I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 115



Ressa menoleh ke belakang dan melihat Aldi dan Naisa duduk berdua karna tadi dia tidak terlalu memperhatikan nya makanya dia tadi tidak sadar akan Aldi dan Naisa yang duduk bersampingan. "Ada hubungan apa mereka?" guman Ressa saat melihat Aldi dan Naisa tertawa bersama dan menatap satu sama lain.


"Kau ini sangat cantik jika tersenyum atau tertawa" ucap Aldi dengan menatap lekat Naisa yang sedang tersenyum itu. Naisa yang mendengar itupun langsung menghilangkan senyuman nya dan kembali datar seperti semula.


"Kenapa wajah mu menjadi datar? tersenyumlah lagi" ucap Aldi dan memegang wajah wanita itu dengan mencubit nya.


"Al" ucap Naisa dan memukul tangan Aldi yang berada di wajah nya itu.


"Kenapa sayang?" tanya Aldi kepada Naisa dengan kembali mencubit pipi wanita itu.


"Lepaskan" ucap Naisa dan menepis tangan Aldi tapi tetap saja tidak terlepas dari wajah nya itu.


"Aku mohon lepaskan" ucap Naisa lagi dengan memelaskan wajah nya menatap Aldi. Aldi kembali tersenyum melihat wajah menggemaskan wanita itu.


"Wanita itu selalu saja mendapatkan perhatian" guman Irene wanita yang menyukai Aldi dan mantan Ryhan. Irene menoleh ke arah Ryhan yang juga menatap Aldi dan melihat Aldi yang selalu bersama dengan Naisa.


"Astaga Naisa, Kau banyak membuat wanita iri" guman Fany yang bisa melihat banyak nya mata wanita yang menyukai Aldi menoleh ke arah Naisa dan juga Aldi.


"Beruntung sekali kau mendapatkan Aldi yang tulus kepada mu" guman salah satu wanita yang patah hati saat melihat Aldi bersama dengan Naisa.


"Ingin sekali aku mencoba di posisinya" guman salah satu Wanita lagi saat melihat Aldi dan juga Naisa.


"Al lepaskan" ucap Naisa yang sadar jika banyak mata yang menatap ke arah nya.


Aldi tersenyum menatap wanita yang ada di smping nya itu. "Baiklah" jawab Aldi dan langsung melepaskan tangan nya dari wajah Naisa. Naisa langsung menundukkan kepala nya sedangkan Aldi hanya memperhatikan wanita itu dengan senyum yang melebar dan tidak memperhatikan banyak mata yang menatap nya itu.


"Astaga malu sekali aku" guman Naisa dan langsung mengalihkan pandangan nya ke luar jendela dan menatap jalan yang ia lewati. Aldi yang merasa bosan pun langsung mengambil henset nya dan memutarkan musik kesukaan nya. Aldi menoleh ke arah wanita yang ada di samping nya itu, Tangan Aldi merayap ke arah samping Naisa dan menyentuh rambut Naisa yang bagian kanan. Naisa yang melihat tangan Aldi menyentuh rambut nya pun langsung membulatkan mata dan langsung menoleh ke arah Aldi.


"Astaga" ucap Naisa yang kaget saat melihat wajah Aldi tepat berada di depan nya dan hampir saja dia tercium bagian bibir lelaki itu.


"Hah?" ucap Ressa yang kaget saat melihat Aldi dan Naisa berdekatan seperti itu dan di pikiran nya adalah Aldi mencium Naisa.


Aldi menoleh ke arah wanita yang sedang berada tepat di hadapan nya itu dan melebarkan senyuman nya.


Ryhan yang mendengar suara Ressa pun menoleh ke arah Aldi dan juga Naisa, Mata lelaki itu ikut membulat dan tidak kalah kaget nya saat melihat Aldi dan Naisa yang berciuman itu pikir nya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Naisa dengan wajah memerah dan suara gugup kepada Aldi, Aldi hanya tersenyum dan menyelipkan rambut Naisa ke telinga Naisa dan setelah itu dia langsung mengenakan satu henset ke telinga Naisa.


"Huh" Naisa mendengus lega karna Aldi tidak ingin macam macam kepada nya, Aldi sangat bisa merasakan dengusan wanita itu dan dengusan Naisa itu membuat Aldi menoleh ke arah nya.


"Tidak" jawab Naisa sedikit gugup dan takut dengan wajah yang memerah. Aldi menatap tajam ke arah wanita itu dengan senyum yang melebar menatap wanita itu, Naisa tambah takut akan tatapan Aldi itu, Mata nya berdekip dengan sangat cepat begitupun dengan jantung nya yang berdetak juga sangat cepat.


Deggg


Aldi sangat bisa mendengarkan detakan jantung Naisa dan itu menandakan jika jaraknya dan juga Naisa sangat dekat sampai dia mendengar detak jantung Naisa yang sangat cepat. "Haha" Aldi tertawa kecil saat bisa mendengarkan detakan jantung Naisa dan langsung memundurkan tubuh nya dan menyender di tempat nya tapi lebih dekat karna dia berbagi henset dengan Naisa.


"Hah?" ucap Naisa hang heran melihat Aldi tertawa.


"Detak jantung mu kenapa sangat cepat?" tanya Aldi dengan tawa nya menatap Naisa.


"Hem?" ucap Naisa lagi dengan tatapan masih heran.


"Detak jantung mu seperti orang baru selesai berlari dua puluh kilo meter" jawab Aldi dnegan senyum yang mengembang menatap Naisa. Naisa yang mendengar itu langsung memegang dada nya dan dia bisa merasakan jantung nya memang berdetak sangat kencang.


"Dari mana kau tau?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi yang sedang menatap nya itu.


"Aku bisa mendengarkan nya" jawab Aldi dengan senyum yang mengembang menatap Naisa. Naisa terdiam saat mendengar ucapan Aldi itu.


"Bunyi nya sama persis seperti orang yang baru selesai lari dua puluh kilo meter" ucap Aldi lagi dengan menatap lekat Naisa.


Naisa menoleh ke arah Aldi. "Memang nya kau pernah mendengar detak jantung orang yang baru selesai berlari dua puluh kilo meter?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi.


"Pernah" jawab Aldi lagi.


"Siapa?" tanya Naisa.


"Kau" jawab Aldi dengan menatap lekat wanita itu dengan senyum yang melebar.


"Kenapa jadi aku? aku saja tidak pernah berlari sejauh itu" ucap Naisa.


"Bukan nya selama tiga tahun ini kau berlari dariku?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.


"Maksud mu?" tanya Naisa yang tidak mengerti.


"Kau selalu lari saat aku menyatakan persaaan ku kepada mu dan kau selalu menyuruhku mengejar mu makanya detak jantung mu lebih cepat" ucap Aldi dengan senyum yang mengembang menatap Naisa dan salah satu mata yang mengedip menatap Naisa.