
Sesampai di dekat mobil Aldi melepaskan tangan Naisa dan Naisa pun membuka pintu belakang dan ingin masuk tapi suara Aldi menghentikan nya. "Mau kemana kau?" tanya Aldi yang baru saja ingin masuk ke dalam mobil bagian kemudi tapi melihat Naisa membuka pintu bagian belakang.
"Mau naik" jawab Naisa sambil menunjuk ke dalam mobil karna dia ingin duduk di belakang bersama dengan Fany.
"Duduk di depan" ucap Aldi dan langsung masuk ke dalam mobil tanpa menunggu Naisa masuk atau tidak ke bagian depan. Naisa maupun Fany belum masuk ke dalam mobil itu dan masih berada di luar mobil, Aldi membuka kaca mobil nya dan menatap Naisa dan juga Fany.
"Ayo masuk" ucap Aldi kepada Naisa.
"Duduk di belakang?" tanya Naisa kepada Aldi.
"Di depan" jawab Aldi dan kembali menutup kaca mobil nya itu dan menyalakan mesin mobil nya.
"Kau di depan saja" ucap Fany karna memang biasa nya dia saat menumpang Aldi duduk di belakang sendiri.
"Kau tidak apa apa?" tanya Naisa kepada Fany, Fany menggelengkan kepala nya, Naisa pun langsung berjalan ke arah samping kiri dan membuka pintu setelah itu masuk begitupun dengan Fany yang juga ikut masuk saat Naisa sudah masuk ke dalam mobil itu.
Aldi pun langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mall yang tidak jauh dari sana. Aldi turun dari mobil tanpa mengajak Naisa dan juga Fany, Naisa ingin turun tapi dia menggantikan niat nya saat.melihat Fany tidak bergerak dari duduk nya dalam mobil itu.
"Kau kenapa tidak turun?" tanya Naisa kepada Fany yang tengah mematung di dalam mobil itu.
"Aku tunggu di sini saja" jawab Fany dengan melebarkan senyuman nya kepada Naisa, Aldi yang belum beranjak dari dekat mobil karna menunggu Naisa pun menoleh ke belakang dan belum melihat Naisa atau pun Fany keluar dari balakang dan samping nya. Aldi membuka pintu mobil bagian kemudi dan menatap Naisa yang tengah menatap Fany.
"Kenapa kalian berdua belum keluar?" tanya Aldi datar kepada Naisa dan juga Fany dengan kepala yang menongol masuk ke dalam mobil sedangkan tubuh nya masih di luar.
"Fany tidak ingin keluar" jawab Naisa dengan menatap Aldi, Aldi yang awal nya hanya menatap Naisa pun menoleh ke arah Fany.
"Kenapa kau tidak ingin keluar?" tanya Aldi datar kepada Fany.
"Aku di sini saja, Kalian berdua masuk lah" jawab Fany dengan melebarkan senyuman nya kepada Aldi dan juga Naisa, Aldi menoleh ke arah Naisa mengisaratkan jika dia bertanya kenapa Fany tidak ingin keluar, Naisa mengangkat kedua bahu nya menandakan jika dia tidak tau kenapa Fany tidak ingin keluar, Aldi kembali menoleh ke arah Fany dan menatap lekat wajah wanita yang tengah tersenyum itu.
"Cepatlah keluar, Aku yang akan membelikan barang barang untuk kalian" ucap Aldi yang mengerti akan wajah Fany, Fany tidak memilki uang makanya dia tidak ingin keluar dan untung nya Aldi mengerti karna sudah lama berteman dan mereka juga sudah seperti saudara. Naisa menoleh ke arah Fany yang nampak menundukkan kepala dan sedikit tidak enak akan Aldi karna Aldi selalu membayar apa yang ia inginkan.
"Ayo keluar" ucap Aldi lagi yang sudah kesal.
"Ayo kita ikuti dia" ucap Naisa kepada Fany dengan memegang tangan wanita itu, Fany mengangkat kepala nya dan menoleh ke arah Naisa.
"Kita hanya menemani nya saja" ucap Naisa lagi karna dia yakin jika Fany tidak enak akan Aldi.
"Ayo" ajak Naisa lagi dengan senyum yang melebar menatap Fany, Fany mengangguk mengiyakan nya dan membuka pintu mobil itu dan keluar begitupun dengan Naisa. Saat keluar mereka berdua langsung melihat Aldi yang masih ada di dekat mobil itu dan belum berlalu dari sana.
Naisa yang awal nya ingin melangkah kan kaki nya kembali terurung oleh Fany yang masih mematung di dekat mobil. "Ayo" ajak Naisa dan menarik tangan Fany yang berisi itu, Fany terpaksa mengiyakan nya dan menerima ajakan dari Naisa untuk masuk ke dalam mall yang besar itu.
"Beli saja apa yang kalian mau" ucap Aldi kepada Naisa dan juga Fany. Mereka berdua tidak menjawab nya dan mereka berdua pun hanya mengikuti Aldi dari belakang.
"Kenapa kalian berdua malah mengikuti ku?" tanya Aldi kepada Naisa dan juga Fany karna memang itu pertama kali nya untuk Aldi mengajak Naisa dan juga Fany berbelanja dan dia mengira jika Naisa dan Fany sama seperti teman teman wanita nya dulu yang selalu lancar jika ingin berbelanja dan tidak melihat harga.
"Kami tidak tau ingin membeli apa makanya mengikuti mu" jawab Fany akan pertanyaan Aldi sedangkan Naisa hanya diam dan tidak berbicara karna dia sangat risih akan keramaian di mall besar itu. Aldi menoleh ke arah Naisa yang nampak tidak nyaman itu.
"Kenapa dia seperti nya tidak nyaman seperti itu?" guman Aldi dengan menatap lekat Naisa yang sedang berada tepat di sebelah Fany.
"Kau kenapa hanya diam?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi.
"Kau kenapa hanya diam?" tanya Aldi kepada Naisa.
"Jadi aku harus apa? harus berteriak di tengah gedung ini?" tanya Naisa karna menurutnya pertanyaan Aldi sangat lah tidak masuk akal bagi nya. Aldi tidak menjawab nya lagi dan masuk ke dalam salah satu toko peralatan camping yang ada di dalam itu dan Naisa dan Fany hanya mengikuti nya dari belakang. Aldi mengambil alat alat penting bagi nya untuk acara camping besok sedangkan Naisa dan Fany hanya mengikuti nya.
Aldi sedikit merasa aneh karna Naisa dan Fany tidak seperti mengambil barang melainkan hanya mengikuti nya. "Kalian tidak ada yang ingin di beli?" tanya Aldi kepada Naisa dan juga Fany.
"Ini terlalu mahal, Aku bisa membeli nya di pasar nanti" jawab Fany sedangkan Naisa dia hanya diam seribu bahasa sedari tadi dan tidak mengeluarkan kata kata apapun.
"Ambil saja apa yang kau mau, Aku akan membayar nya" ucap Aldi kepada Fany, Fany tidak menjawab nya dan memilih barang apa saja yang ia perlukan nanti saat camping sedangkan Naisa dia tidak ikut memilih dan lebih memilih untuk diam.
"Kau tidak ingin membeli sesuatu?" tanya Aldi dengan menatap lekat wanita yang biasa nya berdebat dengan nya itu sekarang hanya diam.
"Aku tidak tau ingin membeli apa, Di sini barang barang nya juga terlalu mahal" jawab Naisa karna memang dia sama sekali tidak hobi dan tidak suka akan shopping tidak seperti kebanyakan wanita lain yang menyuaki shopping.
"Kau ikut aku saja" ucap Aldi dan menarik tangan wanita itu dan mengikuti nya.
"Fany bagaimana?" tanya Naisa kepada Aldi yang menarik tangan nya, Aldi baru teringat akan Fany dan berjalan mendekat ke arah petugas yang memang melayani pembeli.
"Tolong jaga dia dan berikan apa yang dia mau, Jika dia sudah selesai berbelanja bawa dia ke dekat kasir" ucap Aldi kepada petugas tadi sambil menunjuk ke arah Fany.
"Baik tuan" jawab petugas tadi karna toko itu milik keluarga Aldi makanya orang di sana memanggil nya tuan. Aldi yang sudah mendapatkan jawaban pun kembali menarik tangan Naisa dengan tidak terlalu kencang dan kasar dan mengajak Naisa ke dekat barang barang yang menurutnya akan di butuhkan oleh Naisa.
"Ambil apa saja yang kau mau" ucap Aldi kepada Naisa, Naisa menoleh ke arah Aldi dan setekah itu menoleh ke arah banyak nya barang barang yang ada di sana.
"Kenapa belum mengambil?" tanya Aldi karna dia belum melihat satu pun barang yang di ambil oleh Naisa.
"Aku tidak berbelanja makanya aku tidak tau ingin membeli apa" jawab Naisa dengan menatap ke arah Aldi.
"Pantas saja" ucap Aldi dan menarik tangan Naisa dan mengambil apapun yang nampak di mata nya dan menurut nya cocok untuk Naisa. Ada satu pelayan yang mengikuti Aldi karna permintaan Aldi untuk membawa barang barang nya.
Banyak sekali lelaki itu mengambil baju, Jaket, Celana dan sepatu untuk Naisa, "Kenapa dia mengambil banyak sekali? ini kan tidak ada satupun keperluan camping" guman Naisa saat melihat banyak barang yang di berikan oleh Aldi kepada pelayan yang mengikuti nya tadi dan di sana tidak ada satupun keperluan camping karna keperluan camping untuknya dan juga Fany, Naisa sudah dia ambil dan dia berikan kepada pelayan.
"Al kenapa kau mengambil nya banyak sekali?" tanya Naisa yang sudah berada di dekat Aldi.
"Diamlah kau" ucap Aldi dan mencari apa lagi yang belum ia beli untuk Naisa sang pujaan hati nya. Aldi menemukan selimut seperti baju yang berbentuk panda (author gak tau nama nya jadi maaf) dan memiliki penutup kepala nya seperti hoodie
"Itu nampak nya sangat cocok dengan nya" guman Aldi melihat selimut itu karna menurutnya sangat cantik dan menggemaskan di tambah lagi jika Naisa yang mengenakan nya. Aldi mengambil itu dan memeberikan nya kepada pelayan yang mengikuti.
"Utntuk apa itu?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menatap lekat Aldi.
"Untuk kau mengenakan nya" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.
"Itu untuk bayi mana cocok untukku" jawab Naisa karna memng selimut itu bisa untuk bayi dan juga orang dewasa. Aldi mengambil selimut tadi kembali dan mengenakan nya kepada Naisa, Dia mengenakan penutup kepala nya dan mengenakan kancing yang ada di selimut itu.
"Sangat cocok bukan?" tanya Aldi saat sudah mengenakan nya kepada Naisa dan itu nampak sangat menggemaskan dan sangat lucu di pakai oleh Naisa. Aldi melepaskan nya dan kembali memberikan barang tadi kepada pelayan.
"Bungkus semua" perintah Aldi dengan wajah datar nya menatap pelayan tadi.
"Baik tuan" jawab pelayan tadi dan langsung membawa barang barang Aldi berlalu dari sana.