
"Ini bukan urusan mu, Kau ikuti saja perintah ku, Kemungkinan besar dia tidak hadir saat hari pertama, Kecil kemungkinan untuk dia hadir di hari pertama" jelas Aldi dengan suara tegas dan wajah datar nya kepada orang itu.
"Baiklah tuan, Saya mengerti" jawab orang itu. Aldi langsung mematikan telpon itu tanpa menjawab ucapan orang tadi.
Satu minggu sudah berlalu, Aldi sama sekali tidak menemui Naisa dan lebih tepat nya lagi dia tidak keluar dari rumah nya, Andini dan Erdin tau kenapa Aldi tidak keluar rumah dan mengurung diri di dalam kamar karna Asma yang bercerita kepada mereka tentang kejadian satu minggu lalu.
"Sudah satu minggu aku tidak menemui mu" guman Aldi yang berdiri di dekat jendela kamar nya yang terbuka lebar.
"Aku sangat merindukan mu" ucap Aldi langsung menundukkan kepala nya karna dia sangat merindukan Naisa saat ini. Aldi kembali mengangkat kepala nya, Mata nya berbinar karna terlalu merindukan Naisa, Dia sangat menyesal karna sudah membuat Naisa ingat kembali akan trauma nya di masa lalu.
"Maafkan aku" guman Aldi sambil menengadahkan kepala nya ke atas. Aldi keluar dari jendela kamar nya itu dan menuju ke balkon kamar nya, Dia menatap halaman rumah yang selalu ia lihat satu minggu ini dari balkon kamar nya. Aldi melihat ada orang yang melambaikan tangan kepada nya.
"Hey" teriak orang itu dengan melambaikan tangan nya kepada Aldi karna dia ada di bawah dan Aldi jauh di atas.
"Bukan kah itu Naisa?" guman Aldi yang sedikit ragu, Itu memang Naisa, Naisa mendengar cerita dari Andini, Asma dan juga Erdin yang mengatakan Aldi tidak keluar satu minggu ini karna takut mengembalikan ingatan nya makanya hari ini dia sempatkan untuk datang ke rumah Aldi. Dia belum sudah sempat masuk ke dalam rumah tapi Andini mengatakan Aldi di dalam kamar dan saat dia ke sana dia melihat salah satu jendela kamar di sana terbuka makanya di kembali ke luar.
"Ah tidak mungkin itu Naisa, Dia masih marah kepada ku" ucap Aldi lagi dan ingin berlalu dari sana.
"Aldi bodoh" teriak Naisa lagi yang terdengar sangat jelas oleh Aldi. Aldi menghentikan langkah kaki nya saat mendengar panggilan itu.
"Hey lihat lah ke sini, Tangan ku sudah lelah melambai kepada mu tapi kau sama sekali tidak merespon" teriak Naisa lagi dengan sekencang kencang nya. Aldi membalikkan tubuh nya dan kembali menatap lekat wanita yang berteriak itu.
"Kau benar Naisa?" teriak Aldi dari atas.
"Jika bukan Naisa siapa lagi?" teriak Naisa. Senang sekali hati lelaki itu saat mendengar jawaban dari Naisa, Dia langsung keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga, Naisa yang sudah melihat Aldi berlalu ikut berlalu masuk ke dalam rumah Aldi.
"Ini benar benar kau?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Hem" jawab Naisa mengangguk mengiyakan ucapan Aldi. Aldi menggenggam erat tangan Naisa dan Naisa tidak marah jika di sentuh hanya tangan.
"Aku sangat merindukan mu" ucap Aldi yang sangat senang saat melihat pujaan hati nya berada tepat di hadapan nya, Aldi hanya memegang tangan Naisa dan tidak berani memeluk Naisa karna takut hal kemarin terjadi lagi. Naisa tersenyum melihat Aldi yang tidak memeluk nya dan dia pun langsung memeluk tubuh kekar Aldi itu.
"Aku juga merindukan mu" jawab Naisa yang sudah berada di dalam pelukan Aldi. Aldi kaget akan itu dan hanya termenung dan tidak membalas pelukan dari Naisa.
"Kenapa kau memeluk ku?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa yang pendek pun mendonggakkan kepala nya menatap ke arah Aldi.
"Kenapa memang nya? tidak boleh?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Nanti jika..." ucap Aldi terpotong oleh Andini.
"Jika dia tidak mau baru trauma nya akan kembali, Jika dia mau trauma nya tidak akan kembali" potong Aldi akan ucapan Aldi. Naisa baru ingat jika dia sedang berada di rumah Aldi dan ada kedua orang tua Aldi di sana, Dia langsung melepaskan pelukan nya dari Aldi tapi dengan segera Aldi memeluk erat tubuh Naisa yang hampir terlepas dari tubuh nya itu.
"Lepaskan, Kau tidak malu di lihat oleh mama dan papa mu?" bisik Naisa yang wajah berada di perut Aldi. Aldi menuruti kemauan wanita itu dan melepaskan pelukan nya.
"Maaf tante, Om" ucap Naisa dengan menundukkan kepala nya karna malu dengan Andini dan juga Erdin.
"Tidak apa apa" jawab Erdin sedangkan Andini hanya tersenyum melihat itu.
"Mama dan papa akan ke dalam" ucap Andini karna dia sangat yakin jika Aldi akan mengatakan sesuatu kepada Naisa. Andini dan Erdin berlalu dari sana dan masuk ke dalam kamar mereka.
"Aku mengerti akan waktu itu" potong Naisa yang sudah mendengar penjelasan Andini dan juga Erdin.
"Jika kau sudah mengerti kenapa kau masih takut waktu itu?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Waktu itu kau tidak mengatakan apa apa kepada ku dan langsung memeluk ku makanya aku kaget dan langsung takut" jelas Naisa.
"Aku langsung memeluk mu karna..." ucap Aldi yang kembali terpotong oleh Naisa.
"Karna aku Eca bukan?" tanya Naisa dengan wajah bahagia nya kepada Aldi.
"Kau sudah tau?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Hem, Mama dan papa mu yang menjelaskan nya kepada ku" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya.
"Kapan mama dan papa menjelaskan nya?" tanya Aldi.
"Beberapa hari lalu" jawab Naisa.
"Ah terserah yang penting sekarang aku sudah bisa bertemu dengan mu" ucap Aldi dan kembali memeluk Naisa dengan penuh kasih sayang, Naisa membalas pelukan hangat dari Aldi itu dengan senyum yang mengembang.
"Kau tidak ingin mempersilahkan aku untuk duduk?" tanya Naisa kepada Aldi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halo para reader jangan lupa mampir ke novel terbaru author "betwee love and revenger" silahkan mampir ke novel itu bagi yang berkenan karna kemungkinan author akan selalu up di novel yang itu. Terima kasih yang sudah mampir❤