I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 109



"Apa yang terjadi?" guman Asma yang sangat bingung akan sikap Aldi dan Naisa yang tidak biasa nya berdiam seperti tadi.


"Aldi jika di dekat Naisa tidak pernah diam setau ku" guman Asma yang sangat bingung akan sikap Aldi maupun Naisa yang aneh sekali menurut nya.


Asma langsung masuk ke dalam rumah dan tidak lupa dia mengunci pintu rumah itu. Saat masuk dia langsung menuju ke kamar Naisa, Asma mencoba membuka pintu kamar Naisa tapi dia tidak bisa membuka nya karna terkunci dan Asma pun memilih untuk tidak mengganggu dan berlalu masuk ke dalam kamar nya.


Tiga tahun kemudian


Hubungan Aldi dan juga Naisa sudah baik baik saja dan Aldi juga sudah jujur terhadap nya akan masalah masa lalu nya dan sekarang Naisa sudah yakin akan Aldi dan hanya akan menunggu waktu nya saja mereka berdua menjadi sepasang suami istri.


Mereka berdua juga sudah di restui oleh kedua orang tua Aldi dan hanya menunggu waktu nya saja dan kemungkinan satu tahun lagi Naisa akan wisuda begitupun dengan Aldi tapi Aldi lebih cepat satu bulan dari nya karna memang dia terlebih dahulu menyelesaikan kuliah dari Naisa karna memang itu sudah di jadwal kan.


"Hey" sapa Aldi. Sekarang Aldi sedang berada di rumah Naisa karna untuk menjemput wanita itu karna ingin berangkat ke kampus. Aldi masih tetap tinggal di apartemen nya karna dia lebih nyaman tinggal di sana dari pada di rumah besar yang tidak berpenghuni milik kedua orang tua nya itu.


"Kau sudah sampai?" tanya Naisa tanpa menoleh ke arah Aldi karna sedang mengunci pintu rumah sedangkan hubungan Asma dan Angga belum ada kabar sampai saat ini entah hubungan mereka berlanjut atau berhenti, Naisa dan Aldi tidak tau masalah itu karna sibuk mengurus hubungan mereka.


"Kau tidak bisa melihat nya sendiri?" tanya balik Aldi dn langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di depan rumah Naisa itu.


"Kenapa kau jadi marah?" ketus Naisa dan membalikkan tubuh nya menatap Aldi karna dia sudah selesai mengunci pintu rumah nya itu.


"Aku tidak marah" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya kepada Naisa. Naisa tidak menjawab ucapan Aldi itu.


"Ayo" ketus Naisa saat Aldi tidak bergerak dari duduk nya dan hanya diam di tempat.


"Pergi sekarang?" tanya Aldi kepad Naisa.


"Minggu depan" jawab Naisa yang kesal akan pertanyaan bodoh Aldi itu.


"Kenapa lama sekali?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.


"Bodoh sekali lelaki ini" ketus Naisa dan langsung berlalu dari sana dan menuju ke dekat mobil Aldi, Aldi tersenyum melihat wnita itu marah karna memang akhir akhir ini dia memang sangat suka membuat Naisa marah kepada nya. Aldi belum bergerak dari tempat nya dan masih tersenyum lebar di sana.


"Ayo" teriak Naisa yang kesal kepada Aldi yang tersenyum di atas kursi. Aldi kembali tersenyum lebar dan lebih tepat nya tertawa dan setelah itu baru dia menuju ke mobil nya. Aldi memencet remot mobil nya.


"Kenapa kau marah marah?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa dan senyum yang mengembang. Naisa tidak menjawab nya dan menatap kesal ke arah Aldi setelah itu dia langsung masuk ke dalam mobil dengan membanting pintu mobil itu.


"Hey jangan membanting nya" ucap Aldi saat Naisa membanting pintu mobil nya. Naisa tidak menjawab dan hanya diam seribu bahasa di tempat duduk nya itu. Aldi juga tidak merayu nya atau pun mengajak nya bergurau lagi dan langsung masuk ke dalam mobil.


Saat masuk ke dalam mobil Aldi menoleh ke arah Naisa yang langsung membuang muka saat dia menatap nya, Aldi tersenyum dan langsung menghidupkan mesin mobil nya dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju kampus.


"Tidak makan siang dulu?" tanya Aldi kepada Naisa di tengah perjalanan mereka. Naisa yang sedang melihat jalan yang ia tempuh pun menoleh ke arah Aldi.


"Tidak usah" jawab Naisa dan kembali menatap jalanan yang ia lewati, Aldi mengiyakan nya dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang kembali menuju ke kampus mereka. Beberapa menit mereka menempuh jalan akhirnya mereka pun sampai di kampus. Naisa langsung turun dari mobil tanpa berpamitan dan memperdulikan Aldi.


"Nai" teriak Fany dari jauh kepada Naisa yang sedang berjalan menuju masuk ke dalam area kampus. Naisa menoleh ke arah Fany, Fany sudah menjadi teman baik Naisa, Wajah cuby, Tubuh gemuk dan hati baik, seperti itulah ciri ciri Fany dan hanya Fany yang ingin berteman tulus dengan Naisa dan menyayangi Naisa sebagai teman selain dari Fany tidak ada yang ingin berteman dengan Naisa karna banyak yang iri akan Naisa yang berhasil membuat Aldi jatuh cinta kepada nya. Di kampus itu memang banyak orang yang menyukai Aldi, Mulai dari orang menyukai Aldi karna harta, Tahta, Dan ketampanan Aldi dan tidak ada satu pun di antara mereka yang tulus menyayangi Aldi dan hanya Naisa lah yang sangat tulus dari hati menyayangi Aldi dan tidak memandang apapun yang melekat pada diri Aldi.


"Fan" sapa balik Naisa saat sudah sampai di dekat Fany.


"Baru sampai?" tanya Fany kepada Naisa.


"Hem" jawab Naisa mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar.


"Kau ini suka sekali meninggalkan ku" ketus Aldi yang sudah berada di dekat Naisa dan juga Fany. Aldi juga menyukai sikap Fany yang rendah hati dan tidak memandang bulu jika berteman dan dia menganggap Fany sebagai saudara nya meskipun sat bertemu nada berbicara mereka kadang tidak enak di dengar tapi Aldi sangat menyukai watak Fany di tambah lagi wanita itu lucu dan bisa membuat orang tertawa. Kedua orang tua Aldi juga mengenal nya dan dia juga mendapatkan biaya siswa sekolah di kampus itu karna kemurahan hati dan baik nya Fany.


"Apa kau melihat ku" ketus Aldi kepada Fany dengan melototkan mata nya karna memang dia selalu saja bertengkar sat bertemu sama seperti dia bertemu dengan Naisa, tapi dia lembut dengan Naisa tidak seperti saat dengan Fany yang selalu berbicara ketus tapi saling menyayangi.


"Siapa yang melihat mu" jawab Fany dan membuang tatapan nya dari Aldi sedangkan Naisa dia hanya diam dan tidak menegah mereka berdua yang memang selalu bertengkar itu.


"Ayo Nai kita pergi saja dari sini, Di sini panas" ucap Fany dan mengibaskan tangan nya menandakan jika dia seperti kepanasan.


"Kenapa kau membawa calon istri ku pergi?" ketus Aldi dan menarik tangan Naisa yang juga di tarik oleh Fany untuk berlalu.


"Kami ingin ke kelas" jawab Fany dan kembali menarik tangan Naisa dengan sedikit kuat.


"Tidak, Dia ke kelas bersama ku" ketus Aldi yang tidak mau kalah dan kembali menarik tangan Naisa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mon maaf kalau author jarang up dan jika up pun hanya sedikit, Itu karna author sedang memilki banyak masalah dan kerjaan, Jadi author mohon pengertian nya dan ini cerita nya author skip saat tiga tahun lalu, Semoga kalian selalu suka cerita author ya🙃