
"Huh" Aldi mendengus lega karna sudah tidak ada lagi yang mengerumuni nya, Aldi langsung berjalan menuju ke dekat Naisa yang sedang membaca itu.
"Pokus sekali kau" ucap Aldi dengan mendudukkan tubuh nya di samping Naisa.
"Diam" ucap Naisa karna dia ingin membaca dengan pokus tanpa gangguan.
"Kau sedang membaca apa?" tanya Aldi kepada Naisa yang sedang pokus membaca itu.
"Buku" jawab Naisa.
"Aku tau jika kau membaca buku" ucap Aldi.
"Jika kau tau kenapa masih bertanya?" tanya Naisa tanpa menatap Aldi dan pokus ke buku yang ia baca.
"Kau membaca buku apa?" tanya Aldi lagi.
"Ini" ucap Naisa sambil menunjukkan sampul buku yang ia baca kepada Aldi.
"Oh" jawab Aldi datar dan langsung memalingkan wajah nya, Naisa kembali membaca buku nya dan Aldi pun juga kembali memperhatikan Naisa.
Aldi sedari tadi memperhatikan Naisa dan itu membuat Naisa sngat tidak nyaman akan tatapan Aldi itu, Naisa menghentikan membaca buku nya dan menoleh ke arah Aldi yang menatap nya dengan senyum yang mengembang.
"Kenapa kau berhenti membaca?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Kau kenapa menatap ku seperti tadi?" tanya balik Naisa kepada Aldi.
"Tidak, Aku hanya memandangi ciptaan tuhan yang sangat luar biasa ini" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa dengan senyum yang mengembang.
Deg..degg
Jantung Naisa kembali berdetak tak karuan saat mendengar ucapan Aldi dan melihat tatapan Aldi. "Astaga kenapa dengan ku?" guman Naisa dengan memegang dada nya, Aldi sedari tadi melebarkan senyuman menatap Naisa.
"Aku harus segera pergi" guman Naisa dan langsung berdiri dari duduk nya tapi saat dia ingin berlalu tangan Aldi terlebih dahulu meraih tangan nya itu.
"Kau mau kemana?" tanya Aldi kepada Naisa. detak jantung Naisa kembali tak beraturan dan wajah nya nampak memerah dan dengan segera dia melepaskan tangan nya dari tangan Aldi.
"Aku ingin ke kelas" jawab Naisa dan langsung berlalu dari sana dan tidak lupa mengembalikan buku yang sempat ia ambil tadi.
Satu Tahun Kemudian
Tiba lah saat pengambilan hasil UN (Ujian Nasional) para murid kelas akhir. Naisa sudah semakin dekat dengan Aldi dan Maya, Renald hubungan mereka juga semakin erat, Renald sudah mencintai Maya dan melupakan Naisa.
Saat penerimaan nilai hasil ujian nama Naisa di panggil paling akhir karna nilai nya lah yang tertinggi, Naisa juga mendapatkan biaya siswa ke universitas indonesia di jakarta, Dia di tawari untuk langsung ke jerman tapi dia menolak karna dia tidak mau jauh dari kedua orang tua nya makanya dia memilih universitas indonesia saja.
"Selamat, Nilai mu tertinggi" ucap Aldi kepada Naisa dengan menyodorkan tangan nya kepada Naisa.
"Terima kasih" jawab Naisa dengan menerima jabatan tangan Aldi dan senyum yang mengembang.
"Selamat juga nilai mu tertinggi ke tiga" ucap Naisa lagi dengan senyum yang mengembang. Aldi membalas senyuman dari wanita yang ia cintai itu dengan senyuman tulus. Biar pun mereka sudah sangat dekat tapi mereka belum juga menjadi sepasang kekasih karna Aldi belum berani mengungkapkan perasaan nya kepada Naisa.
"Hey, Selamat untuk kalian berdua nilai kalian tinggi semua" ucap Renald yang sudah berada di dekat mereka begitupun dengan Maya. Naisa dan Aldi membalas ucapan Renald dengan senyuman.
Setelah acara selesai mereka semua kembali ke rumah masing masing begitupun dengan Naisa dan dia di antar oleh Aldi. "Lelah sekali hari ini" ucap Naisa dengan menyenderkan tubuh nya di senderan kursi mobil Aldi.
"Dia kelelahan bagaimana aku akan mengajak nya makan malam nanti?" guman Aldi yang mendengar sangat jelas ucapan Naisa.
"Terima kasih" ucap Naisa karna mereka sudah sampai di rumah Naisa. Aldi hanya membalas nya dengan senyuman dan Naisa pun langsung berlalu masuk ke dalam rumah nya.
Aldi kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya karna dia juga sedikit lelah, Sesampai di rumah nya Aldi langsung masuk dan menuju ke kamar nya, Dia langsung membersihkan tubuh dan setelah itu langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur dan tertidur.
Keesokan pagi nya
Aldi terbangun dari tidur nya akibat sinar matahari yang menembus Masuk ke dalam kamar nya. Aldi langsung menuju ke ruang ganti untuk mengambil handuk nya dan setelah itu dia keluar dari ruang ganti itu dan menuju ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi dia kembali ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya dan setelah itu dia langsung turun dari kamar nya. "Mau kemana nak?" tanya Andini saat melihat Aldi turun dari atas dengan pakaian yang sudah rapi.
"Ke toko" jawab Aldi datar dan melanjutkan perjalanan nya.
"Sarapan dulu nak" teriak Andini.
"Nanti di toko" teriak Aldi dan langsung keluar rumah nya itu dan masuk ke dalam mobil yang mesin nya sedang menyala karna sedang di hangatkan.
"Anak itu" ucap Erdin.
"Sudah lah pa, Mungkin dia ingin bertemu dengan Naisa" ucap Andini karna dia tau pasti suami nya itu ingin marah. Andini dan Erdin memang selalu memperhatikan Aldi apa lagi tentang Aldi yang dekat dengan Naisa sangat dia perhatikan.
Aldi langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke toko dan saat di perjalanan dia melihat Naisa dari kejauhan dan nampak nya Naisa juga ingin ke toko, Aldi memelankan kecepatan mobil nya itu dengan sangat pelan supaya sampai bersamaan dengan Naisa. Saat dia melihat Naisa ingin masuk ke dalam toko dia kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan menghadang jalan Naisa.
"Astaga" ucap Naisa yang kaget akan mobil Aldi yang melaju tepat di hadapan nya itu. Aldi turun dari mobil nya itu dan menatap Naisa dengan senyum manis nya.
"Hey" sapa Aldi saat keluar dan menatap Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan berlalu dari sana masuk ke dalam toko bunga.
"Hey" teriak Aldi akan Naisa yang masuk terlebih dahulu, Naisa tidak memperdulikan nya dan terus melangkah masuk ke dalam toko.
"Apa dia marah karna di hadang?" guman Aldi dengan menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal itu dengan menatap heran ke arah Naisa yang sudah masuk ke dalam toko itu. Aldi pun langsung melangkah kan kaki nya dan masuk ke dalam toko dan dia langsung menuju ke belakang dan lebih tepat nya dia menuju ke ruang loker untuk mengambil celemek.