I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 56



"Apa Al dan Naisa sudah kenalan lama?" tanya Sahlan kepada Andini.


"Sudah sangat lama" jawab Andini dengan senyum yang melebar menatap Sahlan.


"Sejak kapan?" tanya Sahlan dengan menatap bingung ke arah Andini begitupun dengan Asma yang juga penasaran karna setau nya Aldi dan Naisa kenal sejak di toko.


"Dari lahir" jawab Andini.


"Hah?" ucap Sahlan yang belum mengerti dengan ucapan Andini.


"Maksud mama apa?" tanya Asma yang juga penasaran dan tidak mengerti akan ucapan Andini.


Di luar.


"Naisa" teriak Aldi karna Naisa sudah ingin keluar dari pekarangan rumah nya. Naisa menghentikan langkah kaki nya dan menoleh ke arah suara yang memanggil nya.


"Ada apa?" tanya Naisa kepada Aldi. Aldi berjala. sedikit berlari mendekat ke arah nya.


"Kau mau kemana?" tanya Aldi yang sudah berada di dekat Naisa.


"Pulang" jawab Naisa sambil menunjuk ke belakang menggunakan ibu jari nya.


"Aku akan mengantar kan mu pulang" ucap Aldi.


"Tidak usah pak, Saya bisa pulang sendiri" tolak Naisa sopan.


"Aku tidak menerima penolakan" ucap Aldi datar.


"Tapi saya..." ucap Naisa yang terpotong oleh Aldi.


"Ini perintah mama yang menyuruh ku mengantar kan mu pulang" potong Aldi.


"Baik lah" jawab Naisa karna jika Aldi membawa kedua orang tua nya dia tidak bisa menolak lagi. Aldi mengambil mobil nya yang ada di garasi dan setelah itu memarkirkan nya di dekat Naisa.


"Masuk lah" teriak Aldi kepada Naisa dari dalam mobil. Naisa tidak menjawab nya dan dia pun masuk ke dalam mobil mewah terbaru Aldi yang tidak pernah di naiki oleh wanita lain.


Di dalam mobil hanya keheningan yang tercipta, Naisa menatap ke luar jendela sedangkan Aldi dia pokus ke kemudi. Aldi sedari tadi menoleh ke arah Naisa yang tidak menoleh sedikit pun ke arah nya. "Kenapa dia hanya diam?" guman Aldi dengan menatap Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi dan Aldi pun dengan segera memalingkan wajah nya dan kembali pokus ke kemudi.


"Pak" panggil Naisa yang sedikit ragu.


"Hem" jawab Aldi dengan menoleh sekilas ke arah Naisa setelah itu dia kembali pokus ke kemudi nya.


"Lelaki yang ada di rumah bapak tadi siapa?" tanya Naisa sedikit ragu dengan menatap lekat ke arah Aldi.


"Dia kakak ku" jawab Aldi.


"Bapak mempunyai saudara?" tanya Naisa yang kembali menatap lekat wajah Aldi.


"Kakak sepupu maksud ku" jawab Aldi lagi. Naisa mengangguk mengerti dan kembali mengalihkan pandang nya ke depan. Aldi yang sudah tidak mendengar suara Naisa pun menoleh ke arah Naisa yang kembali melamun.


"Kenapa kau menanyakan nya?" tanya Aldi dengan menoleh sekilas sekilas ke arah Naisa.


"Tidak" jawab Naisa sambil menggelengkan kepala nya.


"Kau tadi tidak nyaman ya karna ucapan nya?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa. Naisa menggelengkan kepala nya sambil melebarkan senyum paksa nya.


"Hem" jawab Naisa tanpa menoleh ke arah Aldi. Aldi kembali menoleh ke arah wanita yang duduk di sebelah nya itu.


"Kau nampak nya sangat tidak nyaman ya tadi saat mendengar ucapan nya?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Memang tidak nyaman karna tidak mungkin aku yang menyebab kan kalian bertengkar" jawab Naisa jujur akan apa yang ia rasakan karna sedari tadi Aldi mencoba memancing nya untuk bercerita.


"Pantas saja kau ingin pulang cepat" ucap Aldi.


"Iya, Itu karna lelaki tadi yang menuduh ku yang menyebab kan kalian bertengkar" ucap Naisa.


"Sudah lah ,Lupakan saja perkataan nya itu, Dia memang seperti itu jika berbicara" jawab Aldi dengan menghentikan mobil nya karna mereka sudah sampai di halaman rumah Naisa.


"Yasudah terima kasih sudah mengantar kan ku pulang" ucap Naisa yang ingin turun dari mobil. Naisa turun dari mobil itu begitupun dengan Aldi.


"Kenapa kau ikut turun?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Kau berani sendirian di rumah?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Sejujur nya aku sedikit takut di rumah sendirian" guman Naisa karna dia memang penakut.


"Hey" ucap Aldi karna tidak mendapat respon dari Naisa.


"Duduk lah di sini" ucap Naisa dengan menunjuk ke kursi yang ada di teras kecil rumah nya itu. Aldi tersenyum dan dia pun mendudukkan tubuh nya di salah satu kursi.


"Aku ke dalam dulu, Kau jangan coba coba masuk ke dalam" ucap Naisa dengan melototkan kedua mata nya menghadap ke arah Aldi.


"Hem" jawab Aldi dan menyenderkan tubuh nya di kursi yang ia duduki itu. Naisa masuk ke dalam rumah nya dan tidak lupa mengunci pintu rumah karna takut Aldi masuk ke dalam rumah.


"Ada guna nya juga dia penakut" guman Aldi dengan senyum yang mengembang dan mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya.


Naisa memilih untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu dan tidak lupa membawa pakaian yang ingin ia kenakan, Setelah selesai dia mandi dia langsung memasak makanan yang ada di dalam tempat pendingin dan memasak nya untuk Aldi karna tidak mungkin dia tidak memberikan makanan kepada Aldi yang menemani nya.


Setelah selesai memasak gorengan untuk Aldi dia kembali ke luar dengan membawa makanan yang ia goreng tadi.


Cklekk


Pintu rumah Naisa terbuka dan Aldi pun langsung menoleh ke arah pintu dan melihat Naisa keluar dari rumah dengan menbawa satu piring gorengan. "Makan lah" ucap Naisa sambil menyodorkan makanan tadi kepada Aldi dan dia pun mendudukkan tubuh nya di atas kursi di sebelah Aldi.


Aldi mengambil gorengan itu dan melahap nya begitupun dengan Naisa. "Bapak ingin minum apa?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Apa saja" jawab Aldi sambil melebarkan senyuman nya kepada Naisa. Naisa mengangguk dan berlalu menuju dapur untuk mengambil air putih untuk Aldi dan setelah itu dia kembali lagi ke luar.


"Ini" ucap Naisa menyodorkan air kepada Aldi. Aldi menerima nya.


"Terima kasih" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya. Naisa membalas senyum Aldi itu dan kembali melahap makanan nya.


Di rumah Aldi.


"Aldi dan Naisa sudah mengenal sejak kecil" jawab Andini akan pertanyaan Asma dan juga Sahlan.


"Benarkah?" tanya Asma yang belum percaya kepada Andini. Andini mengangguk mengiyakan nya sambil melebarkan senyuman nya.


"Tapi ma Al bilang dia kenal dengan Naisa baru dan saat menginjak kelas dua, Begitupun dengan Naisa yang mengenal Aldi saat bekerja di toko mama" jelas Asma tentang yang ia ketahui dan itu lah yang ia ketahui.