I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 98



"Menoleh lah ke sini" ucap Aldi dengan sangat pelan. Naisa yang tidak tau akan apa yang akan Aldi lakukan kepada nya pun langsung menoleh ke arah Aldi.


Cup


Aldi dapat mencium wajah mulus dan putih Naisa itu. Mata Naisa membulat saat Aldi mencium nya sedangkan Aldi dia tersenyum karna dapat mencium wajah wnita itu.


"Kau ini" ketus Naisa dan mengeluarkan kepala nya dari mobil Aldi.


Tak


Kepala Naisa terbentur dengan pintu mobil bagian atas. "Auu" rengek Naisa dengan memegang kepala nya yang terbentur ke pintu mobil bagian atas itu.


"Kau tidak apa apa?" tanya Aldi dengan memegang kepala Naisa dan membuat Naisa sedikit membungkuk.


"Jangan menyentuh ku" ketus Naisa dan memukul tangan Aldi yang memegang kepala nya tadi.


"Lihat itu berdarah" ucap Aldi berbohong padahal tidak.


"Mana?" tanya Naisa yang hawatir jika memang kepala nya berdarah.


"Ini" ucap Aldi dan kembali memegang kepala Naisa. Naisa menyentuh bagian kepala nya yang terbentur tadi.


"Mana?" tanya Naisa yang tidak mendapatkan bercak darah di kepala nya.


"Menunduk lah" perintah Aldi, Naisa kembali mengiyakan ucapan Aldi dan menundukkan kepala nya.


Cup


Aldi mencium kepala Naisa yang terbentur itu. "Sakit nya akan hilang" ucap Aldi dan mengusap lembut kepala Naisa penuh dengan kasih sayang saat dia sudah mencium nya. Naisa kembali kesal akan Aldi dan kembali berdiri tegak dengan hati hati karna takut kepala nya terbentur lagi.


"Kau ini" ketus Naisa yang baru sadar jika Aldi hanya memodusi nya.


Aldi tersenyum melihat wajah marah wanita itu. "Sakit nya sudah hilang?" tanya Aldi menatap Naisa. Naisa menyentuh bagian kepala yang terbentur itu dan memang sakit nya sudah sedikit menghilang dan dia pun mengangguk mengiyakan nya kepada Aldi.


"Itu karna obat yang aku berikan tadi" ucap Aldi lagi dengan senyum yang sangat mengembang menatap Naisa.


"Tidak, Ini memang tidak sakit lama makanya sudah sehat" bantah Naisa.


"Mau aku cium lagi?" tanya Aldi dengan menyodorkan bibir nya menatap Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam rumah nya. Aldi terkekeh melihat itu dan langsung menyalakan mesin mobil nya dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah nya.


Naisa masuk ke dalam rumah nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya, Naisa mengunci pintu kamar nya itu dan berdiri di balik pintu itu.


"Astaga" guman Naisa dengan memegang dada nya karna jantung nya sedari tadi berdetak tak karuan saat Aldi mencium nya.


"Aku baru pertama ini di cium oleh lelaki kecuali ayah" guman Naisa dengan memegang wajah nya yang sempat di cium oleh Aldi tadi.


"Ah tidak jangan sampai di bisa mencium ku lagi" ucap Naisa dan langsung melepaskan sepatu dan tas nya dan mengambil handuk nya setelah itu langsung menuju ke kamar mandi.


Di rumah Aldi.


Aldi baru saja sampai dan langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamar, Aldi langsung melepaskan pakaian dan juga alat alat yang ia kenakan dan mengenakan handuk setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Setelah selesai mandi Aldi langsung keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti dan memilih pakaian yang akan ia kenakan untuk makan malam dengan Naisa padahal tidak dan mereka hanya mengikuti Asma.


"Bagus tidak ya?" ucap Aldi dengan menatap tubuh nya yang sudah berbalut baju itu dengan menghadap ke kaca besar yang ada di ruang ganti.


"Ah tidak, Naisa tidak menyukai penampilan ini" guman Aldi karna penampilan nya tadi serba hitam. Aldi kembali berlalu dan mencoba beberapa baju tapi tidak ada yang cocok dengan nya bukan dengan nya tapi dengan Naisa padahal Naisa tidak pernah melihat penampilan.


"Ah ini nampak bagus" guman Aldi dengan mengenakan baju kaos pendek polos yang di jadikan pakaian dalam dan baju kemeja lengan pendek berwarna biru dia buat sebagai lapisan nya di padu lagi dengan celana berwarna hitam panjang dan sepatu berwarna putih.


Aldi langsung berlalu dari ruang ganti itu dan langsung menuju ke bawah, Saat sampai di bawah dia langsung masuk ke dalam mobil dan di dalam mobil sudah ada kunci mobil yang memang terletak di sana. Aldi langsung melajukan mobil nya menuju ke kediaman Naisa dan lebih tepat nya jauh dari rumah Naisa karna dia tidak mau Asma curiga akan diri nya dan Naisa yang ingin mengikuti nya.


Di rumah Naisa.


Asma baru saja pulang dan langsung mandi dan mengganti baju nya sedangkan Naisa dia sudah berada di dalam kamar dan sudah siap ingin mengikuti Asma dengan mengenakan baju lengan pendek dan rok tutu berwarna hitam dan sekarang di sedang mengenakan sepatu.


Naisa mengintip dari Pintu kamar nya untuk melihat apa Asma sudah siap atau belum dan saat dia melihat ke luar kamar terlihat Asma sudah siap dengan mengenakan dress berwarna maroon dan sepatu hak yang di kenakan nya. "Cantik sekali kak Asma" guman Naisa saat melihat Asma yang nampak sangat cantik mengenakan pakaian itu.


"Kau sudah siap?" terdengar suara wanita yang masuk ke dalam rumah Naisa, Naisa mengintip ke luar dan melihat jika itu Elka.


"Hem" jawab Asma mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar.


"Kau sangat cantik As" ucap Elka yang juga kagum akan kecantikan Asma.


"Ah, Kau ini bisa saja" jawab Asma dengan senyum malu nya akibat pujian Elka.


"Kau benar benar cantik, Pasti nanti teman ku itu mau dengan mu" ucap Elka lagi.


"Ah kau terlalu memuji" jawab Asma sambil tersenyum. Elka membalas senyuman dari Asma.


"Yasudah ayo kita pergi" ajak Elka.


"Sebentar" ucap Asma dan berjalan mendekat ke arah pintu kamar Naisa.


"Naisa" ucap Asma dengan mengetuk pintu kamar Naisa. Naisa menjauh dari dekat pintu kamar nya itu.


"Iya kak" teriak Naisa.


"Kakak akan ke luar, Kau tidak apa apa di rumah sendiri?" tanya Asma karna dia tidak yakin jika Naisa berani di rumah sendiri.


"Iya aku berani" jawab Naisa.


"Yasudah kakak akan pergi, Jika terjadi apa apa hubungi kakak" ucap Asma.


"Iya" jawab Naisa.


"Halo" ucap Aldi saat sudah mengangkat telpon dari Naisa itu.


"Kau di mana? kak Asma sudah pergi dengan kak Elka" ucap Naisa kepada Aldi dengan tangan masih mencoba mengunci pintu nya dan ponsel yang masih di telinga. Aldi tidak menjawab pertanyaan Naisa dan itu membuat Naisa heran dan melihat ke layar ponsel nya tapi telpon itu masih terhubung.


"Halo Al" ucap Naisa yang mencoba memanggil Aldi kembali.


"Halo" jawab Aldi yang sangat terdengar jelas oleh Naisa dan itu terdengar seperti berada di dekat nya.


"Kau di mana?" tanya Naisa lagi kepada Aldi.


"Balikkan tubuh mu" perintah Aldi kepada Naisa. Naisa menuruti nya dan membalikan tubuh nya.


"Ha" Aldi mengejutkan Naisa dengan cilukba dengan Naisa.


"Hah" teriak Naisa yang kaget akan Aldi, Wanita itu sangat keget saat melihat Aldi yang tiba tiba muncul di belakang nya. Aldi terkekeh melihat Naisa yang kaget itu dan tertawa dengan meriah meskipun hanya sendiri.


"Kau ini" ketus Naisa dan mencubit perut Aldi.


"Auu" rengek Aldi yang merasa sakit akibat cubit kecil Naisa itu.


"Makanya jangan mengagetkan ku" ucap Naisa dan kembali mencubit Aldi dengan gigi yang berabit sat berbicara tadi.


"Kau masih ingin mengejutkan ku?" tanya Naisa dengan gigi yang masih bersatu di dalam mulut nya itu.


"Au, Au, Tidak, Aku tidak akan mengejutkan mu lagi" jawab Aldi yang pura pura kesakitan padahal tidak karna Naisa mencubit baju nya bukan tubuh nya.


Naisa melepaskan tangan nya dari pinggang Aldi. "Awas saja kau berani mengejutkan ku lagi" ucap Naisa dan membuang pandang nya dari Aldi.


"Ayo, Kak Asma sudah pergi tadi bersama kak Elka" ajak Naisa kepada Aldi. Aldi mengiyakan nya dan Naisa pun berjalan terlebih dahulu dari Aldi.


"Mau kemana kau?" tanya Aldi kepada Naisa saat Naisa berjalan berbeda arah dengan nya.


"Ingin menuju ke jalan raya mencari taxi" jawab Naisa tanpa menghentikan langkah kaki nya dan juga tidak menoleh ke arah Aldi.


"Untuk apa kau mencari taxi?" tanya Aldi yang masih ingin berdebat dengan Naisa karna dia sudah tau kemana tujuan Asma karna dia sempat mendengar saat Elka dalam perjalanan dan menelpon dengan lelaki yang ingin makan malam dengan Asma itu.


"Kau tidak membawa mobil makanya aku ingin mencari taxi" jawab Naisa dan menoleh ke arah Aldi dengan tatapan kesal nya.


"Aku membawa mobil" ucap Aldi.


"Di mana mobil mu?" tanya Naisa yang tidak melihat mobil Aldi dan tidak mengetahui jika Aldi membawa mobil.


"Itu" ucap Aldi sambil menunjuk ke belakang di mana di sana ada mobil nya dan itu terparkir di bawah pohon yang tidak terlalu jauh dari rumah Naisa.


"Mana?" tanya Naisa yang tidak bisa melihat mobil Aldi karna Aldi membawa mobil berwarna hitam.


"Makanya ayo" ajak Aldi dan berjalan ke arah Naisa dan menarik tangan Naisa dan menarik tangan Naisa untuk menuju ke dekat mobil nya.


"Ini mobil ku" ucap Aldi saat sudah sampai di dekat mobil nya. Naisa mengangguk karna dia sudah bisa melihat mobil Aldi.


"Yasudah cepat nanti kita kehilangan jejak kak Asma" ucap Naisa yang menggesak Aldi.


"Iya" jawab Aldi dan memencet remot mobil nya itu.


Naisa berjalan ke arah pintu mobil di samping kemudi dan membuka nya saat dia ingin masuk Aldi belum masuk ke dalam mobil. "Ayo" ajak Naisa yang menggesak Aldi.


"Iya, Iya" jawab Aldi dan membuka pintu mobil dan masuk ke dalam, Naisa yang sudah melihat Aldi masuk ke dalam mobil pun baru ikut masuk ke dalam mobil menyusul Aldi.


Aldi langsung melajukan mobil nya itu dengan kecepatan sedang menuju ke tempat yang di janjikan oleh Asma dan teman lelaki Elka itu. Aldi menoleh ke arah Naisa yang sama sekali tidak mengeluarkan kata kata apapun, Aldi memperlambat laju mobil karna tidak mendengar suara yang terdengar dari mulut Naisa dan dia sebenarnya ingin sekali di puji tentang fashion nya malam ini oleh Naisa. Naisa yang awal nya hanya diam dan tidak mengeluarkan suara apapun menoleh ke arah Aldi karna merasa mobil yang di kendarai oleh Aldi sangat lambat.


"Kenapa lambat sekali dia membawa mobil?" guman Naisa dengan menatap lekat Aldi yang tidak menatap nya itu.


"Apa dia tidak melihat penampilan ku yangs udah oke ini?" guman Aldi yang kesal akan Naisa yang sama sekali tidak memperhatikan nya itu.


"Aku susah payah mencari baju yang cocok dan nampak bagus dan aku berharap kau memuji ku, Tapi kau tidak pernah sekali pun memuji ku selama ini" guman Aldi yang kesal dan sedih karna semenjak dia bertemu dengan Naisa, Naisa sama sekali tidak pernah memuji ketampanan nya.


"Hey kenapa mobil mu ini laju nya lambat sekali?" tanya Naisa kepada Aldi dengan tatapan heran. Aldi menoleh ke arah Naisa dengan tatapan sedih dan lesu nya.


"Kau sakit?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menatap lekat Aldi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Halo para reader setia yang author sayangi, Author mohon maaf karna up hanya sedikit hari ini dan author juga minta maaf karna cerita nya kurang menarik atau kalian kurang puas dengan cerita author karna author perasaan author hari ini kacau akibat masalah peribadi author makanya author benar benar minta maaf jika kalian tidak puas membaca cerita ini.


Author juga butuh semangat dari kalian, Terima kasih reader author tercinta❤***