I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 63



"Pasti dia melupakan ini" guman Aldi dan mengambil sepatu Naisa itu.


"Hey, Bangun lah, Ini sudah malam" ucap Aldi dengan menggoyangkan bahu Sahlan suapaya dia terbangun.


"Hemm" ucap Sahlan yang belum sepenuh nya terbangun.


"Hey cepat lah, Kau mau aku tinggalkan sendiri di toko ini?" teriak Aldi karna hanya dia dan dan Sahlan lah yang masih ada di sana.


Sahlan langsung membuka lebar mata nya dan menoleh ke arah Aldi tanpa mengeluarkan kata kata apapun. "Ayo" ajak Aldi lagi, Sahlan tidak menjawab nya dan langsung keluar dari ruangan itu dan keluar dari toko itu menuju ke dekat mobil Aldi karna dia tadi di antar oleh sopir ke toko dan dia tidak membawa mobil.


Aldi mengunci pintu ruangan nya itu dan setelah itu mengunci pintu toko itu, Aldi menuju ke dekat mobil nya, Dia membuka pintu bagian belakang mobil itu dan meletakkan sepatu Naisa di dalam sana sedangkan Sahlan dia tidak memperdulikan nya karna dia merasa sangat mengantuk.


Setelah selesai meletakkan sepatu Naisa, Aldi langsung masuk ke dalam mobil bagian kemudi dan setelah itu dia langsung menyalakan mesin mobil dan langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman nya.


Di rumah Maya


Maya dan Renald baru selesai berkencan dan Renald mengantar Maya Pulang ke rumah nya. "Hati hati" ucap Maya yang sudah turun dari mobil Renald dengan senyum yang melebar. Renald membalas senyuman Maya itu dam setelah itu dia kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang dan meninggalkan area perumahan Maya.


Maya masuk ke dalam rumah nya dengan senyum yang mereka sedangkan di rumah tidak ada siapa siapa karna kedua orang tua nya masih berada di luar negri. Maya langsung menaiki anak tangga menuju ke kamar nya dan setelah itu dia langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang kamar nya itu.


"Huh" Maya mendengus kasar dengan senyum yang melebar.


"Aku senang sekali hari ini" guman Maya yang merasa sangat senang.


"Aku sudah menjadi pacar Renald" ucap Maya dengan senyum yang melebar dan menggulingkan tubuh nya ke kanan dan ke kiri akibat kesenangan.


"Naisa aku menyetujui mu dengan Aldi" ucap Maya lagi dengan senyum yang mengembang. Maya sebenar nya menyukai Naisa tapi yang membuat nya tidak menyukai Naisa iyu karna Naisa dekat dengan Renald jika tidak pasti Maya akan berteman dengan Naisa sejak awal makanya dia berbicara seperti tadi.


Setelah selesai tersenyum bahagia akhir nya Maya pun memilih mengganti pakaian nya dan setelah itu kembali ke ranjang untuk tidur.


Keesokan pagi nya.


Naisa melakukan aktivitas nya setiap pagi dan setelah itu dia kembali ke dalam kamar untuk mengenakan pakaian sekolah dan juga sepatu, Saat sudah mengenakan pakaian dia ingin mengenakan sepatu tapi dia tidak menemukan sepatu nya di dalam kamar nya. Naisa beranjak ke luar kamar dan mencari di dalam rumah tapi dia tetap tidak menemukan nya.


Dia pun memilih untuk mencari di luar rumah mana tau di luar ada tapi hasil nya sama sepatu nya tetap tidak ia temukan. "Astaga di mana sepatu ku?" guman Naisa yang sudah kebingungan mencari sepatu nya.


"Sepatu yang satu nya lagi kotor dan belum di cuci" guman Naisa menatap sepatu yang ada di depan rumah dan itu sangat kotor dan sepatu yang ia kenakan kemarin baru selesai ia cuci dan hanya beberapa jam dia mengenakan nya.


Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Naisa dan itu nampak seperti mobil Aldi. Aldi yang mengendarai mobil itu pun turun dari mobil nya. "Ah iya aku baru ingat, Sepatu ku tinggal di ruangan nya" ucap Naisa yang baru ingat akan sepatu nya yang tertinggal di ruangan Aldi saat melihat Aldi keluar dari dalam mobil.


"Kau belum siap?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi.


"Kenapa memang nya jika aku belum siap?" tanya balik Naisa kepada Aldi. Aldi melihat Naisa dari atas hingga bawah dan mata nya terhenti ke kaki putih dan mulus Naisa yang belum mengenakan sepatu. Aldi baru ingat jika sepatu Naisa dengan nya, Dia pun membuka pintu mobil belakang dan mengambil sepatu Naisa.


"Ini sepatu mu" ucap Aldi yang sudah berada di hadapan Naisa dan menyodorkan sepatu Naisa kepada sang pemilik. Naisa melihat Aldi dan sepatu nya secara bergantian dengan tatapan heran.


"Kenapa sepatu ku bisa di dalam mobil mu?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Huh" Aldi mendengus kasar dan menurunkan tangan nya karna letih mengangkat tangan, Aldi memegang bahu kecil Naisa itu dan menyeret nya ke dekat kursi yang ada di sana dan akhir nya dia mendudukkan tubuh Naisa di atas kursi itu.


"Hey kau mau apa?" tanya Naisa kepada Aldi. Aldi tidak menjawab nya dan berjongkok di hadapan Naisa dan langsung mengenakan sepatu Naisa itu.


"Hah?" suara yang terdengar sangat kecil keluar dari mulut Naisa karna dia tidak percaya Aldi akan mengenakan sepatu untuk nya. Setelah selesai memasangkan kedua belah sepatu Naisa Aldi mendongakkan kepala nya dan menatap Naisa yang juga menatap nya.


Deg..deg


Jantung Naisa berdetak lebih cepat saat melihat Aldi yang melihat nya, Beberapa detik mereka saling pandang akhir nya Naisa membuang muka dan langsung berdiri, Wajah wanita itu nampak memerah akibat ulah Aldi, Aldi juga ikut berdiri dari jongkok nya tadi dan Naisa melihat Aldi yang berdiri di hadapan nya pun bergeser.


"Wajah mu memerah?" tanya Aldi yang tidak tau apa arti wajah memerah karna dia tidak pernah memperhatikan wajah wanita. Naisa memegang kedua belah pipi nya itu.


"Ti..tidak" elak Naisa. Aldi tersenyum melihat Naisa yang memegang wajah itu dan dia pun mengangkat tangan nya dan melihat jam yang hampir menunjuk pukul tujuh.


"Ayo kita berangkat, Ini sudah jam tujuh" ajak Aldi kepada Naisa, Naisa kembali mendongakkan kepala nya manatap Aldi dan wajah merah nya sedikit menghilang.


"Aku bisa berangkat sendiri" jawab Naisa.


"Ini sudah hampir jam tujuh, Kau mau telat?" tanya Aldi kepada Naisa, Naisa menggelengkan kepala nya.


"Makanya ayo" ajak Aldi dengan menarik tangan Naisa, Naisa pun masuk ke dalam mobil Aldi dengan membuka pintu sendiri begitupun dengan Aldi, Setelah itu Aldi pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke sekolahan mereka.


Di dalam mobil Naisa nampak sedikit gugup dan menundukkan kepala dan tidak seperti biasanya, "Astaga ada apa dengan jantung ku ini?" guman Naisa dengan memegang dada nya karna sedari tadi jantung nya berdetak tak karuan saat Setelah Aldi mengenakan sepatu untuk nya.