berdekat dengan Naisa itu tapi dia tidak bisa berbuat apa apa dan dia hanya bisa menahan emosi nya melihat itu.


Naisa terlebih dahulu menuju ke bangku nya dan Aldi dengan segera menyusul nya. Naisa nampak membereskan barang barang nya dan Aldi juga ikut membereskan barang barang nya. Di dalam kelas itu nampak sudah sepi karna semua murid sudah ke kantin semua kecuali Aldi Naisa dan juga Renald.


"Sayang" teriak Maya dari luar kelas dan langsung merangkul lengan kekar Renald. Naisa menoleh ke arah Maya dan setelah itu ingin berlalu tapi Aldi menarik tangan nya. Naisa menoleh ke belakang dan melihat Aldi memegang tangan nya sedangkan Asanti dia menatap tak suka akan itu begitupun dengan Renald.


"Kau mau kemana?" tanya Aldi datar dengan melepaskan tangan Naisa.


"Perpustakaan" jawab Naisa dengan kepala yang menunduk karna dia tau jika Renald memperhatikan nya.


"Aku ikut" ucap Aldi. Naisa mengangkat kepala nya dan menatap Aldi dengan tatapan bingung sedangkan Aldi dia mengambil ponsel dan juga henset nya tadi.


"Ayo" ajak Aldi akan Naisa. Naisa mengangguk mengiyakannya dan mengikuti Aldi dan semua mata tertuju kepada nya saat mereka berdua keluar dari kelas itu.


"Apa apaan Aldi" bentak Asanti yang tidak suka jika Aldi berdekatan dengan Naisa.


"Ayo sayang kita ke kantin" ajak Maya kepada Renald, Renald mengiyakan nya dan berjalan mengikuti Maya begitupun dengan Syar.


Aldi mengikuti Naisa menuju ke perpustakaan, Sesampai di perpustakaan banyak wanita yang langsung menghampiri Aldi dan itu membuat Naisa kesusahan untuk lewat. Naisa menunduk dan mencoba lari dari banyak nya kerumunan wanita itu sedangkan Aldi dia mencari cari Naisa.


"Astaga ini lebih dari saat aku berjalan dengan Renald" guman Naisa yang sudah keluar dari kerumunan banyak nya murid wanita tadi karna memang semua wanita di sekolah itu menyukai Aldi karna ketampanan dan juga kekayaan nya tapi tidak dengan Naisa yang biasa saja.


"Sini kau" ketus Asanti sambil menarik tangan Naisa kasar dan membawa Naisa ke balik buku banyak.


"Lepaskan, ini sakit" ucap Naisa yang mencoba melepaskan tangan nya dari Asanti. Asanti menghempas Naisa sampai tubuh wanita itu terbentur ke dinding.


"Auuu" rengek Naisa yang merasa sakit di punggung nya. hanya Asanti dan Naisa yang ada di sana sedangkan para wanita tadi dan juga Aldi di dekat pintu dan kedua teman Asanti di kantin.


Asanti menarik rambut Naisa dengan kasar dan keras dan itu membuat Naisa kesakitan. "Lepaskan rambut ku" ucap Naisa pelan dengan memegang kepala nya.


"Tidak akan aku lepaskan" jawab Asanti dengan nada pelan tapi penuh dengan penekanan. Asanti tambah menarik rambut Naisa dengan sekencang mungkin.


"Auu" rengek Naisa karna kepala nya terasa sangat sakit.


"Ini hukuman karna kau berani mendekati Aldi" bisik Asanti di telinga Naisa dan menambah kencang menarik rambut Naisa.


Hikkksssss


"Jawab pertanyaan ku" bentak Asanti lagi dan menarik semakin kencang rambut Naisa. Sedangkan Naisa dia hanya bisa menangis tanpa berbuat apa apa.


"Asanti" teriak Aldi saat dia menemukan Asanti dan juga Naisa. Asanti langsung melepaskan tangan nya dari rambut Naisa, Naisa langsung terduduk akibat kesakitan di kepala nya itu. Aldi menghampiri Naisa yang terduduk sambil menanggis itu meskipun Naisa menutup tangisan nya tapi Aldi bisa tau jika Naisa menangis.


"Kau tidak apa apa?" tanya Aldi yang berada di depan nya dan berusaha untuk melihat wajah nya yang tertutup oleh rambut itu. Naisa tidak menjawab nya dia hanya diam dan terdengar isakan seperti orang baru sudah menangis dan itu terdengar jelas di telinga Aldi.


Tangan Aldi menggepal, rahang nya mengeras dan nampak urat urat di dahi nya itu menonjol dan itu menandakan dia marah besar. "Apa yang kau lakukan dengan nya hah?" bentak Aldi terhadap Asanti. Semua murid yang ada di dalan perpustakaan itu langsung berjalan ke arah teriakan Aldi dan melihat apa yang terjadi itu.


"Aku tidak melakukan apa apa" jawab Asanti dengan memegang tangan Aldi. Aldi dengan segera menepis kasar tangan Asanti dari tangan nya.


"Jika kau tidak melakukan apa apa, Kenapa dia sampai menangis hah?" bentak Aldi lagi.


"Dia tadi...." ucap Asanti yang tidak tau ingin menjawab apa.


"Apa?" tanya Aldi dengan wajah sedikit memerah akibat marah.


"Dia tadi terjatuh makanya dia menangis" jawab Asanti berbohong.


"Kau pikir aku buta?" teriak Aldi lagi.


"Aku.." ucap Asanti terpotong oleh Aldi.


"Kau pikir aku tidak melihat saat kau menarik rambut nya seperti ini hah?" banyak Aldi dengan melakukan apa yang di lakukan Asanti tadi kepada Naisa. Semua orang yang melihat nya pun kaget.


"Aldi membela Naisa?"


"Aku baru kali ini melihat Aldi marah"


"Seram sekali jika dia marah"


"Astaga, Dia bisa seganas itu"


"Dia tidak memandang bulu"


"Kenapa dia membela Naisa?"


"Kalau seperti ini, Aku akan selalu baik kepada Naisa"


"Asanti memang keterlaluan"


Seperti itulah bunyi para murid yang menonton aksi Aldi yang memarahi Asanti. "Seperti ini bukan kau menarik rambut nya?" bentak Aldi dan menarik lebih keras rambut Asanti. Aldi jika dia sudah marah memang tidak memandang bulu dan tidak memperdulikan tempat.


"Al lepaskan, Ini sangat sakit" rengek Asanti yang sudah menangis karna Aldi. Aldi tidak memperdulikannya dan tidak melepaskan tangan nya dari rambut Asanti.


"Ada apa ini?" tanya pengawas perpustakaan itu. Semua murid pun meminggirkan tubuh nya dan pengawas perpustakaan itu bisa melihat Aldi yang menarik rambut Asanti dan Naisa yang duduk di atas lantai.


"Aldi apa yang kau lakukan?" tanya pak Asmawi kepada Aldi dan mendekat ke arah Aldi. Aldi menoleh ke arah pak Asmawi sedangkan Asanti dia sudah menangis karna kesakitan. Aldi kembali menatap Asanti tanpa memperdulikan Asmawi dan menatap Asanti dengan tatapan marah nya.


"Lepaskan Aldi" tegas Asmawi kepada Aldi. Aldi tidak memperdulikan nya.


"Aldi" bentak Asmawi dan melepaskan tangan Aldi dari rambut Asanti dengan paksa dan akhirnya terlepas.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Asmawi dengan nada tinggi nya.


"Sekali lagi kau menyakiti nya, Aku pastikan nyawa mu yang akan menggantikan kesakitan nya" ucap Aldi pelan tapi terdengar sangat mengerikan bagi orang yang mendengarkan nya. Aldi tidak memperdulikan Asmawi dan langsung berjongkok menghadap ke arah Naisa sedangkan Asanti dia tak henti henti nya menangis.


"Sudah lah, Ayo aku antarkan kau pulang" ucap Aldi lembut dengan memegang bahu Naisa. Naisa mengangkat kepala nya dan melihat Aldi, Nampak sekali jika wanita itu baru saja menangis mata sembab hidung dan wajah yang memerah akibat menangis.


"Mari" ajak Aldi dengan membimbing Naisa untuk berdiri karna dia tau pasti tubuh Naisa terasa lemah. Aldi membimbing Naisa berdiri sedangkan semua orang sudah bubar saat melihat Aldi sudah berhenti memarahi Asanti dan pak Asmawi hanya menatap Aldi dan menatap Asanti dengan tatapan tajam nya.