
"Kau tidak memperdulikan itu?" tanya Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa yang biasa saja itu.
"Tidak" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi dan kembali membaca novel milik nya.
"Kenapa tidak? bukannya wanita sangat memperhatikan bentuk tubuh mereka?" tanya Aldi lagi dengan menatap lekat wajah Naisa karna memang dia selalu saja di marahi oleh wanita sebelum nya saat dia membawa makanan yang mengandung banyak kalori atau lemak.
"Tidak dengan ku" jawab Naisa akan pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan Aldi kepada nya.
"Kenapa tidak?" tanya Aldi lagi dengan menatap lekat wajah Naisa.
"Ya tidak saja" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi. Aldi menatap wanita itu dan tidak lagi menjawab ucapan nya karna Asma masuk ke dalam kamar itu.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Asma yang baru saja sampai dan melihat Aldi ada di dalam kamar nya. Naisa dan Aldi menoleh ke arah Asma yang baru saja masuk itu.
"Tidak melakukan apa apa" jawab Aldi akan pertanyaan Asma.
"Kau kenapa ke sini?" tanya Asma kepada Aldi.
"Menemui kekasihku lah, Tidak mungkin ingin menemuimu" jawab Aldi akan pertanyaan Asma itu. Naisa menoleh ke arah Aldi.
"Siapa kekasihmu?" tanya Asma lagi kepada Aldi.
"Jelas saja Naisa, Tidak mungkin kau kakak ku kekasihku" jawab Aldi lagi akan pertanyaan Asma itu.
"Kau memiliki hubungan dengan nya Nai?" tanya Asma dengan menatap lekat Naisa.
"Tidak" jawab Naisa karna memang dia dan Aldi tidak memiliki hubungan, Aldi langsung menoleh ke arah Naisa dan dahi nya mengerut menatap Naisa.
"Kenapa kau menjawab tidak? bukankah kita ini akan menikah setelah lulus kuliah?'' tanya Aldi dengan menatap sedikit kesal ke arah Naisa.
"Itu masih lama, Mana tau besok kita akan mati jadi jangan berisik dan jalani saja hari ini" jawab Naisa dan mengalihkan pandangan nya dari Aldi sedangkan Asma dia menahan tawa nya saat mendengar jawaban dari Naisa dan melihat ekspresi Aldi.
"Kenapa wajah mu seperti itu?" tanya Aldi kepada Asma dengan menatap datar ke arah Asma. Asma menurunkan tangan nya dan langsung memasang wajah datar nya menatap Aldi.
"Apa?" tanya balik Asma kepada Aldi. Aldi menatap kesal dan setelah itu dia langsung beranjak berdiri dan langsung berlalu dari sana.
"Astaga anak itu" ucap Asma dan menggelengkan kepala nya. Naisa tertawa saat Asma mengucapkan itu karna dia juga ingin melihat wajah kesal Aldi karna Aldi selalu membuatnya kesal dan selalu tertawa saat diri nya kesal makanya dia membalas apa yang di lakukan Aldi kepada nya.
"Kau mengerjai nya juga hem?" tanya Asma saat mendengar tawa Naisa.
"Hem, Habisnya dia selalu saja membuatku kesal dan bertingkah seperti anak anak makanya aku ingin membalas nya dengan membuatnya kesal" jelas Naisa dengan menatap Asma. Asma kembali tertawa menanggapi tingkah sang adik begitupun dengan Naisa.
"Sudah lah kau istirahatlah" ucap Asma kepada Naisa, Naisa mengangguk mengiyakan nya dan Asma pun membantu Naisa dengan menurunkan sedikit kaki Naisa ke bawah.
"Terima kasih kak" ucap Naisa dengan melebarkan senyuman nya kepada Asma. Asma ikut tersenyum saat melihat senyum Naisa.
"Tidurlah dengan nyenyak" ucap Asma dan mengusap lembut kepala Naisa, Naisa mengangguk mengiyakan nya dan langsung merebahkan tubuh nya dan memejamkan mata nya hingga tertidur pulas. Asma pun juga ikut berpindah ke tempat nya dan ikut tertidur di samping Naisa dengan tubuh yang menghadap ke arah Naisa.
Keesokan pagi nya.
Aldi terbangun dari tidur nya dan langsung melihat jam dan dia melihat jika jam baru menunjuk pukul enam setengah pagi. "Aku sebenarnya masih sangat mengantuk" guman Aldi dan kembali merebahkan tubuh nya.
"Tapi aku hari ini berjanji ingin mengajak Naisa berkeliling sini" ucap Aldi dan kembali bangkit dari tidur nya, Aldi langsung menuju ke kamar mandi dan langsung membersihkan tubuh nya, Setelah selesai dia kembali keluar dari kamar mandi dan menuju ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya. Aldi memilih baju yang belum pernah ia kenakan di depan Naisa dan dia memilih baju yang simpel tapi elegan, Dia memilih mengenakan baju kaos untuk dalaman dan kemeja di kenakan nya di bagian luar dengan di dampingi celana jeans dan sepatu vans milik nya, Setelah selesai mengenakan pakaian dia langsung menuju keluar dan menuju ke kamar Naisa.
Tok..tok..tok
Aldi mengetuk pintu kamar itu tapi dia tidak mendapatkan jawaban. "Kenapa tidak ada jawaban?" guman Aldi yang tidak mendapatkan jawaban dari dalam.
"Naisa" panggil Aldi dengan mengetuk pintu kamar itu lagi.
"Iya" teriak Naisa dari dalam yang baru saja keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan baju handuk nya.
"Kau sedang apa? apa aku boleh masuk?" tanya Aldi kepada Naisa dari luar karna dia tidak mau sembarang masuk ke dalam kamar Naisa.
"Tidak boleh" teriak Naisa karna dia masih belum mengenakan baju.
Setelah selesai Naisa mengenakan pakaian nya dia kembali keluar dan melihat Asma sudah berpindah posisi. "Pantas saja Aldi melarangnya untuk tidur bersamaku, Tidur nya berputar putar seperti ini" ucap Naisa saat melihat Asma yang sudah tidur dengan posisi berbeda dengan saat dia masuk ke dalam ruang ganti tadi, Naisa tidak mengganggu Asma dan kembali mendorong kursi roda nya itu menuju ke dekat pintu. Aldi baru saja ingin mengetuk kembali tapi pintu kamar itu sudah terbuka dan keluarlah Naisa dari dalam itu.
"Sudah selesai?" tanya Aldi kepada Naisa saat Naisa keluar dari kamar.
"Hem" jawab Naisa mengangguk mengiyakan nya. Aldi memasang gaya berdiri model di hadapan Naisa tapi Naisa tidak menyadari itu. Aldi menoleh ke arah Naisa yang sama sekali tidak memerhatikan dan tidak ada niat untuk memuji nya.
"Astaga, Apa dia tidak ingin memujiku?" guman Aldi saat melihat Naisa tidak memujinya dan menatap ke sembarang arah.
Aldi fernando yang selalu memiliki fashion yang luar biasa dan membuat semua wanita terpikat akan pesona nya tapi tidak dengan Naisa yang hanya biasa saja menatap Aldi mau bagaimanapun penampilan nya. Naisa menoleh ke arah Aldi yang sama sekali tidak beranjak ataupun ingin membantunya keluar dari kamar itu.
"Kau tidak jadi mengajakku keliling di sekitar sini?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi yang sedang berada di hadapan nya itu. Aldi kembali berdiri seperti biasa karna Naisa juga tidak menanggapi nya.
"Percuma jika aku menunggu dia memujiku" guman Aldi dn langsung memegang pegangan untuk mendorong kursi roda Naisa itu dan mendorong nya ke depan dan setelah itu dia menutup kembali pintu kamar Naisa. Naisa tidak mengeluarkan suara apapun dan Aldi pun langsung membawa Naisa menuju ke lift dan masuk ke dalam nya.
Sesampai nya lift di bawah Aldi langsung keluar dengan masih mendorong kursi roda milik Naisa dan setelah itu menuju ke dapur untuk sarapan pagi terlebih dahulu. "Pagi Naisa, Al" sapa Andini kepada Naisa dan Aldi yang baru saja datang di bawah.
"Pagi tante" jawab Naisa dengan senyum yang melebar menatap Andini Sedangkan Erdin menatap anak nya yang selalu memasang wajah datar itu. Aldi meletakkan kursi roda Naisa di samping tempat duduk nya dengan menggeserkan salah satu kursi.
"Kau ingin makan apa?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Aku bisa mengambilnya sendiri" ucap Naisa yang berusaha ingin mengambil makanan tapi dia tidak sampai.
"Kau ingin makan apa?" tanya Aldi lagi yang bisa melihat jika Naisa kesusahan mengambil makanan.
"Apa saja" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi. Aldi tidak melanjutkan ucapan nya dan langsung mengambil makanan untuk nya dan juga Naisa dengan makanan yang sama.
"Makanlah, Jika kurang katakan" ucap Aldi sambil menyodorkan makanan yang ia ambil tadi kepada Naisa, Naisa menerima nya dan melihat makanan yang di ambilkan oleh Aldi tadi terlalu banyak untuk nya karna itu memang porsi makan Aldi.
"Kenapa belum makan? ingin aku suapi?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang berada di samping nya itu. Naisa menggelengkan kepala nya dan langsung melahap makanan yang di berikan Aldi kepada nya tadi. Aldi tersenyum melihat Naisa yang memulai makan dan akhirnya dia juga memulai makan nya.
Baru setengah Naisa memakan makanan nya dia sudah tidak kuat untuk menghabiskan nya sungguh itu terlalu banyak untuk nya. "Aku sudah tidak kuat" guman Naisa dengan melahap pelan makanan tadi, Erdin menoleh ke arah Naisa dan dia sangat bisa melihat jika Naisa itu tidak kuat lagi untuk melahap makanan dan setelah itu dia menoleh ke arah Aldi yang masih kuat untuk makan.
"Naisa jika kau tidak kuat makan berhentilah" ucap Erdin yang mengerti akan Naisa, Naisa menoleh ke arah Erdin sedangkan Andini dan Aldi yang awal nya pokus Makan pun ikut menoleh ke arah Naisa.
"Kau sudah kenyang?" tanya Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa karna dia tau jika Naisa itu orang nya tidak enak jika di tanya seperti tadi oleh orang yang lebih tua dari nya, Naisa menoleh ke arah Aldi dan langsung mengangguk pelan kepala nya karna hanya dengan Aldi dia berani.
"Huh" Aldi mendengus dan tersenyum menatap Naisa dan setelah itu dia langsung mengambil piring yang ada di tangan Naisa dan meletakkan nya ke atas meja. Andini dan Erdin juga ikut tersenyum melihat tingkah Naisa yang pemalu itu sedangkan Naisa dia menundukkan kepala akibat Andini dan Erdin yang menatap nya.
"Minumlah" ucap Aldi dan menyodorkan minuman air susu kepada Naisa, Naisa menerima nya dan meminum minuman itu sampai habis karna dia menyukai manis. Naisa meletakkan gelas bekas minum nya tadi ke atas meja makan dan Aldi yang melihat Naisa sudah selesai makan dan minum pun ikut menjelaskan makannya yang hanya tinggal sedikit dan setelah itu dia beranjak berdiri.
"Ayo" ajak Aldi kepada Naisa tanpa berpamitan kepada kedua orang tua nya yang masih duduk di kursi meja makan di sana.
"Tidak berpamitan dahulu?" tanya Naisa dengan mendongakkan kepala nya menatap Aldi.
"Tidak usah" jawab Aldi dan kembali melajukan mendorong kursi roda tadi.
"Sopanlah, Mereka orang tua mu, Berpamitanlah terlebih dahulu" ucap Naisa kepada Aldi, Aldi kembali mengehntikan dorongan nya dan menatap ke arah Naisa.
"Ku bilang tidak usah" jawab Aldi.
"Yasudah kita juga tidak usah pergi" ucap Naisa dan kembali duduk seperti semula dan menatap ke depan.
"Huh" Aldi mendengus kasar dan mengalihkan pandangan nya kembali ke belakang.
"Ma, Pa, Kami akan pergi" ucap Aldi kepada kedua orang tua nya dan menuruti ucapan Naisa meskipun masih memasang wajah datar nya.
"Kemana sayang?" tanya Andini kepada Aldi sedangkan Erdin hanya diam.
"Hanya berkeliling komplek, Kami berangkat" jawab dan pamit Aldi secara bersamaan dan langsung mendorong kembali kursi roda Naisa.
"Jika seperti itukan bagus, Kau sopan kepada kedua orang tua mu" ucap Naisa dengan senyum yang mengembang dan kepala yang menatap ke atas menatap Aldi. Aldi tidak menjawab nya dan memilih melajukan jalan nya dan keluar dari pekarangan rumah nya tersebut.