
Naisa hanya duduk di atas sofa tanpa melakukan kegiatan apapun dan dia merasa sedikit bosan duduk di sana. Naisa memilih untuk berjalan ke dekat Asma yang berada di dekat kasir. "Kak" sapa Naisa saat sudah sampai di dekat Asma.
"Bagaimana luka mu? apa sudah di obati?" tanya Asma kepada Naisa.
"Siapa yang menyuruh mu beranjak dari tempat duduk mu tadi?" tanya Aldi yang baru sampai dengan membawa kotak nasi yang ia beli di cafe yang tidak jauh dari toko bunga itu. Naisa yang baru saja ingin menjawab pertanyaan Asma pun menoleh ke sumber suara begitupun dengan Asma.
"Kenapa kau beranjak dari duduk mu?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Saya hanya berjalan pak" jawab Naisa dengan menundukkan kepala nya. Aldi menatap lekat Naisa makanya Naisa menundukkan kepala.
"Masuk ke ruangan saya" ucap Aldi dan langsung berlalu masuk ke dalam ruangannya. Naisa mengangkat kepala nya dan melihat Aldi sudah masuk ke dalam ruangan.
"Bagaimana ini kak?" tanya Naisa kepada Asma dengan tatapan sedikit takut karna takut di pecat.
"Sudah masuk saja" jawab Asma.
"Nai takut" ucap Naisa.
"Apa yang kau takuti?" tanya Asma kepada Naisa.
"Nai takut jika Nai di pecat kak" jawab Naisa dengan menundukkan kepala nya.
"Tidak usah takut, Mana mungkin pak Aldi memecat mu hanya karna kau berjalan" ucap Asma yang mencoba menenangkan Naisa.
"Tapi kak..." ucap Naisa terpotong oleh Asma.
"Sudah lah, Masuk nanti dia benar benar memecat mu" potong Asma. Naisa menatap ke arah nya dan dia mengangguk memberikan keyakinan kepada Naisa. Naisa berjalan ke arah ruangan Aldi.
"Huh" Naisa menarik nafas panjang dan membuka pintu ruangan Aldi.
Ckleeekk
Naisa membuka pintu itu dan terlihat Aldi yang sedang duduk santai di kursi nya. "Masuk" ucap Aldi dengan menatap ke arah Naisa.
"Tutup pintu nya" perintah Aldi. Naisa masuk ke dalam ruangan itu dan menutup pintu ruangan itu dengan pelan. Naisa berjalan ke arah Aldi dengan menundukkan kepala karna dia takut jika Aldi akan memarahi nya.
"Kenapa kau menunduk seperti itu?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Saya takut bapak memecat saya karna saya membantah ucapan bapak tadi" jawab Naisa jujur dengan kepala yang masih menunduk dan tangan yang menggenggam satu sama lain. Aldi tertawa akan jawaban dari Naisa itu dan Naisa pun langsung mengangkat kepala nya melihat Aldi.
"Aku tidak pernah sebelum nya melihat nya tertawa" guman Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi yang nampak tampan jika tertawa itu. Aldi langsung menghentikan tawa nya dan melihat Naisa tersenyum melihat nya.
"Ehem, aku bukan ingin memecat mu" jawab Aldi yang kembali datar. Naisa langsung tersadar akan lamunan nya dan menatap heran ke arah Aldi.
"Jadi ada apa bapak memanggil saya?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi.
"Tadi aku membelikan makanan untuk mu, Ini makan lah" jawab Aldi sambil menyodorkan makanan yang ia beli tadi kepada Naisa. Naisa menatap nasi kotak yang di berikan oleh Aldi dan setelah itu menatap Aldi.
"Saya tidak lapar pak" jawab Naisa berbohong adahal dia merasa lapar karna tadi waktu istirahat tidak makan karna tidak membawa uang.
Kruyukkk....kruyuuukkk
Aldi menatap ke arah nya dan Naisa juga menatap ke arah Aldi. "Kau itu lapar" ucap Aldi dan berdiri dari duduk nya mendekat ke arah Naisa. Naisa yang sedikit takut pun memundurkan tubuh nya dan Aldi juga terus mendekat dengan membawa kotak nasi tadi ke dekat Naisa.
Brukkk
Naisa terjatuh di atas kursi sofa yang ada di ruangan Aldi itu karna dia terus terusan mundur dan tertabrak dari belakang dengan kursi sofa itu makanya dia sampai terjatuh dan terduduk."Makan ini" ucap Aldi sambil menyodorkan nasi kotak tadi kepad Naisa.
"Saya tidak lapar pak" tolak Naisa. Aldi langsung mendudukkan tubuh nya di samping Naisa dan membuat Naisa sedikit bergeser tapi dia tidak berpindah tempat. Aldi membukakan kotak nasi tadi.
"Makan lah" ucap Aldi yang sudah membuka kotak nasi tadi.
"Saya tidak lapar pak" jawab Naisa. Aldi sedikit geram akan Naisa yang sedari tadi menolak untuk makan.
"Kau mau makan sendiri atau aku yang menyuapi mu?" tanya Aldi dengan wajah datar nya.
"Saya tidak lapar pak" bantah Naisa lagi.
"Buka mulut mu" perintah Aldi. Naisa hanya melihat sendok yang di sodorkan oleh Aldi kepada nya itu.
"Saya..." jawab Naisa terpotong karna Aldi sudah menyumbat makanan yang ia masukkan ke dalam sendok tadi ke dalam mulut Naisa.
"Jangan sampai kau buang" ucap Aldi saat melihat Naisa ingin mengeluarkan makanan yang ia sodorkan tadi. Naisa terpaksa mengunyah makanan yang di suapi Aldi tadi sampai habis. Aldi ingin menyuapi Naisa lagi tapi Naisa menolak nya.
"Saya bisa sendiri pak" ucap Naisa sopan dengan mulut yang tidak penuh. Aldi menyodorkan sendok dan juga kotak nasi tadi kepada Naisa dan Naisa pun menerima nya dn menatap makanan itu.
"Mau aku suapi lagi?" tanya Aldi kepada Naisa. naisa menggelengkan kepala nya dan melahap makanan itu dengan cepat sampai habis sedangkan Aldi dia tersenyum melihat Naisa yang menuruti perkataannya itu.
Uhukkkk....uhukkk
Naisa terbatuk akibat terlalu terburu buru. Aldi yang sadar itu langsung membuka air di dalam botol dan menyodorkannya kepala Naisa. Naisa menerima nya dengan senang hati dan langsung meneguk air minum itu.
"Kenapa kau sampai tersedak seperti itu?" tanya Aldi saat menerima botol yang di sodorkan Naisa kepada nya.
"Tidak apa apa pak" jawab Naisa dan menutup kotak makanan yang di berikan Aldi tadi karna sudah habis. Naisa ingin berlalu tapi suara Aldi menghentikan langkah kakinya.
"Mau kemana kau?" tanya Aldi saat melihat Naisa yang berdiri dari duduk nya.
"Mau kembali bekerja pak" jawab Naisa sopan dan menunjuk ke belakang dengan jempol nya. Aldi melihat jam yang melekat di tangannya itu dan jam sudah menunjuk pukul delapan malam dan sudah waktu nya semua orang yang bekerja di sana pulang dan toko di tutup.
"Ini sudah jam delapan, Kau mau bekerja dengan siapa di luar sana?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Benarkah?" tanya Naisa yang tidak percaya kepada Aldi. Aldi berjalan ke arah nya dan menunjukkan jam yang ia kenakan itu kepada Naisa.
"Lihat lah" perintah Aldi. Naisa melihat jam yang melekat di tangan Aldi itu dan benar saja jam sudah menunjuk pukul delapan malam.
Naisa berjalan ke dekat pintu dan membuka sedikit pintu dan terlihat sangat gelap di luar. Naisa kembali menutup pintu itu dan menghadap ke arah Aldi.
"Ada apa?" tanya Aldi kepada Naisa yang nampak sedikit ketakutan iu.