I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 78



"Kau baru sembuh sudah mau menjaga Al?" tanya Maya. Naisa mengangguk mengiyakan pertanyaan Maya.


"Kau tidak usah menjaga Al, Biar om dan tante saja yang menjaga nya" ucap Erdin saat melihat anggukan dari Naisa.


"Tapi om, Naisa sudah sehat makanya Naisa ingin menjaga Al dîsini" jawab Naisa karna dia sangat ingin menjaga Aldi sekarang.


"Yasudah tapi kamu tidak boleh terlalu lelah" ucap Erdin. Naisa mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar menatap Erdin.


"Kalian sudah bangun?" tanya Andini yang juga baru bangun dari tidur nya dan melihat kerumunan di dekat ranjang Naisa. Semua mata menoleh ke arah Andini.


"Kita sudah lama bangun" jawab Erdin.


"Kau mau kemana nak?" tanya Andini kepada Naisa karna melihat Naisa sudah rapi dan tidak mengenakan baju pasien lagi.


"Nai ingin menjaga Al tante" jawab Naisa akan pertanyaan Andini.


"Kau kan masih sakit" ucap Andini.


"Nai sudah sehat" jawab Naisa.


"Biarkan saja ma, Dia tidak mau di larang" ucap Erdin karna sedari tadi dia melarang Naisa untuk tidak menunggu Aldi tapi tetap saja Naisa bersikeras untuk menjaga Aldi.


"Yasudah, Mama izinkan kau menemani Al, Tapi kau tidak boleh terlalu lelah" ucap Andini.


"Hem" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya karna dia senang di izinkan oleh Andini dan juga Erdin untuk menjaga Aldi.


Asma, Maya dan juga Renald berpamitan dengan Andini, Erdin dan juga Naisa untuk kembali ke rumah untuk membersihkan tubuh dan nanti saat selesai melakukan pekerjaan mereka akan kembali ke rumah sakit itu lagi itu yang di katakan oleh mereka bertiga tadi.


"Om dan tante tidak ingin pulang?" tanya Naisa karna semua orang sudah pulang ke rumah masing masing dan tinggal dirinya dan juga kedua orang tua Aldi di sana.


"Memang nya kau tidak apa apa sendiri di sini?" tanya Andini kepada Naisa.


"Tidak apa apa, Om dan tante pulang lah dahulu untuk istirahat biarkan Nai yang menjaga Al disini" jawab Naisa.


"Om titip Al" ucap Erdin dengan mengusap lembut kepala Naisa, Naisa tersenyum dan mengangguk mengiyakan nya dan setelah itu mereka berdua pun langsung berlalu dari sana meninggalkan Naisa yang sedang manjaga Aldi.


Naisa mendudukkan tubuh nya di samping ranjang Aldi di atas kursi, Naisa menatap lekat wajah Aldi yang tak sadarkan diri itu, tangan Naisa bergerak dan menggenggam erat tangan Aldi yang di kenakan infus itu. Wanita itu menatap lekat Aldi dengan tangan yang menggenggam erat tangan Aldi.


"Bangun lah" ucap Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi yang belum membuka mata itu.


"Huh, Jika bukan karna kau menolong ku tidak mungkin kau berbaring di sini dan mengenakan alat alat ini" jelas Naisa dengan menyentuh alat alat rumah sakit yang di kenakan oleh Aldi.


"Coba jika kau tidak menolong ku pasti kau sehat dan mata mu tidak akan terpejam selama ini" ucap nya kembali dengan mengusap kepala Aldi.


"Kau terlalu bodoh untuk mengorbankan nyawa mu untuk ku" Naisa sekarang berbicara dengan Aldi yang tidak sadarkan diri itu.


"Padahal aku tidak perlu bantuan kau, Seharus nya kau biarkan saja aku di rumah tadi dan kau seharus nya tidak usah menolong ku jika itu membuat mu seperti ini" omel nya kepada Aldi yang sama sekali tidak merespon ucapan nya.


"Kenapa kau tidak menjawab ucapan ku hah?" ketus Naisa dan melepaskan pegangan tangan nya dari tangan Aldi.


"Kau masih marah karna aku menolak mu sampai kau mengorban kan nyawa untukku?" tanya Naisa yang kembali menatap lekat wajah Aldi.


"Jika memang dengan aku menerima cinta mu kau akan bangun, Aku akan menerima cinta mu dan aku sudah sangat mencintai mu, Jadi bangun lah" ucap Naisa dengan kembali menggenggam tangan Aldi.


"Aku juga mencintai mu, Jadi bangun lah" ucap Naisa lagi dengan menundukkan kepala dan air mata yang sudah mengalir deras di pipi nya.


"Aku mohon bangun lah, Aku mencintai mu dan aku tidak mau kehilangan kau, Hikkss" ucap nya lagi dengan air mata yang kembali mengalir deras, kepala yang menunduk dan tangan yang menggenggam tangan Aldi. Naisa tidak lagi melanjutkan ucapan nya dan dia hanya terus terusan menangis di samping Aldi dengan tangan yang terus terusan menggenggam tangan Aldi.


Naisa terus terusan menangis karna Aldi yang belum terbangun dari koma itu karna dia sangat mencintai Aldi makanya dia sangat sedih saat melihat Aldi yang terbaring lemah dan tak berdaya di tambah lagi Aldi seperti itu karna menolong nya dan itu membuat sedih nya bertambah.


"Bangun lah" ucap Naisa dengan air mata yang keluar deras dan mencium tangn Aldi.


"Aku mohon bangun lah" ucap nya lagi. Naisa menyenderkan kepala nya di bawah tangan Aldi dengan tangan Aldi yang ia letakkan di atas pipi nya. Naisa mengusap lembut tangan Aldi dengan penuh kasih sayang sampai akhirnya dia tertidur dengan tangan yang masih menggenggam tangan Aldi.