I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 119



"Baiklah kau bergabung bersama Mereka" jawab bu dosen tadi yang tidak bisa menolak permintaan Aldi.


"Kenapa lelaki ini masuk kelompok Naisa" guman Ryhan yang kesal karna dia awal nya sangat senang tidak di satukan dengan Aldi. Naisa menoleh ke arah Aldi yang ada di samping nya itu dan setelah itu langsung berlalu bersama yang lain menuju ke tenda dapur.


Aldi mengikuti Naisa yang berjalan dan menyusul nya setelah sampai di dekat Naisa dia langsung berdiri tepat sejajar dengan wanita itu. "Kau memang bisa masak?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi yang ada di samping nya.


"Tidak" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya kepada Naisa.


Dahi Naisa mengerut saat mendengar jawaban lelaki itu. "Jadi tadi kenapa kau bilang bisa memasak kepada pak dosen?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Karna aku tidak ingin jauh darimu" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya menatap Naisa. Ryhan yang baru saja sampai di dapur pun bisa melihat Aldi yang tersenyum dengan Naisa begitupun Ressa yang juga melihat nya.


"Apa apaan itu" guman Ressa dengan tatapan kesal saat melihat Aldi yang tersenyum menatap lekat Naisa. Ressa yang tidak suka akan Aldi yang dekat dengan Naisa pun langsung memanggil Naisa.


"Naisa" panggil Ressa kepada Naisa, Naisa menoleh ke belakang dan melihat Ressa berjalan mendekat ke arah nya.


"Tolong kau urus ikan ini dan ambil air nya di sana" perintah Ressa kepada Naisa sambil menunjuk ke denah air yang tidak terlalu jauh dari sana.


Dahi Aldi mengerut karna tidak suka Jika Naisa di suruh suruh. "Kenapa kau menyuruhnya?" tanya Aldi dan menurunkan tangan Naisa yang ingin mengambil ikan itu dari Ressa.


"Karna yang lain memilki kerja dan hanya dia yang tidak memilki kerja" jawab Ressa akan pertanyaan Aldi. Aldi menoleh ke sekitar dan tidak semua nya bekerja dan setelah itu kembali menoleh ke arah Ressa.


"Kenapa tidak kau sendiri saja yang mengurusnya?" tanya Aldi dengan menatap lekat Ressa dengan raut wajah datar nya.


"Al" bisik Naisa yang ingin menghentikan Aldi.


"Diam" ucap Aldi dengan menatap lekat Naisa, Naisa yang sedikit takut akan tatapan itupun langsung terdiam dan hanya melihat dan mendengar apa yang di lakukan oleh Aldi dan juga Ressa.


Ryhan juga berdiri tidak jauh dari sana dan bisa mendengar dengan jelas ucapan Aldi dan Ressa, Ryhan menoleh ke arah tangan Aldi yang memegang tangan Naisa tapi Naisa tidak melepaskan nya dan malah membiarkan nya. "Kenapa dia membiarkan Aldi menyentuh nya?" guman Ryhan yang sedikit tidak terima saat melihat tangan Naisa yang di genggam oleh Aldi.


"Kenapa harus aku? dia tidak memiliki pekerjaan makanya aku menyuruh nya" jawab Ressa.


"Kau tidak mempunyai mata melihat kami membersihkan ini hem?" tanya Aldi dengan wajah datar nya dan menunjukkan bawang yang baru saja ingin di kupas Naisa tadi kepada Ressa.


"Tapi dia...." ucap Ressa yang terpotong oleh Aldi.


"Bersihkan saja sendiri kami akan melakukan pekerjaan kami" potong Aldi.


"Aku tidak mau, Bersihkan ini" perintah Ressa lagi kepada Naisa.


"Berani sekali kau menyuruh nya" bentak Aldi yang sudah geram akan Ressa yang sedari tadi menyuruh Naisa sang pujaan hati dengan memegang erat tangan Ressa yang memegang kresek ikan itu.


"Ah" ucap Ressa yang kesakitan akibat Aldi yang memegang dengan kencang pergelangan tangan nya.


"Al lepaskan" bisik Naisa dan memegang tangan Aldi yang sedang memegang tangan Ressa itu. Aldi menoleh ke arah Naisa, Naisa yang melihat Aldi menoleh ke arah nya pun langsung menggelengkan kepala nya menandakan jangan. Aldi melepaskan tangan Ressa dengan kasar dan setelah itu langsung membasuh tangan nya menggunakan air yang ada di samping nya itu dan setelah itu dia mengelap tangan nya yang basah itu menggunakan mengelap yang ada di sana.


"Ada apa ini?" tanya bu dosen yang sedang mengawas mengawasi anak anak kampus nya.


"Aldi mencengkram tangan saya bu" jawab Ressa dengan jujur.


Ibu dosen tadi menoleh ke arah Aldi. "Benar Al?" tanya ibu dosen itu kepada Aldi.


"Benar" jawab Aldi datar dan jujur.


"Kenapa kau mencengkram tangan nya?" tanya ibu dosen itu lagi kepada Aldi.


"Dia menyuruh Naisa membersihkan ikan itu dan dia bilang Naisa tidak memiliki pekerjaan padahal aku dan dia sedang mengusap bawang ini dan dia sama sekali tidak bekerja dan tidak mau membersihkan ikan itu" jelas Aldi dengan memperlihatkan bawang yang di kupas oleh Naisa tadi dan menunjuk ke arah ikan yang ada di tangan Ressa.


"Benar Naisa?" tanya bu dosen itu karna dia kurang yakin akan ucapan Aldi makanya bertanya kepada Naisa karna dia yakin Naisa akan jujur.


Naisa menoleh ke arah Aldi dan juga Ressa secara bergantian, Ressa melototkan mata nya kepada Naisa dan itu bisa di lihat oleh Aldi. "Kenapa kau melototkan mata mu kepada nya hah? kau takut?" tanya Aldi kepada Ressa karna dia sngat tidak suka akan Ressa yang melototkan mata nya kepada Naisa, Ibu dosen tadi menatap ke arah Ressa dan dengan segera Ressa melebarkan senyuman nya menatap bu dosen yang sedang menatap nya itu.


"Jawab jujur, Tidak ada yang berani memarahi mu jika kau jujur termasuk wanita ini" ucap Aldi kepada Naisa karna dia tau jika Naisa itu ragu ingin menjawab, Naisa menoleh ke arah Aldi.


"Iya bu, Dia memang menyuruh saya sedangkan dia tidak melakukan apa apa" jawab Naisa jujur dengan menundukkan kepala nya, Aldi tidak menyukai jika Naisa menundukkan kepala jika sedang keadaan seperti itu.


"Angkat kepala mu, Tidak usah takut" ucap Aldi dan mengangkat kepala wanita itu hingga menatap ke arah nya.


Aldi tersenyum menatap Naisa dengan senyum tulus nya dan senyuman itu membuat orang yang melihat nya terheran heran. "Jangan takut, Tidak ada yang berani memarahimu" ucap Aldi dengan melebarkan senyuman nya kepada Naisa dan setelah itu melepaskan tangan nya dari wajah Naisa.


"Ressa kau bersihkan ikan itu sendiri" perintah bu dosen itu yang percaya akan jawaban Naisa.


"Tapi bu" ucap Ressa yang tidak terlanjutkan saat bu dosen itu berlalu dari sana. Ressa menoleh ke arah Naisa dan menatap tak suka ke arah Naisa.


"Apa kau?" ketus Aldi dengan melototkan mata nya menatap Ressa.


"Isss" ketus Ressa dan langsung berlalu dari sana dan menuju ke tempat air yang tidak jauh dari sana untuk membersihkan ikan.


"Ayo kita lanjutkan" ucap Aldi dengan senyum yang melebar menatap Naisa, Naisa mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang juga melebar dan setelah itu kembali melanjutkan memotong bawang dan Aldi hanya menatap wanita itu.


"Seperti nya mudah" ucap Aldi yang merasa jika itu mudah saat melihat Naisa yang sedang memotong bawang.


"Memang nya kau bisa?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Hem, Mari kita coba" ucap Aldi dan mengangkat bahu nya karna dia belum yakin dan langsung mengambil alat yang sama dengan Naisa dan mengupas kulit bawang itu. Naisa memperhatikan lelaki itu yang sedang melepaskan kulit bawang dari daging nya dan Aldi melepaskan daging bawang bagian pertama.


"Hey bukan seperti itu" ucap Naisa dan mengambil alih bawang yang di kupas oleh Aldi. Aldi menoleh ke arah Naisa yang mengambil alih bawang itu dari nya.


"Jadi seperti apa?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Seperti ini" jawab Naisa dan mengusap kulit bawang yang tipis itu, Aldi memperhatikan cara wanita itu mengupas bawang dengan teliti.


"Oh" jawab Aldi mengangguk mengiyakan nya dan mengambil bawang yang lain dan mulai mengusap nya. Naisa memperhatikan Aldi lagi dan kali ini Aldi benar mengupas bawang meskipun ada juga daging bawang yang ikut dia kupas tapi itu cukup bagus.


Naisa tersenyum melihat Aldi yang sudah bisa mengupas kulit bawang dengan benar dan dia pun kembali melanjutkan pekerjaan nya. "Setelah ini apa lagi?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi yang belum mengenakan celemek begitupun diri nya.


"Sebentar" ucap Naisa dan berlalu dari sana dan mengambil dua celemek yang tergantung di paku yang ada di sana. Setelah selesai mengambil dua celemek Naisa kembali ke dekat Aldi.


"Angkat tangan mu" perintah Naisa kepada Aldi, Aldi mengiyakan nya dan mengangkat tangan nya, Naisa langsung mengenakan celemek ke tubuh Aldi karna tangan Aldi kotor, Setelah selesai memasang bagian kepala Naisa menunduk dan menyelipkan kepala nya di dekat pinggang Aldi untuk mengikat celemek bagian belakang.


"Hah?" ucap Rini yang kaget saat melihat Naisa yang sedang memeluk Aldi. Fany yang mendengar suara Rini pun langsung menoleh ke arah mata Rini menatap.


"Astaga mereka berdua" guman Fany dengan senyum yang melebar menatap Naisa dan juga Aldi yang menunjukkan kemesraan mereka di depan banyak orang. Ryhan menatap ke depan dan menatap Fany yang menatap Naisa dan setelah itu dia mengikuti arah mata Fany yang juga menatap Naisa.


"Apa?" guman Ryhan yang kaget melihat Naisa yang memeluk Aldi dengan mata yang membulat.


Aldi tersenyum menatap Naisa yang sedang memeluk nya itu dan sangat merasa nyaman akan itu. "Sudah" ucap Naisa dan mengangkat kepala nya dan menatap Aldi, Aldi tersenyum menatap Naisa dan masih tersenyum, Dahi Naisa mengerut saat melihat senyuman Aldi itu.


"Hey kenapa kau tersenyum?" tanya Naisa dengan mengenakan celemek milik nya.


"Aku sangat menyukai tingkah mu ini" jawab Aldi dengan senyuman yang melebar menatap Naisa.


"Tingkah yang mana?" tanya Naisa dengan mengikat tali celemek bagian belakang


"Tingkah mu yang memelukku" jawab Aldi dengan senyum yang melebar bahagia. Naisa kembali mengerutkan dahi nya dan setelah itu melihat ke seluruh ruangan dan melihat semua orang yang ada di sana menatap nya. Naisa langsung membuang wajah nya dan kembali menatap ke depan.


"Kenapa kau malah mengalihkan pandang? peluk lah aku lagi" ucap Aldi dengan kembali mengangkat tangan nya.


"Kau tidak lihat jika semua orang melihat kita?" bisik Naisa kepada Aldi tanpa menoleh ke arah Aldi dan memotong bawang yang sudah di kupas tadi kecil kecil. Aldi menoleh ke belakang dan benar saja semua mata menatap nya dan dia mengikuti Naisa yang menghadap ke depan.


"Kenapa memang nya jika mereka melihat kita?" tanya Aldin dengan menatap Naisa lekat dan senyum yang mengembang, Naisa menoleh sekilas ke arah Aldi dan langsung membuang tatapan nya pokus ke bawang yang ia potong. Aldi tersenyum melihat itu dan langsung memperhatikan bagaimana Naisa memotong bawang.


Aldi mengikuti Naisa memotong bawang yang sudah di kupas kecil kecil. Naisa menoleh ke arah Aldi dan melihat Aldi sedang mengikuti nya memotong bawang, Naisa tersenyum melihat itu dan kembali melanjutkan pekerjaan nya memotong bawang.


"Hikss, Perih sekali" ucap Aldi yang sudah mengekuarkan air mata akibat perih memotong bawang, Naisa yang mendengar isakan Aldi pun langsung menoleh ke arah Aldi.


"Astaga" ucap Naisa yang kaget saat melihat hidung Aldi yang memerah dan air mata yang sudah mengalir di wajah tampan lelaki itu.


"Hentikan" ucap Naisa kepada Aldi, Aldi tidak menjawab atau pun merespon dan terus berisak dan melanjutkan potongan bawang nya itu.


"Al hentikan saja jika kau tidak kuat" ucap Naisa dan mengambil alih pisau yang di pegang oleh Aldi. Aldi menoleh ke arah nya dengan mata yang memerah begitupun dengan hidung nya dan wajah yang di penuhi oleh air keringat dan air mata, Naisa meletakkan pisau tadi ke samping nya.


"Perih sekali" ucap Aldi lagi dan mengusapkan mata menggunakan tangan nya yang baru selesai memegang bawang itu.


"Hey jangan di kucek" ucap Naisa dan menurunkan tangan Aldi itu.


"Hiksss" Aldi kembali terisak akibat mata nya tambah perih.


"Dasar bodoh" ucap Naisa yang merasa jika Lelaki yang ada di samping nya itu sangat bodoh hari ini sedangkan orang yang lain mereka di dapur dekat kompor.


"Fan ini bawang yang sudah aku potong" teriak Naisa dari belakang kepada Fany.


"Iya" teriak Fany lagi.


"Ayo" ajak Naisa kepada Aldi dan menarik tangan Aldi menggunakan tangan nya yang juga belum di basuh itu dan tidak lupa dia membawakan sabun yang ada dia lihat di sana. Naisa membawa Aldi pergi ke dekat sungai yang tidak jauh dari sana dimana tempat Ressa tadi membersihkan ikan. Ressa berpapasan dengan Aldi dan juga Naisa yang sedang berjalan ke arah sungai.


Naisa mempercepat jalan nya karna dia tidak tega melihat Aldi yang terus terusan menangis akibat merasa perih. "Duduk di sini" ucap Naisa saat sudah sampai di tepi sungai dan menyuruh Aldi untuk duduk di batu besar yang ada tepat di tepi sungai itu. Aldi tidak menjawab dan hanya terisak saja dan langsung mendudukkan tubuh nya di atas batu besar itu.


Naisa terlebih dahulu mencuci tangan nya dengan mengenakan sabun dan membersihkan nya dengan sebersih mungkin. "Sinikan wajah mu" ucap Naisa, Aldi memberikan kepala nya tanpa menyentuh Naisa dan Naisa pun mengusap wajah nya menggunakan air sungai itu. Naisa menuangkan sabun ke tangan nya dan mengusap nya hingga mengeluarkan busa dan setelah itu dia langsung mengusap busa sabun itu ke wajah Aldi.


Aldi tidak melarang dan membiarkan Naisa melakukan apapun kepada nya. Setelah membersihkan wajah Aldi mengguanakan sabun dia kembali membasuh wajah Aldi dengan air sungai itu sampai bersih. "Coba buka matamu" perintah Naisa kepada Aldi. Aldi membuka mata nay dan sudah tidak terlalu terasa perih Seperti tadi meskipun perih sedikit.


"Bagaimana? apa masih perih?" tanya Naisa dnegan menatap lekat wajah Aldi yang memerah akibat perih itu.