I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 125



"Kau memikirkan apa yang aku pikirkan?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi.


"Memang nya kau berpikir tentang apa?" tanya Aldi lagi berpura pura tidak tau akan apa yang di pikirkan oleh Naisa.


"Ays kau ini" ketus Naisa yang malas menjelaskan nya dan dia pikir Aldi sudah mengerti.


"Kenapa malah marah?" tanya Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa.


"Kau melihat tadi saat Azlan dan Fany sama sama tersenyum menatap satu sama lain?" tanya Naisa kepada Aldi tanpa menjawab pertanyaan Aldi tadi yang di lontarkan kepada nya.


"Hem" jawab Aldi mengangguk karna dia ingat dan memperhatikan itu tadi.


"Kau tidak merasa aneh?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Hem" jawab Aldi dan menggelengkan kepala nya menandakan jika dia tidak mengerti dan tidak merasa aneh padahal tidak dan malah dia yang sangat heran akan sikap Fany dan Azlan di tambah lagi tadi Azlan bilang kepada nya jika sudah bertunangan.


"Shht, Sudah lah" ketus Naisa dan beranjak berdiri dari duduk nya dan ingin berlalu dari sana tapi dengan segera Aldi menarik tangan wanita itu.


"Mau kemana?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.


"Lepas" ketus Naisa dan berusaha lepas dari Aldi, Aldi tidak menjawab nya dan malah ikut berdiri, Aldi menatap lekat wajah wanita yang sedang kesal di hadapan nya itu. Aldi tersenyum melihat itu karna memang itu alasana nya berbohong tadi.


"Duduklah" ucap Aldi dan memegang bahu Naisa dan mendudukkan wanita itu di atas kursi nya dan dia duduk di tempat Naisa tadi. Naisa tidak menjawab dan masih menatap kesal ke arah Aldi, Aldi menyukai wajah kesal wanita itu dan kembali tersenyum.


"Sudah jangan marah seperti itu, Aku mengerti maksud ucapan mu itu" ucap Aldi dan menatap lekat Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi dan masih menatap kesal.


"Benar?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menatap lekat wajah Aldi.


"Hem" jawab Aldi mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar.


"Apa maksud ucapan ku tadi hem?" tanya Naisa dengan menatap lekat wajah Aldi dan melipat kedua tangan nya di atas perut nya.


"Kau berpikir jika mereka berdua memiliki hubungan bukan?" tanya Aldi kepada Naisa dengan menatap lekat wajah Naisa.


"Hem, Pasti kau tadi sudah tau bukan?" tanya Naisa dengan melototkan matanya kepada Aldi.


"Hem" jawab Aldi mengangguk mengiyakan ucapan Naisa.


"Jadi kenapa kau tadi bilang tidak mengerti hah?" bentak Naisa kepada Aldi dengan wajah yng masih kesal akan Aldi.


"Tidak ada yang lucu di sini" ketus Naisa dan mengangkat salah satu kaki nya dan ia letakkan di atas kaki satu nya dan membuang wajah nya dari Aldi.


"Wajah mu itu sangat lucu, Jika tidak lucu aku tidak akan tertawa dan tersenyum seperti ini, Kau tau itu hem?'' tanya Aldi dengan memegang wajah Naisa dan menghadap ke arah nya, Senyum di wajah nya masih mengembang menatap wajah Naisa dan wajah Naisa sedikit menghilang raut kesal saat menatap lekat wajah Aldi yang berada tepat di dekat nya di tambah lagi Aldi tersenyum kepada nya.


"Kau terpesona bukan dengan senyumku ini?" tanya Aldi kepada Naisa yang sama sekali tidak mengedipkan mata itu. Naisa langsung menepis tangan Aldi hingga terlepas dari wajah nya dan kembali membuang wajah nya dari Aldi.


"Siapa juga yang akan terpesona dengan mu" ketus Naisa dengan tatapan yang masih menatap Fany yang duduk bersebelahan dengan Azlan meskipun sedikit berjarak. Aldi tidak ingin melanjutkan ucapan nya dan kembali pokus ke Fany dan juga Azlan.


"Azlan tadi juga ada mengatakan jika dia sudah bertunangan kepada ku" ucap Aldi kepada Naisa dengan mata yang pokus ke Azlan dan Fany.


"Siapa tunangan nya?" tanya Naisa tanpa menatap Aldi.


"Dia tidak mengatakan kepadaku siapa tunangan nya dan langsung berlalu tadi" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa dengan menatap Naisa yang tidak menatap nya itu. Naisa tidak melanjutkan ucapan nya dan memilih diam dan kembali memperhatikan Azlan dan Fany.


"Kenapa kau duduk di sini?" tanya Fany tanpa menatap ke arah Azlan dan menatap ke depan.


"Kenapa? tidak boleh aku Duduk di samping calon istriku?" tanya balik Azlan yang juga tidak menoleh ke arah Fany. Mereka berdua memang saling mencintai dan Azlan menerima Fany apa ada nya begitupun dengan Fany, Kadang Fany merasa insecure dengan banyak nya wanita yang mendekati Azlan dan juga mantan mantan Azlan dahulu, Mereka kenal jauh sebelum berteman dengan Naisa dan juga Aldi tapi mereka tidak nampak seperti orang saling kenal apa lagi seperti pasangan. Fany selalu menyuruh Azlan untuk mengakhiri hubungan mereka dahulu dan tidak lagi mengejar nya karna dia tidaklah cocok dalam soal fisik dengan Azlan yang sempurna itu, Azlan marah akan Fany yang dulu pernah meminta nya untuk memutuskan hubungan dan dia juga menegaskan sekali lagi kepada Fany jika dia tidak perduli apapun bentuk wajah dan tubuh Fany yang jelas dia sangat mencintai Fany dengan tulus karna kebaikan hati Fany makanya dia sangat mencintai Fany. Hubungan mereka di rahasiakan juga karna permintaan Fany bukan Azlan, Padahal Azlan sangat ingin memberitahu teman teman nya jika dia dan Fany akan segera menikah dalam waktu dekat tapi Fany melarang dan memilih untuk menyembunyikan hubungan mereka.


Fany tidak menjawab ucapan Azlan dan memilih diam dan kembali menatap ke depan. Azlan juga diam dan menatap lekat wanita yang sangat ia cintai itu, Fany memiliki wajah cantik, tubuh putih tapi itu tidak terlalu terlihat akibat tubuh nya yang besar dan orang menilai nya jelek tapi tidak dengan Naisa dan Aldi yang menilai dari hati bukan dari wajah begitupun dengan Azlan tapi menurut Azlan Fany sangatlah cantik apa lagi saat tersenyum dan matanya juga ikut tersenyum (eyes smile).


"Aku sangat beruntung mendapatkan nya" guman Azlan dengan senyum yang mengembang menatap Fany yang sama sekali tidak menatap nya itu.


"Coba kau lihat" ucap Naisa kepada Aldi saat dia melihat Azlan yang tersenyum menatap Fany.


"Hem, Aku melihat nya" jawab Aldi dengan mulut penuh, Naisa yang mendengar suara Aldi agak aneh pun langsung menoleh ke arah Aldi yang sedang makan di samping nya itu.


"Kenapa kau malah makan?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menatap lekat wajah Aldi.


"Bodoh sekali pertanyaan itu, Jelas jika aku makan berarti aku lapar" jawab Aldi dengan menatap kesal ke arah Naisa. Naisa menatap lekat wajah kesal lelaki itu dan Aldi kembali melahap makanan dengan suapan yang besar dan kembali menatap kesal ke arah Naisa.


"Wajah kesal mu sudah lama sekali tidak terlihat" ucap Naisa dan menatap lekat wajah Aldi yang nampak masih kesal itu.


"Karna kau jarang membuatku kesal dan selalu membuat ku bahagia makanya wajah kesal ku jarang nampak" jawab Aldi dengan mulut penuh nya akan pertanyaan Naisa, Nathan tersenyum lebar dan gemas melihat Aldi yang persisi seperti anak kecil jika makan dengan mulut penuh sambil berbicara.


"Kenapa kau tersenyum hem?" tanya Aldi yang masih memasang wajah kesal nya dan mulut yang masih penuh.