I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 19



Dengan segera Aldi memalingkan wajah nya dan kembali fokus akan papan tulis. "Bapak kenapa?" tanya Naisa kepada Aldi yang nampak sedikit gugup itu.


"Tidak apa apa" jawab Aldi tanpa menoleh ke arah Naisa. Naisa tidak menjawab nya lagi dan kembali fokus akan papan tulis. Aldi menatap wanita yang duduk di sebelah nya itu.


"Kenapa aku jadi gugup seperti ini?" guman Aldi bingung kepada diri sendiri.


Kringggg


Bel istirahat pun berbunyi dan semua murid berhamburan menuju ke kantin tapi tidak dengan Naisa yang masih membereskan buku nya begitu pun dengan Aldi dengan kan Renald menatap heran akan Aldi yang mau duduk di samping Naisa itu.


"Sayang" panggil Maya kepada Renald padahal mereka belum jadian dan Renald baru mendekati nya tapi Maya sudah memanggil nya sayang.


Naisa yang mendengar itu menatap ke arah Maya yang menghambur kan pelukan nya kepada Renald. "Saya permisi pak" ucap Naisa sopan dan langsung berlalu dari kelas itu dan terlihat Asanti dan Hana yang baru sampai di kelas itu dan berpapasan dengan Naisa hang ingin keluar dari kelas.


Sedang kan Renald hanya mencuri pandang melihat wanita yang ia cintai itu berlalu dari kelas tanpa di ketahui oleh siapapun termasuk Maya.


"Ayo kita ke kantin" ajak Maya kepada Renald.


"Ayo" ajak Renald menerima tawaran dari Maya karna dia juga ingin mengawasi Naisa dan dia yakin jika Naisa sekarang berada di kantin untuk bekerja seperti biasa.


Maya menggandeng tangan Renald manja dan berjalan bersama dengan Renald menuju ke kantin sedang kan Aldi dia masih mematung dan menunggu Asanti pergi karna dia sangat tidak menyukai Asanti.


Setelah melihat Asanti dan yang lain nya sudah berlalu pergi Aldi pun langsung berjalan ke luar kelas dan menuju ke kantin karna lapar akibat tidak sarapan tadi pagi.


Sesampai di kantin Maya dan yang lain nya duduk di bangku memang husus untuk mereka dan memesan makanan masing masing. Tidak lama menunggu akhir nya ada pelayan yang mengantar kan makanan milik mereka karna mereka malas menunggu di dekat sana makanya mereka lebih memilih menunggu di meja saja.


"Kalian pergi lah cari tempat lain aku ingin menghabis waktu bersama dengan Renald" usir Maya kepada Syar dan kedua teman nya itu


"Memang nya kami mau duduk di mana may?" tanya Hana.


"Terserah" jawab Maya dan kembali dokus menatap wajah tampan Renald. dengan senyum yang mengembang dan tangan yang mengaduk aduk makanan yang ada di hadapan nya itu.


Mereka bertiga memilih untuk duduk di bangku yang ada di depan Maya dan di belakang Renald dengan Asanti dan Hana menghadap ke arah Maya dan Syar membelakangi Renald.


Renald langsung menyantap makanan yang ia pesan tadi tapi tidak dengan Maya yang masih setia menatap Renald dengan senyum yang mengembang. Tapi tiba tiba senyum itu pudar saat melihat Naisa yang seperti tengah mencari temapt duduk dan Maya beralih melihat kedua sahabat nya itu yang nampak seperti ingin mengerjai Naisa.


Ting


Ting


Suara pesan masuk ke dalam ponsel Hana dan juga Asanti dan pesan itu dari grup dan kedua orang itu heran di buat isi pesan itu.


"Kenapa memang nya may?" Asanti.


"*Iya may kenapa?" Hana.


"pasti nanti jika dia kalian kerjai Renlad akan memperhatikan nya dan mengacuhkan ku dan aku tidak mau itu*" balas Maya dan langsung mematikan ponsel nya.


Sedangkan kedua sahabat nya itu hanya menatap Maya saja dengan tatapan heran dan Naisa pun melewati mereka dan mereka lepaskan dan tidak seperti biasa. Naisa berjalan menunduk melewati semua orang yang ada di kantin dan mendudukkan tubuh nya tepat di kursi ujung yang ada di kantin itu.


Renald yang fokus akan makan tadi nya mencium aroma yang tidak asing di hidung nya yakni dia mencium bau tubuh Naisa yang wangi. Renald menatap Naisa yang berjalan membelakangi nya itu dan duduk juga membelakangi nya.


Aldi yang sudah memesan makanan dan tidak menemukan tempat duduk pun melihat tempat duduk di depan wanita yang paling sudut kosong dan dia berjalan ke sana. Aldi memang jika berteman tidak pandang bulu selagi orang orang itu membawa pengaruh baik untuk nya dan kebanyakan orang berteman dengan nya hanya karna harta dan tidak ada yang tulus kecuali Renald dan juga Syar.


"Sayang duduk di sini saja" ucap Asanti saat melihat Aldi lewat di dekat nya dan memegang tangan nya. Aldi tidak menjawab dan dia menepis kasar tangan Asanti dan kembali ke tujuan awal yaitu duduk di bangku paling sudut di kantin itu.


Aldi yang tidak mengetahui itu Naisa pun sedikit menundukkan tubuh nya dan menatap wanita yang duduk itu. "Boleh aku duduk di sini?" tanya Aldi yang tidak bisa melihat wajah Naisa karna tertutup oleh rambut panjang nya.


Naisa mengangkat kepala nya menatap siapa yang berbicara itu dan dia melihat jika bos nya lah yang berbicara. "Silah kan pak" jawab Naisa sopan dan mempersilahkan Aldi untuk duduk. Asanti yang melihat itu langsung menggepal tangan karna cemburu.


"Tenang lah jika kau tidak mau kehilangan Maya sebagai sahabat" bisik Hana di telinga Asanti saat melihat Asanti menggepal tangan.


Renald sedadi tadi menatap Aldi dan Naisa dengan tatapan bingung karna mereka berdua itu nampak akrab. Aldi memakan makanan nya begitupun dengan Naisa yang sedikit tidak nyaman akan Aldi karna dia tidak pernah makan bersama laki laki lain kecuali Renald dan ayah nya.


"Kenapa kau makan seperti itu? apa kau tidak nyaman?" tanya Aldi saat melihat Naisa yang sedikit canggung.


"Tidak apa apa pak saya hanya kekenyangan" jawab Naisa berbohong.