I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 32



"Baru baru ini saja dia mau berbicara dengan menatap ku, Dulu dulu dia tidak pernah menatap ku dan jika berbicara pun selalu menundukkan kepala" ucap Aldi kepada Asma.


"Berteman lah dengan nya, jaga dia jika perlu jadikan dia pendamping mu, lagi pula dia orang yang baik, mandiri dan sopan dan kau nampak nya menyukai nya benar bukan?" tanya Asma dengan menyenggol bahu Aldi menggunakan tangannya.


"Tidak, Aku tidak menyukai nya" jawab Aldi sedikit gagu.


"Jika kau menyukai nya aku juga akan merestui niat mu untuk mendekati nya" ucap Asma.


"Apa apaan kau ini" ketus Aldi. Asma langsung berlalu keluar dari mobil Aldi dan langsung masuk ke dalam rumah dan tidak lupa menutup pintu rumah.


Aldi langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang keluar dari area perumahan Naisa dan menuju ke rumah nya.


Sedangkan di rumah Naisa, Naisa langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur tanpa ranjang di kamar nya itu tanpa melepaskan apa yang ia kenakan tadi dan dia tidak lupa menutup pintu kamar nya itu. "Astaga lelah sekali" ucap Naisa dengan memegang kepala nya yang sedikit pusing akibat terlalu lelah.


Naisa memejamkan mata nya dan akhirnya dia pun tertidur dengan pakaian lengkap.


Sedangkan Aldi dia baru saja sampai di kediaman nya, Mobil nya langsung di ambil alih oleh penjaga rumah itu dan penjaga itu meletakkan mobil Aldi ke dalam garasi sedangkan Aldi dia langsung masuk ke dalam rumah dan langsung menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar nya.


Aldi melepaskan sepatu dan juga pakaian nya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi, Setelah mandi dia kembali keluar dengan mengenakan pakaian handuk nya dan handuk kecil yang melingkar di leher nya, Aldi mendudukkan tubuh nya di atas ranjang dan mengambil ponsel milik nya yang di atas lemari kecil di samping ranjang nya itu.


Aldi membuka ponsel nya tapi di dalam ponsel itu tidak ada yang menarik dan diapun langsung masuk ke dalam ruang ganti dan mengenakan pakaian santai nya dan langsung merebahkan tubuh nya. Aldi menatap langit langit kamar nya itu dengan senyum yang terus mengembang karna memikirkan Naisa.


"Kenapa aku memikirkan nya?" guman Aldi yang tersadar akan apa yang ia pikirkan.


"Tapi jika di lihat lihat dia memang cantik, baik dan juga mandiri" guman nya kembali dan kembali memikirkan Naisa dengan senyum yang kembali mengembang. Malam ini Aldi memikirkan Naisa sampai akhir nya dia tertidur pulas.


Keesokan pagi nya


Di rumah Naisa.


Seperti biasa, Naisa melakukan aktivitas nya setiap pagi, Setelah selesai semua nya dia pun langsung berangkat ke sekolah nya dengan berjalan kaki. Naisa berjalan kaki ke sekolah nya dengan bersemangat dan senyum yang mengembang.


Saat Naisa ingin menyebrangi jalan sebuah mobil berwarna hitam hampir saja menabrak nya dan untung nya dia mengelak. "Astaga" guman Naisa dengan memegang dada nya karna keget dan takut. Naisa kembali memundurkan langkah kaki nya supaya mobil yang di depan nya itu berlalu tapi mobil itu tak kunjung berlalu dan membuat Naisa sedikit takut.


"Kenapa ini? apa ini mobil penculik?" guman Naisa yang takut. Orang yang mengendarai mobil itu membuka pintu mobil dan ingin keluar, Naisa melihat kaki yang keluar dari mobil itu.


"Astaga bagaimana ini?" guman Naisa yang takut dan merancang ancang ingin berlari. Naisa langsung berlari kencang saat baru saja orang yang mengendarai mobil itu keluar.


"Kenapa dia lari?" guman Aldi yang keluar dari mobil itu karna berniat ingin mengajak Naisa berangkat bersama ke sekolah. Aldi menatap Naisa yang berlari cukup kencang itu dengan tatapan bingung sedangkan Naisa dia tidak menoleh dan terus terusan berlari.


Aldi kembali masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobil nya itu dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah nya.


Naisa sudah sampai di sekolah dan dia nampak ngos ngosan akibat berlari lumayan jauh. "Huh, huh" ucap Naisa dengan menundukkan kepala nya karna kelelahan dan memegang lutut.


"Hey" sapa Aldi secara tiba tiba terhadap Naisa.


"Astaga" ucap Naisa dengan memegang dada nya karna terkejut.


"Kau kenapa tadi lari?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa menatap nya dengan tatapan heran.


"Dari mana dia tau?" guman Naisa bingung dan menatap ke bawah.


"Ooh, Jadi dia yang singgah di depan ku tadi" guman Naisa saat melihat sepatu yang di kenakan oleh Aldi.


"Ada apa?" tanya Aldi kepada Naisa yang menundukkan kepala dan dia ikut menundukkan kepala nya. Naisa mengangkat kepala nya dan kepala nya itu terkena dagu Aldi.


"Auuu" rengek Aldi dan Naisa secara bersamaan dengan Aldi yang memegang dagu nya dan Naisa memegang kepala nya.


"Kau ini Kenapa dagu mu ada di atas kepala ku?" ketus Naisa yang sudah menganggap Aldi sebagai teman, Mudah sekali Naisa dekat dengan Aldi.


"Kenapa kau jadi menyalahkan ku" ketus Aldi yang tidak mau kalah.


"Hey sayang" sapa Asanti sambil menggandeng tangan Aldi. Naisa menoleh ke arah Asanti dan setelah itu dia langsung berlalu menuju ke kelas nya.


"Nai" teriak Aldi memanggil nama Naisa, tapi Naisa tidak menjawab nya maupun menghentikan langkah kaki nya dan malahan dia semakin mempercepat langkah kaki nya.


"Lepaskan aku" ketus Aldi dengan melepaskan tangan Asanti dari tangan nya hingga terlepas dan Aldi pun langsung berlalu meninggalkan Asanti dan menyusul Naisa.


"Kenapa Aldi menjadi perhatian seperti ini dengan Naisa?" guman Asanti kesal dengan menghentakkan kaki nya.


"Ada apa As?" tanya Maya yang baru sampai bersama dengan Hana.


"Itu si Aldi masa dia ngejar Naisa dan nyuekin aku" jawab Asanti kesal.


"Mungkin dia ada perlu dengan Naisa, Ayo kita masuk ke kelas" ajak Maya karna dia juga senang jika Naisa dekat dengan lelaki lain dan dia mempunyai kesempatan untuk berdekat dengan Renald.


Aldi baru masuk ke dalam kelas dan melihat Naisa yang tengah duduk di bangku nya dan nampak nya dia sedang membaca buku. Aldi berjalan ke arah Naisa karna dia belum berpindah tempat. Aldi mendudukkan tubuh nya di samping Naisa, Naisa menatap sekilas siapa yang duduk di samping nya dan setelah itu kembali melanjutkan bacaan buku nya.


"Kenapa bapak masih duduk di dekat saya?" tanya Naisa kepada Aldi tanpa menatap Aldi.


"Tidak ada tempat lain makanya aku duduk di sini" jawab Aldi datar tanpa menoleh Naisa juga. sikap dingin nya kembali. Naisa tidak meneruskan percakapan nya lagi dan kembali fokus ke bacaan nya, Aldi melirik sebentar dan setelah itu dia pun mengeluarkan ponsel nya dan juga henset milik nya.


Aldi menyetel lagu kesukaan nya dan mengenakan henset itu.