
Hey, Aku tidak menyuruh mu menangis" ucap Aldi dan mendekat ke arah Naisa dan menghapus air mata wanita itu. Naisa sedikit tertawa saat Aldi menghapus air mata nya dan Aldi juga ikut tersenyum saat melihat tawa Naisa.
"Al akan menjaga Naisa dengan baik" guman Aldi dengan senyum yang melebar menatap kedua makam itu dan setelah itu kembali menatap Naisa.
"Kenapa kau masih menangis?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap lekat wajah Naisa. Naisa melebarkan senyuman nya menatap Aldi dan langsung menggelengkan kepala nya dan itu menandakan jika dia tidak apa apa.
"Kau masih ingin di sini?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap lekat Naisa yang sedang berhadapan dengan ny itu. Naisa melebarkan senyuman nya kepada Aldi dan setelah itu langsung mengangguk mengiyakan.
"Yasudah ayo" ajak Aldi kepada Naisa, Naisa mengiyakan nya dan mengikuti Aldi, Mereka berdua berlalu dari makam itu dan menuju ke jalan raya.
"Naik kendaraan umum atau jalan kaki?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap lekat wajah Naisa.
"Jalan kaki saja" jawab Naisa dan berjalan terlebih dahulu dari Aldi. Aldi menyusul Naisa sampai dia berdiri sejajar dengan Naisa dan berjalan bersama dengan Naisa. Mereka berdua berjalan kaki dengan santai menuju ke rumah Naisa sampai akhirnya mereka sampai di rumah Naisa.
"Kau setelah ini akan kemana?" tanya Naisa dan menghentikan langkah kaki nya saat berada tepat di depan rumah nya.
"Entah lah, Aku juga tidak tau" jawab Aldi karna memang dia tidak memiliki tujuan setelah pulang dari rumah Naisa kecuali pulang ke rumah nya.
"Jadi kau Setelah ini akan kemana?" tanya Naisa lagi.
"Pulang ke rumah kemungkinan" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.
"Baiklah hati hati di jalan" ucap Naisa dengan melebarkan senyuman nya kepada Naisa. Aldi membalas senyuman dari wanita itu dan setelah itu langsung berlalu dari sana dan menuju ke jalan raya untuk mencari kendaraan umum.
Naisa masuk ke dalam rumah nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya, Dia melepaskan sepatu yang ia kenakan tadi dan langsung menghempaskan tubuh nya di atas kasur di dalam kamar nya itu. "Ayah, Ibu, Naisa juga mencintai Aldi" ucap Naisa dengan menatap poto lama nya bersama kedua orang tua nya saat dia masih bayi dan bisa di katakan baru lahir karna nampak nya ibu Naisa itu sedang berbaring.
"Aku sangat belum yakin akan nya tuhan" ucap Naisa dan berbaring menelungkup di atas kasur di dalam kamar nya itu.
"Ah" ucap Naisa dengan mengacak acak rambut nya karna masih memikirkan Aldi.
Di tempat Aldi.
Aldi sudah sampai di rumah nya dan sudah melihat mobil nya dan itu pertanda jika Asma sudah mengantar mobil nya. Aldi langsung beranjak masuk ke dalam rumah dan saat masuk dia tidak menemukan siapapun di dalam rumah.
"Jika seperti ini, Lebih baik aku tinggal di apartemen ku saja" ucap Aldi dan langsung berlalu menaiki anak tangga dan menuju ke kamar nya. Saat sampai di depan kamar dia langsung masuk ke dalam kamar nya dan kembali menutup kamar nya.
Aldi langsung menuju ke ruang ganti dan mengambil koper nya dan memasukkan barang barang nya ke dalam itu termasuk poto nya dan juga Naisa sewaktu kecil. "Lebih baik aku tinggal sendiri di apartemen" ucap Aldi saat sudah selesai mengemasi barang nya dan langsung beranjak keluar dari kamar nya itu dengan menyeret koper milik nya sedangkan kunci kamar masih tergantung di pintu kamar itu.
"Tuan muda mau kemana?" tanya salah satu pelayan rumah tangga Aldi.
"Aldi ingin tinggal di apartemen" jawab Aldi datar tanpa menghentikan langkah kaki nya dan terus saja berjalan menuruni anak tangga dengan membawa koper nya.
"Kenapa tuan ingin tinggal di apartemen?" tanya pelayan itu lagi.
"Tidak apa apa bi, Hanya ingin tinggal sendiri saja bi" jawab Aldi.
"Yasudah tuan muda hati hati" ucap pelayan tadi. Aldi melebarkan senyuman nya kepada pelayan tadi. Aldi memang cukup ramah dengan siapapun dan dia tidak memandang bulu jika baik dan ramah kepada orang apa lagi para pekerja di rumah nya, Meskipun ucapan nya kadang kadang kasar tapi hati nya sangat baik dan lembut.
"Tuan ingin ke mana?" tanya penjaga tadi kepada Aldi karna dia tidak tau jika Aldi ingin kemana.
"Aku akan tinggal di apartemen" jawab Aldi akan pertanyaan pengawal tadi.
"Kenapa tuan tinggal di sana? bagaimana tuan dan nyonya nanti kesepian jika tuan muda tidak di sini lagi?" tanya pengawal tadi karna memang kedua orang tua Aldi sangat kesepian jika Aldi tidak ada di rumah.
"Mereka sibuk dengan urusan mereka jadi mereka tidak akan kesepian" jawab Aldi dan langsung masuk ke dalam mobil nya. Penjaga tadi tidak berkutik karna memang setiap Aldi ingin pergi dari rumah pasti lelaki itu sedang kesepian makanya dia pergi dari rumah. Aldi langsung menyalakan mesin mobil nya dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen milik nya.
Beberapa saat dia menempuh jalan yang sedikit padat akhirnya dia sampai di apartemen nya, Aldi langsung turun dan dia langsung menuju ke dekat bagasi dan mengambil barang barang nya. Setelah selesai mengambil barang barang nya Aldi langsung masuk dan menuju ke lift gedung itu dan masuk, Setelah itu dia memencet tombol nomor lantai apartemen nya terletak.
Lift itu membawa Aldi sampai ke lantai tempat apartemen nya, Dia langsung keluar saat pintu lift terbuka dan menuju ke apartemen nya. Saat masuk ke dalam apartemen nya dia tidak menemukan siapapun di sana tapi apartemen nya itu nampak sangat bersih karna memang ada orang yang di suruh nya untuk membersihkan apartemen nya itu semingu sekali.
Aldi masuk ke dalam kamar apartemen nya itu dan dia meletakkan koper di samping nya dan langsung menghempaskan tubuh nya ke atas ranjang kasur nya. "Huh, Aku sangat kesepian" guman Aldi dengan memejamkan mata nya karna memang dia sangat merasa kesepian hari ini karna biasa nya ada Naisa yang menemani nya tapi hari ini dia tidak ingin mengganggu Naisa karna suasana hati Naisa juga tidak baik hari ini.
"Loh kenapa lampunya menyala?" guman Ferisa pelayan yang membereskan apartemen Aldi dan hari ini jadwal nya untuk membersihkan apartemen Aldi. Ferisa masuk ke lebih dalam ke dalam apartemen itu dengan mengendap endap karna takut ada maling atau apalah itu makanya dia berjalan mengendap endap.
"Pintu kamar terbuka?" guman Ferisa saat melihat pintu kamar Aldi terbuka. Ferisa kembali berjalan mengendap endap dan melihat siapa yang membuka kamar Aldi itu.
"Tuan?" panggil Ferisa. Aldi yang sedang baring dengan menelungkup pun menoleh ke arah Ferisa.
"Kau" ucap Aldi dan kembali membuang wajah nya dari Ferisa karna dia kelelahan.
"Tuan kenapa di sini?" tanya Ferisa kepada Aldi karna tidak biasa nya Aldi ada di apartemen. Ferisa adalah pembantu yang memang Aldi suruh untuk membersihkan apartemen nya, Dia masih berumur 24 tahun tapi dia sudah menikah dan memiliki anak yang sekarang baru berumur beberapa bulan dan seharus nya dia tidak bekerja saat ini dan Aldi sudah melarang nya untuk bekerja tapi dia sendiri yang ingin bekerja dan tidak mau berhenti atau pun cuti meskipun Aldi menggaji nya kadang perbulan dan kadang perminggu.
"Seharus nya aku yang bertanya, Kau kenapa di sini?" jawab Aldi datar tanpa menatap Ferisa.
"Ini kan hari di mana saya harus membersihkan apartemen" jawab Ferisa.
"Bukannya aku sudah melarang mu dan menyuruh mu untuk cuti sementara?" tanya Aldi kepada Ferisa tanpa menatap Ferisa.
"Saya hanya cuti sebulan tuan setelah itu saya kembali bekerja" jawab Ferisa.
"Terserah kau saja jika tidak mau menurut tanggung saja resiko nya sendiri" ucap Aldi datar karna dia juga tidak bisa memaksa Ferisa untuk cuti. Ferisa tidak menjawab nya lagi dan hanya melebarkan senyuman nya karna memng dia sangat ramah dan memiliki hati lembut dan baik makanya Aldi tidak ingin memecat nya karna orang seperti Ferisa susah di cari untuk di jadikan asisten sekaligus orang yang di percaya.
Ferisa menatap koper Aldi yang ada di samping ranjang. "Tuan akan tinggal di sini?" tanya Ferisa kepada Aldi.
"Hem" jawab Aldi datar dengan mata terpejam dan tidak menoleh ke arah Ferisa.
"Oh yasudah, Saya akan keluar, Jika memerlukan apa apa panggil saya" ucap Ferisa dan setelah itu langsung keluar dari kamar Aldi dan menuju ke dapur untuk menyiapkan makan dan sebelum itu dia bersih bersih.
"Apa yang harus aku kerjakan sekarang?" guman Aldi yang sangat bosan saat ini.
"Biasa nya ada Naisa yang aku ajak mengobrol dan berdebat dengan ku" guman Aldi yang kembali memikirkan Naisa karna sedari tadi memang dia memikirkan Naisa dan pikiran nya tidak teralih dari wanita itu.