
"Shht, Susah sekali mengajak nya keluar" umpat Airin yang kesal dan langsung berlalu dari sana. Sedangkan Aldi dia kembali membaringkan tubuh nya di dalam tenda.
"Naisa sudah mandi atau belum ya?" guman Aldi dan langsung membuka pesan dan langsung mengirimkan pesan kepada Naisa.
"Kau sudah selesai mandi?". isi pesan yang di kirimkan oleh Aldi kepada Naisa.
"Dimana wanita ini? kenapa tidak membalas pesanku?" guman Aldi karna sedari tadi menunggu balasan pesan dari Naisa tapi tidak ada.
"Hey balaslah pesanku" kirim Aldi lagi karna tidak mendapatkan jawaban. Aldi menunggu beberapa menit dan tidak kunjung mendapat balasan dari Naisa, Aldi beranjak dari baring nya itu dan langsung keluar dari tenda nya.
"Ayo" ajak Naisa kepada Fany dan itu membuat Aldi yang baru keluar dari tenda menoleh ke arah nya yang juga baru keluar dari tenda nya.
Fany sudah keluar dari tenda dan baru saja mereka ingin berlalu tapi teriakan Aldi menghentikan langkah kaki mereka berdua. "Hey" teriak Aldi kepada Naisa, Naisa menoleh ke belakang dan mencari cari keberadaan orang yang meneriaki nya.
"Siapa yang berteriak?" tanya Naisa dengan menatap lekat Fany.
"Hem" jawab Fany dan mengangkat kedua bahu nya menandakan jika dia tidak tau siapa yang memanggil.
"Hey di sini" teriak Aldi lagi dengan melambaikan tangan nya dan membuat Fany menoleh ke arah Aldi.
"Itu orang yang meneriaki mu" ucap Fany dan menunjuk ke arah Aldi, Naisa mengikuti arah telunjuk Fany dan telunjuk itu menunjuk ke arah Aldi.
"Mau kemana kau?" teriak Aldi kepada Naisa.
"Mandi bodoh" jawab Naisa dengan berteriak juga.
"Kau belum selesai mandi?" teriak Aldi lagi.
"Jika aku sudah tidak akan mandi lagi" teriak Naisa lagi yang membuat Fany menutup telinga nya.
"Yasudah cepatlah mandi sana" usir Aldi kepada Naisa dengan masih berteriak, Naisa menatap kesal dan langsung berlalu dari sana bersama Fany.
"Dia yang menghentikan langkah kita dia juga yang mengusir kita" ketus Naisa tanpa menoleh ke arah Aldi dan berbicara dengan Fany.
"Kau ini seperti baru kemarin saja mengenal Aldi" jawab Fany dan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di rumah orang di sana.
"Dimana kau mandi?" tanya Aldi keada Azlan yang baru saja datang dan sudah selesai mandi.
"Di sana" jawab Azlan menunjuk ke arah sungai yang tidak jauh dari tempat perkemahan.
"Iya juga ya, Air itukan jernih" ucap Aldi yang baru sadar dan langsung kembali masuk ke dalam tenda mengambil alat alat mandi nya. Setelah selesai mengambil alat alat mandi nya Aldi kembali keluar dan berjalan menuju ke dekat sungai yang tidak jauh dari sana.
"Sudah lama sekali aku tidak berenang" ucap Aldi saat sudah sampai di dekat sungai, Dia melepaskan baju nya dan tinggal mengenakan celana, Aldi langsung meloncat dari batu yang cukup besar dan tinggi hingga terhempas masuk ke dalam sungai yang cukup dalam itu.
"Ah nikmat sekali" ucap Aldi dan menutup matanya dengan wajah yang menatap ke atas. Aldi berendam di dalam sungai itu hingga tiga puluh menit dan menggerakkan kaki nya sehingga dia berkeliling di dalam sungai itu.
"Al" panggil Airin, Aldi membuka mata nya dan melihat siapa yang memanggilnya dan ternyata itu Airin.
"Ada apa?" tanya Aldi datar dan kembali menutup matanya.
"Ajari aku renang" jawab Airin dengan senyum yang melebar menatap Aldi, Aldi yang mendengar itu langsung membuka matanya dan berenang ke tepi, Aldi mengambil handuk nya dan setelah itu menutupi dada dan perut nya.
"Aku sudah selesai" jawab Aldi dan langsung berlalu dari sana dengan membawa alat alat mandi nya. Aldi berjalan menuju ke dekat tenda milik nya tanpa menggunakan baju dan handuk yang hanya menutupi kedua bahu nya dan nampak lah perut kotak nya itu.
"Ah menggoda sekali"
"Tampan sekali dia"
"Yatuhan ciptaanmu sungguh indah"
"Roti sobek nya"
"Dia sangat tampan apa lagi seperti itu"
"Pemandangan yang indah"
"Pacarku"
"Lelaki idaman semua wanita"
Seperti itulah suara suara wanita yang terdengar di telinga Aldi saat dirinya berjalan menuju ke tenda tapi satupun di antara mereka tidak ada yang ia tanggapi. Naisa baru saja selesai mandi dan sekarang dia sedang berjalan bersama Fany menuju ke tenda, Aldi yang melihat Naisa pun langsung berdiri dan menampakkan tubuh kekar nya itu yang membuat semua wanita terlena.
"Lihat dia melihat ke sini" ucap salah satu wanita yang terdengar oleh Naisa dan juga Fany. Fany menoleh ke depan dan melihat Aldi sedang berdiri dan menatap Naisa. Naisa tidak memperdulikan nya dan tidak menoleh sedikitpun dan dia pun langsung masuk ke dalam tenda nya, Wajah Aldi mengerut kecewa saat Naisa tidak menoleh nya ataupun melirik nya sedikit pun, Fany di buat heran akan raut wajah Aldi dan menoleh ke belakang dan tidak melihat Naisa dan setelah itu dia menoleh ke samping dan melihat Naisa sudah masuk ke dalam tenda.
"Apa kalian melihatku?" ketus Aldi saat banyak murid wanita yang melihat nya.
"Kau sangat tampan Al" jawab salah satu wanita yang menatap nya. Aldi tidak memperdulikan nya dan langsung masuk ke dalam tenda nya dengan wajah kesal nya.
"Apa apaan dia, Apa dia tidak tertarik denganku?" ucap Aldi dengan kesal dan membuat Azlan menoleh heran ke arah nya.
"Ada apa lagi?" tanya Azlan kepada Aldi.
"Naisa tidak menoleh sedikitpun kepadaku saat aku seperti ini, Apa seburuk itukah aku?" tanya Aldi kepada Azlan. Azlan di buat tertawa oleh lelaki yang ia kenal datar dan tidak pernah merajuk itu sekarang bisa merajuk.
"Kenapa kau malah tertawa?" ketus Aldi dan memukul kepala Azlan.
"Kau pikir Naisa itu mata keranjang seperti Airin hah?" tanya Azlan dengan menatap lekat Aldi.
"Iya aku tau, Maka dari itu aku..." ucap Aldi yang terpotong oleh Azlan.
"Wanita seperti Naisa itu tidak mau di perlakukan seperti wanita lain, Dia tidak mudah untuk dekat dengan lelaki" potong Azlan akan perkataan Aldi.
"Dari mana kau tau? kau seperti nya sangat paham akan sikap Naisa" ucap Aldi yang heran akan Azlan yang selalu mengerti akan sipat manusia seperti Naisa.
"Karna aku memiliki kekasih yang memilki sikap sama dengan nya makanya aku tau" jawab Azlan akan pertanyaan Aldi.
"Siapa kekasihmu?" tanya Aldi kepada Azlan dengan menatap lekat Azlan.
"Dia bukan kekasih ku sih tapi kami sudah betunangan dan beberapa bulan lagi akan menikah" jawab Azlan karna pacar nya itu juga tidak ingin berpacaran sama seperti Aldi dan juga Naisa.
"Kenapa sama seperti Naisa?" tanya Aldi kepada Azlan.
"Memang nya kau juga pernah menyatakan perasaanmu kepada nya dan mengajaknya berpacaran?" tanya Azlan dengan menatap lekat wajah Aldi.
"Hem, Dia bilang ayah nya tidak boleh berpacaran dan harus langsung menikah tapi dia ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu" jelas Aldi kepada Azlan.
"Bagus seperti itu" jawab Azlan.
"Apa nya yang bagus?" tanya Aldi kepada Azlan.
"Kau tidak pernah berfikir seperti ini, Kau adalah orang pertama yang ia cintai setelah kedua orang tuanya, Tidak pernah kau berpikir seperti itu?" tanya Azlan dengan menatap lekat wajah Aldi.
"Tidak" jawab Aldi.
"Makanya berpikirlah dengan baik, Jika wanita itu tidak ingin berpacaran kemungkinan besar dia tidak pernah berpacaran sebelum nya atau dia susah untuk membuka hati untuk orang lain karna masih teringat dengan masa lalu" jelas Azlan panjang lebar kepada Aldi.
"Tapi tidak mungkin jika dia tidak bisa move on dari kekasihnya dahulu karna setauku dia tidak pernah pacaran" jawab Aldi.
"Berarti dia tidak pernah berpacaran sejak dahulu" jawab Azlan akan jawaban Aldi.
Saat dia keluar dari tenda dia langsung melihat Naisa juga keluar dari tenda nya dengan baju kaos berwarna putih. "Anggun sekali" guman Aldi yang suka melihat Naisa mengenakan pakaian berwarna putih. Naisa menyibak rambutnya yang terburai dan menutupi wajah nya, Aldi nampak melihat wajah wanita itu yang nampak sangat alami tanpa bedak dan juga make up yang menghiasi wajah wanita itu.
"Tuhan aku ingin segera selalu berada di dekatnya" guman Aldi dengan memegang dada nya. Azlan keluar dari tenda dan melihat Aldi sedang berdiri di depan tenda mereka dengan memegang dada.
"Kenapa Al? sakit jantung?" tanya Azlan kepada Aldi.
"Demage wanita itu nembus jantung Az" jawab Aldi tanpa mengalihkan tatapan nya dari Naisa, Azlan menoleh ke arah Naisa yang memang nampak cantik tapi biasa saja di mata nya karna menurutnya tunangan nya lh yang tercantik di dunia ini.
"Lebay" jawab Azlan dan berlalu dari sana dan menuju ke salah satu tempat yang ada di sana dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi itu, Aldi mengikuti Azlan dan mendudukkan tubuh nya di samping Azlan dan di tengah tengah itu terdapat api yang menyala karna hari juga sudah mulai larut.
Aldi mengambil gitar yang ada di sana entah itu milik siapa dan dia pun langsung memainkan nya. Aldi menyanyikan lagu 'Rasa cinta ini' yang di nyanyikan oleh Gea artis indonesia.
Aku tak pernah bisa mengganti dirimu
Dengan cinta yang lain,
Sungguh hanya hatiku
hati yang ku cari
yang paling aku sayangi.
Takkan berhenti tulus pengorbanan ku
tuk selalu bahagiakan dirimu.......
rasa cinta ini takkan berakhir
takkan terhapus waktu
rasa cinta ini hanya untukmu
hnya dirimu satu....
cinta dalam hidupku...
uuuu
sungguh hanya hatimu
hati yang ku cari
yang paling aku sayangi
takkan berhenti tulus pengorbanan ku
tuk selalu bahagiakan dirimu
rasa cinta ini
takkan berakhir
takkan terhapus waktu
rasa cinta ini hanya untukmu
hanya dirimu satuuu
ho oh
cinta dalam hidupku......
rasa cinta ini takkan berakhir
tak akan terhapuskan waktu
rasa cinta ini hanya untukmu
dan hanya dirimu satuuu...
cinta dalam hidupku......
cinta dala.....m hidupku......
(Jika tidak mengerti bisa di dengarkan di youtube atau joox)
Aldi bernyanyi dengan menatap Naisa yang juga menatap nya itu dan seluruh orang yang mendengarkan suara merdu Aldi itu terpukau akan suara lelaki itu. Banyak orang yang merekam saat Aldi bernyanyi apa lagi para wanita yang menyukai Aldi. Aldi tersenyum dan menatap lekat Naisa yang menatap nya itu. "Astaga bagus sekali suara nya" guman Naisa yang baru tau jika suara Aldi itu merdu.
Naisa membalas senyuman yang di lemparkan oleh Aldi kepada nya itu, Aldi kembali melebarkan Senyum tulus nya dan senyum bahagia nya kepada Naisa."Apa apaan wanita itu" guman Airin yang sangat tidak suka saat melihat Naisa dan Aldi saling melempar senyum.
"Apa kurang nya dia? sudah tampan, Pintar, Kaya dan pandak bernyanyi dan bermain gitar" ucap salah satu wanita yang sangat kagum akan Aldi yang bisa semuanya.
"Iya benar sekali, Beruntung sekali wanita yang memilki nya" jawab salah satu wanita tadi.
"Aku jika menjadi istri nya ataupun kekasih nya aku akan menjaga dan membahagiakan nya selalu" jawab salah satu wanita lagi.
"Dia tidak memilki kekurangan" ucap slah satu wanita lagi.
"Hem" jawab mereka bertiga yang mendengar ucapan tmena nya sambil mengangguk mengerti.
"Bagus sekali suara mu Al" ucap Azlan kepada Aldi.
"Kau baru tau jika suaraku bagus?" tanya balik Aldi kepada Azlan dan memberikan gitar itu kepada Azlan. Azlan menerima nya dan Aldi pun langsung berlalu dan menghampiri Naisa, Aldi mendudukkan tubuh nya tepat di samping Naisa.
"Hey" sapa Aldi kepada Naisa. Naisa menoleh ke arah Aldi sedangkan Fany dia tidak memperdulikan nya dan menikmati lagu yang di nyanyikan oleh Azlan dan Beberapa teman lekaki yang ada di depan.
"Suara mu bagus juga" ucap Naisa dengan senyum yang mengembang menatap Aldi.
"Aku menunggu pujian mu sejak dulu, Kau tau itu hem?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang ada di samping nya itu dan mendudukkan tubuh nya di atas rumput banyak di samping Naisa.
.
.
.
.
.
.
.
Halo reader, Author up 2000 kata per ep makanya author kadang cuma satu atau dua episode up. Tapi author bener bener baper sendiri nulis berita ep ini, Kalian sama juga ya? komen dong kalo sama wkwkw