
"Bukan nya selama tiga tahun ini kau berlari dariku?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.
"Maksud mu?" tanya Naisa yang tidak mengerti.
"Kau selalu lari saat aku menyatakan persaaan ku kepada mu dan kau selalu menyuruhku mengejar mu makanya detak jantung mu lebih cepat" ucap Aldi dengan senyum yang mengembang menatap Naisa dan salah satu mata yang mengedip menatap Naisa.
"Aku tidak berlari" jawab Naisa akan perkataan Aldi.
"Jadi kenapa kau tidak menerima ku jika bukan kau lari dariku?" tanya Aldi lagi dengan menatap lekat Naisa yang berada di samping nya itu. Fany menggelengkan kepala saat mendengar percakapan Aldi dan juga Naisa tapi hati nya senang jika memang Aldi dan Naisa berjodoh.
"Sudah lah jangan di bahas lagi" ucap Aldi karna dia juga tidak ingin membahas masalah itu di tempat umum dan Naisa juga tidak menjawab ucapan nya tadi. Naisa tidak menjawab nya dan kembali mengalihkan pandangan nya ke luar jendela dan menatap jalan yang mereka lewati sambil mendengar musik yang sama dengan Aldi.
Aldi menguap dan menggelengkan kepala nya. "Mengantuk sekali" ucap Aldi dan langsung menyenderkan kepala nya di bahu Naisa yang kecil itu. Naisa yang tidak memperdulikan Aldi tadi pun langsung kaget dan melihat Aldi menyender di bahu nya. Naisa menatap wajah lelaki itu dan melihat mata lelaki itu terpejam, Naisa yang awal nya ingin melepaskan kepala nya pun terurung saat melihat mata Aldi yang terpejam itu.
Aldi yang melihat Naisa tidak menolak pun mengusapkan kepala nya itu di bahu Naisa dengan senyum yang mengembang dan mata yang masih terpejam. "Bahu nya saja sudah nyaman apa lagi tubuh nya saat aku memeluknya" guman Aldi yang sangat merasa nyaman tidur di bahu Naisa. Naisa tidak memperdikan nya memilih untuk menatap jalanan kembali dan Aldi dia sudah tertidur lelap di bahu nyaman Naisa itu.
Sopir mengerem mendadak dan membuat kepala Aldi hampir terjatuh, Naisa langsung menangkap kepala lelaki itu menggunakan kedua tangan nya supaya tidak terbentur ke kursi depan. Setelah semua nya kembali normal Naisa kembali membenarkan kepala Aldi dengan pelan dan meletakkan nya kembali di bahu nya.
"Mereka romantis sekali" ucap salah satu siswi saat melihat Naisa yang membenarkan posisi kepala Aldi ke bahu nya.
"Hem, Aku sangat iri kepada mereka" jawab salah satu siswi lain yang duduk bersebrangan dengan Aldi dan Naisa.
"Tidak boleh iri" jawab siswa lain. Siswi tadi pun langsung terdiam dan kembali duduk seperti semula.
Satu jam lebih mereka menempuh perjalanan akhirnya sampai. Naisa yang ikut tertidur dengan kepala yang menari pun langsung terbangun akibat mobil berhenti. Naisa masih melihat Aldi tertidur di bahu nya dan membangunkan lelaki itu.
"Al bangun, Kita sudah sampai" ucap Naisa dan melepaskan henset milik Aldi yang ada di telinga nya dan di telinga Aldi.
"Emm" ucap Aldi yang belum membuka matanya dan langsung memeluk pinggang Naisa. Mata Naisa yang awal nya menyipit pun langsung membulat saat Aldi memeluk nya.
"Al" teriak Naisa dk telinga Aldi. Aldi yang mendengar teriakan itupun langsung membuka mata nya dan langsung melihat Naisa.
"Ada apa?" tanya Aldi dengan mata menyipit menatap Naisa.
"Kita sudah sampai" teriak Naisa lagi. Aldi membuka mata nya dengan sempurna dan memang benar mereka sudah sampai.
"Yasudah ayo turun" ajak Aldi dan menyimpan henset nya di dalam saku hoodie nya dan beranjak berdiri, Naisa juga ikut berdiri dan mengikuti lelaki itu dari belakang. Mereka berdua turun dari mobil dengan Aldi berjalan terlebih dahulu dan Naisa mengikuti nya dari belakang.
Irene yang berjalan di belakang Naisa pun langsung menyenggol kasar tubuh Naisa hingga Naisa hampir terjatuh dan untung saja ada Ryhan di hadapan nya dan langsung menangkap nya. "Shtt" umpat Irene yang kesal akan Naisa yang tidak jadi jatuh dan malah di sambut oleh Ryhan.
Aldi yang berada di samping pun menoleh ke belakang mencari Naisa dan melihat Naisa sedang di peluk oleh Ryhan. "Berani sekali lelaki ini memeluk wanita ku" guman Aldi dan langsung menarik tangan Naisa hingga berada di dalam pelukan nya.
"Au" rengek Naisa dengan suara pelan saat Aldi menarik nya.
"Sakit bodoh" bisik Naisa di telinga Aldi. Aldi menatap ke arah Wanita itu.
"Berani nya kau memeluk wanita ku" ketus Aldi kepada Ryhan. Dahi Ryhan mengerut begitupun dengan Ressa dan juga Irene dan teman teman tapi tidak dengan Fany yang sudah tau akan hubungan Aldi dan Naisa meskipun tidak berpacaran sedangkan para siswa siswi lain sudah berlalu dari sana.
"Wanita mu?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah Aldi.
"Iya, Dia wa..." ucap Aldi yang terpotong oleh Naisa yang membalas bekapan mulut Aldi. Aldi memberontak dan Naisa pun langsung menginjak kaki lelaki itu hingga Aldi melepaskan tangan nya dari Naisa dan juga pelukan nya.
"Aaau" teriak Aldi dengan lumayan kencang.
"Ah tidak kak, Dia baru bangun tidur makanya ucapan nya kemana mana" ucap Naisa dengan melebarkan senyuman nya kepada Ryhan. Aldi ingin menjawab perkataan Naisa itu dan mengatakan yang sebenarnya kepada dunia tapi dengan segera Naisa membekap kembali mulut Aldi dan tersenyum menatap Ryhan dan yang lain nya.
"Ayo kita ke sana bersama teman lainnya" ajak Naisa dengan senyum yang melebar menatap Aldi.
"Em, em, em" ucap Aldi karna mulut nya terbekap oleh Naisa. Naisa melototkan mata nya menatap Aldi dengan senyum yang mengembang menatap lalaki itu.
"Ayo" ajak Naisa sekali lagi dan langsung menarik Aldi tanpa melepaskan bekapan mulut Aldi itu. Naisa dan Aldi menjauh dari Ryhan dan yang lainnya begitupun dengan Fany yang mengikuti mereka.
Aldi memukul tangan Naisa pelan dan meminta di lepaskan, Naisa pun melepaskan bekapan mulut Aldi itu. "Kau ini berani ny membekap mulut ku" ucap Aldi dengan wajah kesal nya menatap Naisa.
"Siapa suruh kau berbicara sembarangan di depan mereka" jawab Naisa dan membuang wajah nya dari Aldi.
"Ayo Fan" ajak Naisa dan menarik tangan Fany dan mengajaknya berlalu dari sana.
"Hey" teriak Aldi kepada Naisa tapi itu tidak menggantikan langkah kaki Naisa maupun Fany.
"Wanita itu" guman Aldi.
"Seperti ada yang hilang" guman Aldi karna dia merasa ada barang bawaan nya yang kurang.
"Astaga koperku" ucap Aldi yang baru teringat dan kembali ke tempat bus tadi. Bus tadi ingin berjalan.
"Hey koperku" teriak Aldi dengan sangat kencang kepada sopir bus itu dan membuat semua orang yang mendengar teriakan nya menoleh ke arah nya. Sopir bus tadi mendengar teriakan Aldi dan menghentikan mobil.
.
.
.
.
.
Halo reader setia author, Seperti nya author akan up tiga kali dalam sehari karna author sudah selesai ujian dan sekarang author lagi libur makanya author bisa up banyak. Terima kasih atas perhatian nya💚