I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 106



"Ferisa" jawab Aldi dengan mulut penuh akan makanan yang baru ia suap masuk ke dalam mulut nya. Dahi Naisa mengerut saat mendengar Aldi menyebut nama perempuan.


"Siapa Ferisa?" tanya Naisa dengan tatapan tak suka akan Aldi yang menyebut nama perempuan itu tapi dia menutup tatapan tak suka nya itu dengan menyuapi makanan ke dalam mulut nya.


"Pelayan di apartemen ku" jawab Aldi dengan mulut penuh akan makanan.


"Perempuan?" tanya Naisa lagi kepada Aldi dengan menatap lekat Aldi yang sedang makan di hadapan nya itu.


"Jelaskan saja perempuan, tidak mungkin pelayan lelaki" jawab Aldi dengan menatap lekat Naisa.


"Aku hanya bertanya, Kenapa kau jadi marah?" ketus Naisa karna menurutnya Aldi itu sedang marah kepada nya.


"Aku tidak marah, Aku hanya menjawab" jawab Aldi dengan kembali melahap makanan nya.


"Jika kau tidak marah tidak mungkin kau berbicara dengan nada tinggi tadi" ketus Naisa lagi dengan wajah kesal nya, Dia sudah kesal terlebih dahulu saat mendengar nama Ferisa di tambah lagi jawaban Aldi yang sedikit tidak enak di dengar oleh telinga nya.


"Aku tidak berbicara dengan nada tinggi" jawab Aldi dengan nada sedikit meninggi karna tuduhan Naisa tadi.


"Itu kau berbicara dengan nada tinggi" ucap Naisa lagi dengan nada bicara nya juga sedikit meninggi.


"Bukan" teriak Aldi lagi karna tidak ingin di salahkan oleh Naisa.


"Kau..." ucap Naisa yang terpotong oleh seseorang tetangga rumah nya.


"Ada apa Nai?" tanya salah satu tetangga di samping rumah Naisa yang membuat Naisa dan Aldi menoleh ke arah nya.


"Apa yang terjadi?" tanya tetangga itu lagi karna belum mendapatkan jawaban dari Naisa.


Tetangga tadi menoleh ke arah Aldi yang sedang duduk di atas kursi di samping Naisa. "Aldi menyakitimu atau macam macam dengan mu?" tanya tetangga itu lagi karna Naisa belum menjawab dan dia juga tau dengan Aldi karna Aldi sering bermain ke rumah Naisa makanya dia sudah menjadi kenal dengan Aldi.


"Hem, Oh tidak buk, Aldi tidak menyakiti Naisa atau pun macam macam terhadap Naisa" jawab Aldi dengan melebarkan senyuman nya sedangkan Aldi dia masih asik memakan makanan nya yang berbagi dengan Naisa itu.


"Benar kau tidak menyakiti nya Al?" tanya tetangga itu kepada Aldi saat melihat Aldi pokus ke makanan.


"Mana mungkin Aldi seperti itu buk" jawab Aldi malas dengan wajah datar nya.


"Yasudah jangan berteriak lagi dan Aldi kau jangan macam macam dengan Naisa" ucap tetangga tadi kepada Aldi. Naisa mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang mengembang sedangkan Aldi sama sekali tidak memperhatikan nya dan menanggapi nya sampai ibu tadi masuk kembali ke dalam rumah nya.


"Itu gara gara kau berteriak" ucap Naisa dengan wajah kesal nya kepada Aldi.


"Itu kau berteriak" jawab Naisa yang masih dengan wajah kesal nya menatap Aldi. Aldi tidak menjawab nya lagi karna dia tau jika berdebat dengan Naisa tidak ada habis nya dan Naisa juga tidak ingin mengalah dan itu lah yang selalu ia rindukan jika jauh dari Naisa meskipun setiap berdebat dia jarang menang dan selalu harus mengalah dari Naisa tapi dia sangat bahagia akan itu.


Naisa juga tidak meneruskan ucapan nya dan kembali melanjutkan makan nya begitupun dengan Aldi. "Emm" ucap Naisa yang ingin bertanya lagi kepada Aldi. Aldi yang sedang pokus makan pun menoleh ke arah Naisa yang nampak ingin mengatakan sesuatu itu.


"Ada apa?" tanya Aldi karna dia sudah menunggu ucapan yang keluar dari mulut Naisa.


"Pelayan mu itu cantik?" tanya Naisa sedikit ragu kepada Aldi. Dahi lelaki itu mengerut saat melihat ekspresi wajah wanita yang ada di hadapan nya itu sedikit aneh begitupun dengan pertanyaan nya.


"Dia cemburu?" guman Aldi saat mengingat pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan oleh Naisa kepada nya tadi.


"Lebih baik ku mengerjai nya untuk melihat cemburu atau tidak nya dia" guman Aldi yang kembali duduk sempurna dan melahap makanan nya.


"Jika tidak cantik aku tidak akan memperkerjakan nya sebagai pelayan" jawab Aldi dengan senyum jahat nya menatap Naisa. Dahi Naisa mengerut saat mendengar jawaban Aldi dan pikiran nya kembali teringat kepada perkataan Syeri.


"Apa apaan jawaban nya itu?" guman Naisa dengan menatap kesal ke arah Aldi.


"Apa pelayan yang dia maksud untuk mengurus nya?" guman Naisa dengan tatapan kesal kepada Aldi.


"Pelayan itu mengurus mu?" tanya Naisa lagi dengan tatapan masih kesal ke arah Aldi.


"Jelas saja mengurus ku, Jika bukan untuk apa aku mempekerjakan nya" jawab Aldi yang mengira jika mengurus nya seperti menyiapkan makan dan lain nya seperti pelayan pada umum nya, Tapi pertanyaan Naisa itu bersangkutan dengan mengurus Aldi seperti memuaskan Aldi.


Naisa nampak kembali kesal akan jawaban Aldi itu. "Dia saja masih berhubungan dengan wanita lain, Tidak mungkin dia benar benar menyukai ku" guman Naisa dengan tatapan kesal ke arah Aldi.


"Dasar lelaki ini, Hanya menginginkan kenikmatan saja" umpat Naisa di dalam hati nya dengan tatapan kesal ke arah Aldi. Naisa sangat kesal akan jawaban Aldi dan tidak ingin berbicara lagi dan melanjutkan makan dan hanya Aldi lah yang melanjutkan makan.


"Kenapa kau hanya diam? makan lagi" ucap Aldi karna tidak melihat Naisa melanjutkan makan atau pun berbicara lagi.


"Aku sudah kenyang" jawab Naisa datar dengan menatap ke sembarang arah.


"Yasudah" jawab Aldi dan kembali melanjutkan makan nya sedangkan Naisa hanya menatap kesal ke arah Aldi.


"Bagaimana aku akan yakin jika dia benar benar mencintai ku, Sedangkan sekarang dia masih menggunakan wanita lain untuk memuaskan nafsu nya dan masih belum pensiun dari sifat nya yang dulu" guman Naisa kesal menatap Aldi dan dia sangat kesal akibat mengira jika Ferisa itu melayani hasrat Aldi.


"Astaga Naisa" author.