
Aldi mendekat ke arah Naisa dan mengenakan sabuk pengaman Naisa. "Wangi sekali" ucap Naisa dengan memegang kepala Aldi yang sedang berada tepat di hadapan nya itu.
"Dia bangun?" guman Aldi.
"Kau bangun?" tanya Aldi kepada Naisa dengan kepala nya yang masih di peluk oleh Naisa.
"Emm" ucap Naisa dan melepaskan kepala Aldi dari tangan nya dan menyenderkan kepala nya ke samping ke dekat jendela mobil itu. Aldi yang merasa Naisa sudah tidak memgang kepala nya pun mengangkat kepala nya dan menatap Naisa.
"Dia mengigau?" guman Aldi menatap lekat Naisa yang sedang tertidur itu. Aldi tidak menganggu Naisa yang sedang tidur itu dan menghidupkan mesin mobil nya setelah itu langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Naisa.
Sesampai di rumah Naisa, Aldi memarikirkan mobil di halaman rumah Naisa dan melihat ada mobil juga di halaman rumah Naisa. Aldi turun dari mobil nya dan belum membangunkan Naisa, Saat dia turun dia melihat Asma dan Angga sedang duduk di depan rumah.
"Kenapa tidak masuk kak?" tanya Aldi datar kepada Aldi.
"Naisa dari tadi kakak panggil tidak menjawab" jawab Aldi. Angga menoleh ke arah Aldi.
"Kau?" ucap Angga dengan menatap lekat Aldi karna dia ingin dengan wajah Aldi.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya Asma kepada Aldi dan juga Angga dengan menatap mereka berdua secara bergantian. Naisa terbangun dari tidur nya dan menoleh ke sekitar dan dia melihat jika dia sedang berada di dalam mobil. Naisa menoleh ke sebelah tapi dia tidak menemukan Aldi, Naisa pun mencoba membuka pintu mobil itu tapi tidak bisa karna terkunci oleh Aldi.
"Dia..." ucap Angga terpotong oleh teriakan Naisa dari dalam mobil Aldi.
"Al, Buka pintu ini" teriak Naisa dari dalam mobil dan memukul kaca mobil Aldi, Aldi dan yang lain nya menoleh ke arah mobil Aldi dan melihat jika Naisa terkunci di dalam mobil nya.
"Astaga aku lupa" ucap Aldi dan langsung berlalu ke dekat mobil nya dan memencet remot mobil nya itu. Dahi Asma mengerut melihat itu karna dia tidak tau jika Aldi dan Naisa pergi berdua. Aldi membuka pintu untuk Naisa dan Naisa pun keluar dari mobil itu dengan mata merah akibat bangun tidur dan menatap kesal ke arah Aldi.
"Kenapa kau mengunci ku di dalam?" tanya Naisa dengan wajah kesal dan mengantuk nya sedangkan Angga dan juga Asma hanya melihat mereka berdua.
"Terkunci, Karna sudah terbiasa mengunci mobil apa bila sudah turun" jawab Aldi dengan menyengir ke arah Naisa.
"Kau tau jika aku ada di dalam masih saja mengunci nya" ketus Naisa dan berjalan berlalu dari sana dan melewati Asma dan juga Angga. Naisa ingin membuka tas nya tapi tas nya tertinggal di dalam mobil Aldi.
"Ambil tas ku" ucap Naisa kepada Aldi yang masih berada di dekat mobil itu.
"Hah?" ucap Asma kaget saat mendengar Naisa memerintah Aldi. Aldi mengiyakan ucapan Naisa dan mengambil tas wanita itu dan berjalan ke arah nya.
"Terima kasih" ucap Naisa dan mengambil tas yang di bawa oleh Aldi dan langsung mengambil kunci rumah nya dan masuk ke dalam rumah tanpa mengunci rumah. Aldi mengikuti Naisa masuk ke dalam sedangkan Asma dia masih termenung dan tak percaya jika Aldi ingin menuruti perintah Naisa.
"Hey, Kau kenapa?" tanya Angga saat melihat Asma termenung.
"Ah tidak, Aku hanya kaget saja saat Naisa menyuruh Aldi dan Aldi mau mengikuti perintah Naisa" jawab Asma dengan ekspresi yang masih kaget.
"Memang nya lelaki itu siapa sampai kau keget saat wanita tadi menyuruh nya?" tanya Angga karna dia belum mengerti sama sekali.
"Dia Aldi fernando anak Erdin fernando yang tidak pernah di suruh atau pun di perintah oleh orang" jawab Asma karna memang sejak dulu tidak ada yang berani memerintahi Aldi.
"Anak pak Erdin?" tanya Angga.
"Hem" jawab Asma mengangguk mengiyakan nya.
"Hem, Dia rekan bisnis ku" jawab Angga mengangguk mengiyakan nya. Asma mengangguk mengerti akan jawaban dari Angga itu.
"Yasudah aku akan pulang" pamit Angga kepada Asma. Asma mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar menatap Angga. Angga berlalu dari sana dan masuk ke dalam mobil.
Setelah mobil Angga Sudah tidak ia lihat dia pun langsung masuk ke dalam rumah dan melihat Aldi sedang berada di dalam kamar Naisa. "Hey, Apa.yang kau lakukan?" tanya Asma kepada Aldi saat melihat Aldi menatap lekat Naisa yang sudah berada di alam mimpi itu.
"Jangan berteriak" ucap Aldi pelan kepada Asma. Asma tidak menjawab nya dan langsung berjalan ke arah Aldi dan menarik telinga lelaki itu.
"Pergi kau, Ini sudah malam" ketus Asma dengan menyeret Aldi dengan memegang telinga nya keluar kamar Naisa.
"Kak lepaskan, Sakit" ucap Aldi yang sudah merasa sakit saat Asma menarik telinga nya.
Asma mendorong tubuh Aldi keluar dari rumah itu. "Pergi lah kau, Ini sudah sangat malam nanti kau di kira melakukan hal yang tidak tidak oleh tetangga" ketus Asma dan langsung menutup pintu rumah Naisa itu.
"Aku tidak ingin berjauhan dengan nya" guman Aldi yang berat sekali untuk meninggal tempat itu dan masih berdiri di depan pintu rumah Naisa.
"Tapi aku tidak mau membuat masalah untuk nya" guman Aldi yang pasrah dan langsung melangkah kan kaki nya menuju ke dekat mobil nya, Meskipun berat untuk meninggalkan Naisa tapi mau bagaimana lagi dia harus tetap pergi dari sana. Aldi masuk ke dalam mobil nya dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya.
Sesampai di rumah Aldi langsung masuk ke dalam rumah, Seperti biasa kedua orang tua nya tidak ada dan pasti sudah tertidur pulas di kamar. Aldi tidak memperdulikan nya dan langsung menaiki anak tangga dan menuju ke kamar nya, Dia mengganti pakaian nya dan setelah itu langsung merebahkan tubuh nya dengan pikiran yang selalu di hantui oleh Naisa sampai akhirnya dia tertidur nyenyak di atas kasur nya itu dengan di temani oleh poto Naisa yang ia letakkan di bantal sebelah nya.
Keesokan pagi nya.
Aldi masih tertidur lelap di atas kasur nya, Berbeda dengan kedua orang tua nya yang sudah terbangun. Kedua orang tua Aldi hanya bisa melihat Aldi dari cctv tersembunyi yang berada di dekat lemari Aldi karna mereka tidak bisa masuk karna di larang oleh Aldi.
"Dia masih tertidur" ucap Andini kepada Erdin.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halo para reader hari ini Author up cuma 1000 kata karna kendala listrik ****** di tempat author dan insya allah nanti malam author up lagi kalau author gak sibuk. Terima kasih reader tercinta❤