I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 97



"Huh" Aldi mendengus dan melebarkan senyuman nya saat melihat keringat yang bercucuran di wajah Naisa. Aldi memegang wajah wanita itu dan mulai menghapus keringat lelah wanita itu menggunakan tangan nya, Naisa kaget akan itu, Mata nya membulat saat melihat tingkah Aldi yang tiba tiba menyentuh bagian wajah nya dan menghapus air peluh nya.


"Kau seperti nya sangat kelelahan" ucap Aldi dengan tangan yang masih mengusap lembut wajah Naisa yang di penuhi keringat lelah itu.


"Sudah tau kelelahan masih saja bertanya" jawab Naisa dengan nada pelan yang terdengar jelas oleh Aldi. Aldi tersenyum saat mendengar wanita itu marah.


"Jika kau lelah jangan lanjutkan bekerja" ucap Aldi lagi dengan menatap lekat Naisa yang masih pokus bekerja. Naisa tidak menjawab nya dan memilih diam dan ingin berdiri tapi tangan Aldi dengan sigap memegang pinggang Naisa dan melingkar di sana.


"Kau mau kemana?" tanya Aldi dengan tangan yang masih melingkar di pinggang Naisa dan menatap lekat wajah Naisa. Seperti biasa saat Aldi memperhatikan dan berbuat seperti itu pasti jantung Naisa berdetak tak karuan.


"Lepaskan Al, Tidak enak di lihat pekerja lain" ucap Naisa yang mencoba melepaskan tubuh nya dari Aldi tapi Aldi malah mempererat pegangan nya.


"Tidak ada yang melihat kita" jawab Aldi dengan menoleh ke belakang dan di sana tidak ada siapa siapa kecuali diri nya dan juga Naisa.


"Makanya lepaskan aku" rengek Naisa dengan wajah yang memelas berharap Aldi melepaskan nya. Aldi tersenyum melihat wajah yang selalu Naisa menggemaskan saat diri nya memeluk dan tidak ingin melepaskan nya.


"Memang nya kau mau kemana ingin di lepaskan?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap lekat wanita itu dan tangan yang masih melingkar di pinggang Naisa.


"Kembali bekerja" jawab Naisa santai.


"Lihat lah jam berapa sekarang" perintah Aldi kepada Naisa, Naisa melihat jam yang melingkar di tangan nya dan jam itu sudah menunjuk pukul sepuluh lima lima.


"Astaga sebentar lagi kita akan kuliah" ucap Naisa saat melihat jam nya.


"Hem, Makanya aku ke sini untuk mengajak mu pergi" jawab Aldi.


"Lepaskan aku dulu" ucap Naisa, Aldi melepaskan tangan dari pinggang Naisa dan Naisa pun beranjak berdiri begitupun dengan Aldi.


"Ayo cepatlah, Aku akan mengantar mu pulang" ajak Aldi dengan memegang tangan Naisa.


"Tidak usah, Aku akan jalan kaki, Ini sudah hampir masuk jam kuliah dan lebih baik kau langsung pulang ke rumah mu dan aku juga langsung pulang ke rumah ku" jelas Naisa kepada Aldi.


"Baiklah, Tapi nanti aku akan menjemput mu" jawab Aldi yang menerima saran dari Naisa.


"Hem" jawab Naisa dan berjalan ke arah loker dan melepaskan celemek yang ia kenakan dan menggantung nya di salah satu tempat yang ada di sana.


"Kak, Aku pulang" ucap Naisa yang sudah berada di luar di dekat Asma begitupun dengan Aldi yang mengikuti Naisa.


"Hem" jawab Asma dengan mata yang pokus ke kalkulator karna sedang menghitung sesuatu dan melayani pembeli. Naisa berlalu dari sana begitupun dengan Aldi yang mengikuti Naisa sedari tadi.


Saat sampai di luar Naisa berbelok dan menuju ke dekat jalan raya. "Hati hati" teriak Aldi dari dekat mobil. Naisa melebarkan senyuman nya kepada Aldi. Aldi melambaikan tangan nya dan Naisa juga membalas nya, Aldi memberi kibay kepada Naisa.


"Ih" ucap Naisa dengan salah satu sudut bibir atas terangkat menandakan jika dia jijik melihat Aldi memberi kisbay kepada nya. Aldi tertawa melihat ekspresi Naisa itu dan mengedipkan salah satu mata nya kepada Naisa lagi.


"Dih" ucap Naisa lagi dengan ekspresi yang sama saat Aldi memberi nya kibay. Aldi kembali tertawa dan setelah itu masuk ke dalam mobil nya. Naisa langsung naik ke atas ojek yang ia pesan dan ojek itupun langsung melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Naisa. Aldi yang sudah tidak melihat Naisa lagi pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah nya.


Sesampai di rumah Aldi langsung masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar, Di dalam rumah tidak ada siapa siapa dan itu membuat nya bosan di sana. Aldi membersihkan diri dan setelah itu mengganti pakaian nya dengan mengenakan baju rajut berwarna maroon yang bisa menutup sampai leher dan jaket berwarna coklat susu dan celana berwarna putih dan sepatu vans berwarna hitam sungguh nampak sangat tampan lelaki itu.


Setelah siap Aldi mengambil tas nya dan mengenakan nya dan setelah itu langsung turun dari kamar nya dan menuju ke luar dan langsung masuk ke dalam mobil. Aldi melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Naisa sampai akhrinya dia sampai. Saat dia sampai di rumah Naisa nampak Naisa juga baru keluar dari rumah nya dan ingin mengunci pintu rumah nya. Naisa yang mendengar mesin mobil pun menoleh ke belakang dan melihat mobil Aldi. Aldi turun dari mobil nya dan menghampiri Naisa.


"Tepat waktu sekali kau menjemputku" ucap Naisa dengan tubuh yang masih tidak menghadap Aldi.


"Aku selalu tepat waktu" jawab Aldi dengan sombong nya.


"Yasudah ayo" ajak Naisa yang sudah selesai mengunci pintu rumah nya.


"Hah? dia tidak menatap ku?" guman Aldi yang kesal padahal dia sudah cool dan sangat tampan dan ingin Naisa melihat nya tapi Naisa malah acuh dan langsung berlalu tanpa melihat nya.


"Hey buka lah pintu ini jika kau ingin mengajak ku" teriak Naisa kepada Aldi yang masih berdiri di dekat pintu rumah nya. Aldi tidak menjawab nya dan langsung memencet pengaturan untuk membuka dan mengunci pintu yang ada di kunci mobil nya. Naisa membuka pintu mobil itu dan masuk ke dalam nya, Aldi masih kesal akan Naisa yang sama sekali tidak memperhatikan nya dan langsung masuk ke dalam mobil.


Aldi menutup pintu mobil nya itu dengan keras dan untung saja tidak terlepas. Naisa menoleh ke arah Aldi dan menatap lelaki itu dengan tatapan bingung tapi dia tidak ingin bertanya karna malas. "Tidak ada niat untuk bertanya kenapa aku membanting pintu mobil ini?" guman Aldi yang melihat Naisa tidak memperhatikan nya atau pun bertanya kenapa kepada nya.


"Apa aku harus membanting mobil ini sekalian sampai dia ingin bertanya aku kenapa?" guman Aldi lagi dengan kembali menatap kesal ke arah Naisa. Naisa yang sedari tadi menunggu mobil Aldi melaju pun heran dan menoleh ke arah Aldi karna Aldi belum juga melajukan mobil atau pun menyalakan mesin mobil.


"Kenapa belum jalan?" tanya Naisa dengan menatap heran ke arah Aldi.


"Huh" Aldi memalingkan wajah nya dari Naisa (bukan mendengus) dan langsung menghidupkan mesin mobil dan langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang.


"Hah? ada apa dengan nya?" guman Naisa saat melihat ekspresi Aldi yang aneh dan dia tidak pernah melihat ekspresi itu keluar dari wajah Aldi. Di dalam mobil hanya tercipta keheningan, Naisa tidak ingin berbicara dan lebih tepat nya lagi dia malas untuk membuka pembicaraan sedangkan Aldi dia masih kesal akan Naisa yang tidak memperhatikan nya dan bertanya dia kenapa makanya dia hanya diam sampai akhinya mereka sampai di kampus.


"Terima kasih" ucap Naisa saat mobil Aldi terparkir dan dia pun langsung turun dari mobil itu tanpa menunggu Aldi karna dia merasa diri nya sudah sangat telat datang.


"Hanya mengucapkan terima kasih?" guman Aldi yang kembali di buat kesal akan Naisa.


Di dalam kelas Naisa belajar dengan sangat tekun di sana begitupun dengan Aldi yang berbeda kelas dengan Naisa, tapi Aldi masih terpikir pikir tentang Naisa tapi dia tetap pokus akan pelajaran nya sampai jam pelajaran itu berakhir jam empat sore. sedangkan kelas Naisa bubar saat jam lima dan Aldi harus menunggu nya dan tidak ingin membiarkan Naisa pulang sendiri di sore hari. Aldi menunggu di atas kursi di depan kelas Naisa dengan tangan yang mengotak atik ponsel nya.


"Tampan sekali lelaki itu" ucap salah satu perempuan yang lewat di hadapan Aldi dan menatap Aldi yang tampan itu. Aldi tidak memperdulikan nya karna dia tidak terlalu tertarik dan menginginkan pujian wanita lain tapi yang dia inginkan adalah pujian dari Naisa.


"Iya ya, Sangat tampan anak kelas mana dia?" tanya teman perempuan itu.


"Aju juga tidak tau karna aku baru melihat nya" jawab perempuan itu.


Ckleek


Pintu ruangan Naisa terbuka dan keluarlah dosen yang mengajar di sana diikuti oleh banyak nya murid yang juga keluar dari kelas itu. Semua murid wanita menatap kagum akan Aldi dan mengerumuni Aldi yang sedang duduk santai, Aldi sama sekali tidak memperdulikan nya dan memilih mengenakan henset nya dan mendengarkan lagu.


"Kenapa ramai sekali ini?" ucap Naisa yang sedikit kesusahan untuk keluar akibat kerumunan orang yang ada di dekat pintu kelas nya dan itu semua kerumunan wanita.


"Permisi, Permisi" teriak Naisa yang mencoba melewati para wanita itu. Aldi bisa mendengar jelas suara wanita yang ia tunggu sedari tadi dan mata nya pun menoleh ke arah Naisa yang berusaha menembus kerumunan manusia itu. Aldi bisa melihat jika Naisa kesusahan karna tubuh nya yang kecil begitupun dengan suara nya yang tidak terlalu terdengar oleh orang.


Aldi beranjak berdiri dan menarik tangan Naisa dan langsung berlalu dari sana. Semua hati para wanita yang mengerumuni Aldi tadi merasa kecewa dan iri akan Naisa meskipun meeka tidak saling kenal semua nya dengan Naisa, Ada juga di antara mereka yang benci melihat itu.


"Hey jangan menarikku" ucap Naisa karna Aldi yang menarik nya.


Aldi menoleh ke arah Naisa yang berada di samping nya. "Kau jika tidak di tarik akan lama" jawab Aldi dan kembali melanjutkan perjalanan nya dengan tangan yang masih setia menarik tangan Naisa.


"Aku berjalan sendiri Al" ucap Naisa karna dia malas di tarik seperti itu oleh Aldi.


"Kau mau aku menggandeng tangan mu atau aku gendong sampai di mobil hem?" tanya Aldi dengan menghentikan langkah kaki nya dan menatap lekat Naisa yang juga menatap lekat ke arah nya itu.


"Aku tidak ingin semua nya" jawab Naisa akan pertanyaan dan pilihan yang ucapan kan oleh Aldi kepada nya.


"Itu berarti kau minta di gendong" ucap Aldi dan memposisikan tangan nya ingin menggendong Naisa.


"Tidak, Aku tidak minta di gendong" jawab Naisa yang menghentikan Aldi dan membuat Aldi kembali berdiri seperti semula.


"Makanya ayo" ajak Aldi dan kembali menarik lembut tangan Naisa. Naisa tidak bergerak dari tempat nya dan membuat Aldi kembali menoleh ke arah nya.


"Kau benar benar minta di gendong?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap lekat Naisa yang masih berdiri tegak di belakang nya itu.


"Aku tidak minta di gendong, Tapi aku minta di lepaskan ini" jawab Naisa sambil mengangkat tangan nya yang di pegang oleh Aldi.


"Yasudah aku akan melepaskan nya" jawab Aldi dn melepaskan tangan nya dari tangan Naisa.


"Coba dari tadi kau melepaskan nya, Tidak akan berdebat seperti tadi" ketus Naisa dan langsung berlalu dari sana dan menuju ke dekat mobil Aldi. Aldi hanya bisa tersenyum melihat tingkah wanita itu dan setelah itu dia baru menyusul Naisa dengan sedikit berlari. Aldi memencet tombol untuk membuka pintu mobil nya itu dan Naisa pun masuk ke dalam mobil Aldi.


Aldi masuk ke dalam mobil nya dan menyalakan mesin mobil dan setelah itu dia langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang keluar dari area perkampusan itu dan mengantar Naisa terlebih dahulu meskipun jarak dari kampus lebih dekat dari rumah Aldi di banding rumah Naisa.


Beberapa menit menempuh perjalanan akhrinya mereka sampai di rumah Naisa. "Terima kasih" ucap Naisa sambil melebarkan senyuman nya kepada Aldi. Aldi membalas senyuman itu dan Naisa pun langsung keluar dari mobil.


"Nai" panggil Aldi dan membuka jendela mobil dan mengeluarkan kepala nya dari mobil, Naisa menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke arah Aldi.


"Ada apa? kau mau mampir?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Ke sini kau" ucap Aldi yang tidak menjawab pertanyaan Naisa.


Naisa berjalan mendekat ke arah Aldi. "Ada apa?" tanya Naisa saat sudah sampai tepat di dekat Aldi.


"Nanti kau awasi kak Asma, Kapan dia akan pergi" ucap Aldi dengan nada pelan kepada Naisa. Naisa menatap bingung ke arah Aldi.


"Kita kan ingin mengikuti nya nanti, Nah jadi saat kau melihat kak Asma sudah siap kau langsung hubungi aku" jelas Aldi karna dia mengerti ekspresi wajah Naisa itu.


"Hem, Baik lah nanti aku akan menghubungi mu saat kak Asma sudah siap Nanti" jawab Naisa sambil mengangguk mengiyakan nya.


"Baiklah, Ke sini lah dulu, Tolong lihat apa ini" ucap Aldi dengan menunjuk ke bawah. Naisa memasukkan kepala nya ke dalam mobil.


"Mana?" tanya Naisa kepada Aldi. Aldi mendekatkan wajah bagian hidung nya ke dekat wajah Naisa.


"Menoleh lah ke sini" ucap Aldi dengan sangat pelan. Naisa yang tidak tau akan apa yang akan Aldi lakukan kepada nya pun langsung menoleh ke arah Aldi.


Cup


Aldi dapat mencium wajah mulus dan putih Naisa itu. Mata Naisa membulat saat Aldi mencium nya sedangkan Aldi dia tersenyum karna dapat mencium wajah wnita itu.