
"Apa?" tanya balik Aldi dengan memundurkan langkah kaki nya dan berpura pura tidak tau jika tadi dia mengikuti Naisa.
"Huh" Naisa mendengus kasar karna Aldi yang selalu bertanya kembali saat dirinya bertanya.
"Bapak tadi mengikuti saya saat saya ingin masuk ke rumah" jawab Naisa dengan nada rendah tapi kesal.
"Benarkah?" tanya Aldi yang berpura pura tidak tau lagi.
"Sudah lah, Silahkan bapak pergi dari sini" usir Naisa sopan dengan menundukkan tubuh nya dan mengulurkan tangan seperti orang mempersilahkan tamu masuk.
"Kenapa kau malah mengusir ku?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa kembali mengangkat kepala nya dan menatap Aldi.
"Saya ingin masuk ke dalam makanya saya mengusir bapak" jawab Naisa dengan nada sedikit kesal akan Aldi tapi masih sedikit sopan.
"Masuk saja, Tidak usah mengusir ku" ucap Aldi. Naisa tidak memperdulikan dan menjawab perkataan Aldi dan dia langsung berjalan ke arah rumah dan mengambil kunci rumah yang ada di dalam tas nya dan membuka pintu rumah setelah itu dia langsung masuk ke dalam rumah tapi sebelum itu dia melirik sebentar ke arah Aldi yang masih berada di dekat rumah nya itu.
Setelah masuk ke dalam rumah nya Naisa langsung menutup dan mengunci pintu rumah itu dari dalam dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar nya sedangkan Aldi dia masih berdiri di depan rumah Naisa, Saat melihat Naisa tidak menongolkan batang hidung nya dia pun kembali melanjutkan perjalanan nya untuk menuju ke rumah nya yang lumayan jauh dari rumah Naisa.
"Ah lelah sekali" keluh Aldi dengan menghentikan langkah kaki nya saat sudah beberapa menit berjalan dan sampai di dekat jalan raya. Aldi memilih untuk mencari taxi untuk melanjutkan perjalanan nya dan untung nya dia mudah mendapatkan taxi dan saat sudah dapat diapun langsung masuk ke dalam taxi itu dan memberikan alamat rumah nya kepada sopir taxi tadi.
Sesampai di tempat tujuan, Aldi membayar taxi yang ia tumpangi tadi dan langsung memasuki pekawasan rumah megah nya itu. Aldi langsung masuk ke dalam rumah tanpa menyapa karna dia sedikit kelelahan berjalan tadi dan dia pun langsung masuk ke dalam kamar nya, Andini dan Erdin mereka sedang tidak ada di rumah hari ini ntah kemana mereka pergi dan Aldi tidak memperdulikan itu.
Saat sudah berada di dalam kamar nya Aldi langsung masuk ke ruang ganti dan meletakkan peralatan sekolah nya itu dengan rapi di dalam ruang ganti itu dan mengganti pakaian nya dengan pakaian harian yang biasa ia gunakan baik itu saat ingin ke toko mau pun tidak karna tidak ada yang boleh memasuki kamar nya makanya dia sendiri yang membereskan kamar nya.
Setelah selesai mengganti pakaian Aldi kembali keluar kamar dan tidak lupa mengunci pintu kamar nya itu, Aldi langsung turun dari kamar nya itu dan langsung keluar rumah tanpa berpamitan dan dia langsung memasuki mobil yang sudah di letakkan oleh Syar dan juga Renald tadi di rumah nya.
Aldi melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke toko bunga sampai akhirnya dia pun sampai di toko bunga itu, Saat sampai di toko Aldi langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam toko bunga itu, Saat masuk Aldi melihat lumayan banyak pengunjung dan banyak pekerja lain yang melayani pengunjung tapi dia tidak menemui Naisa.
Aldi tidak bertanya kepada siapapun di mana Naisa dan dia pun memilih untuk mencari sendiri dan menuju ke belakang, Sesampai di belakang dia mendapati Naisa yang sedang menggunting bunga yang rusak, Sesuai dengan dugaan nya pasti Naisa sedang di belakang.
Aldi berjalan mendekat ke arah Naisa yang sedang berjongkok di dekat salah satu bunga dan bunga itu adalah bunga kesukaan ayah Naisa tapi Aldi tidak mengetahui masalah itu.
"Apa ayah tidak merindukan Nai?" tanya Naisa dengan menghadap ke salah satu bunga yang di sukai oleh ayah nya itu.
"Nai harap, Ayah dan ibu bahagia di sana karna pasti kalian sudah bertemu, Biar pun kalian tidak menunggu Naisa untuk bahagia tapi Naisa senang jika kalian bahagia di sana" ucap Naisa kembali dan tanpa sadar air mata nya menetes sendiri karna dia sangat merindukan ayah nya.
"Nai di sini juga bahagia karna banyak orang orang baik yang selalu ada di sisi Nai, Seperti kak Asma bu Andini dan pak Erdin dan ada juga anak nya yang sedikit menyebalkan itu" ucap Naisa dengan berusaha mengembalikan senyum nya.
"Apa yang dia katakan? kenapa dia mengatakan aku menyebalkan? bukan nya dia yang menyebalkan?" guman Aldi yang tidak terima di katai menyebalkan oleh Naisa tapi senyum di wajah lelaki itu jelas sekali terukir karna Naisa memperkenalkan diri nya kepada ayah nya meskipun di hadapan bunga tidak di hadapan kuburan ayah nya.
"Tapi biar pun pak Aldi menyebal kan dia orang yang baik, Dia juga suka membantu Nai yah" sambung Naisa kembali, Aldi yang di puji puji Seperti itu jelas saja merasa bangga apa lagi di puji oleh orang yang ia cintai meskipun dia belum mengakui perasaan nya yang mengatakan bahwa dia menyukai Naisa tapi dari gerak gerik nya nampak sekali jika dia itu menyukai Naisa.
"Ayah yang bahagia ya di sana" guman Naisa dengan senyum yang mengembang dan menghapus air mata yang sempat jatuh di pipi nya itu.
"Ehem" dehem Aldi yang membuat Naisa kaget dan langsung berdiri dari jongkok nya tadi.
"Pak Aldi?" ucap Naisa yang kaget akan Aldi.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Membersihkan bunga pak" jawab Naisa santai.
"Kau tidak merangkai bunga hari ini?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Sudah banyak pekerja lain yang merangkai bunga pesanan pak makanya saya memilih untuk membersihkan bunga" jelas Naisa karna memang semenjak masuk nya Naisa ke toko itu, Toko itu selalu ramai di datangai pembeli dan toko itu juga sudah memperkerjakan banyak pegawai untuk merangkai bunga.
"Tidak ada pikiran mu ingin membuat bentuk bunga baru?" tanya Aldi lagi kepada Naisa karna toko itu menurut nya memerlukan rangkaian bunga baru meskipun banyak peminat bunga bunga yang lain tapi jenis karangan baru juga bagus bukan.
"Untuk saat ini saya belum mempunyai ide untuk merangkai rangkaian bunga yang baru pak" jelas Naisa karna pikiran nya saat ini sedang buntu dan malas untuk memikirkan rangkaian bunga.
"Tumben sekali kau tidak memiliki ide, Biasa nya kau yang selalu mempunyai ide bahkan tanpa aku suruh, Apa kau mempunyai masalah?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa karna memang biasa nya Naisa selalu memiliki ide untuk merangkai rangkaian bunga baru bahkan tanpa di perintah, Tapi hari ini dia mengatakan bahwa dia tidak memiliki ide makanya Aldi bingung akan wanita itu.