I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 80



"Mengakulah" ucap Aldi dengan berusaha ingin duduk dan di bantu oleh Erdin yang berada di samping nya.


"Mengaku untuk apa? aku tidak mencuri apapun" jawab Naisa dengan kembali membuang tatapan nya dari Aldi.


"Mengakulah dan ulangi ucapan mu yang tadi" ucap Aldi yang sudah duduk sempurna dan bersender di sandaran ranjang nya itu.


"Aku tidak mengatakan apa apa tadi" jawab Naisa akan ucapan Aldi.


"Mulut mu itu suka sekali berbohong, Tadi kau mengatakan kau merindukan ku tapi sekarang kau malah berbohong dan mengatakan tidak mengatakan apa apa?" tanya Aldi kepada Naisa, Naisa kembali menundukkan kepala nya karna malu dan malas membahas itu lagi.


"Mama dan papa keluar cari makan dulu ya nak" ucap Andini karna dia juga mengerti akan Naisa yang malu karna ada dirinya dan juga Erdin. Andini dan Erdin pun berlalu dari ruangan itu.


"Ulangi ucapan mu, Mama dan papa juga sudah pergi" ucap Aldi.


"Kenapa memang nya jika tante dan om pergi?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Kau pasti malu bukan untuk mengulangi ucapan mu?" tanya balik Aldi dengan menatap lekat Naisa.


"Aku tidak malu" jawab Naisa.


"Jadi kenapa tidak mengatakan nya tadi?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Mengatakan apa?" tanya Naisa lagi.


"Ucapan mu tadi" jawab Aldi yang sudah sedikit kesal akan Naisa.


"Kenapa kau jadi marah?" ketus Naisa saat Aldi emosi terhadap nya.


"Itu karna kau tidak ingin jujur tentang perasaan mu" jawab Aldi datar dan membuang wajah nya dari Naisa.


"Aku tidak pernah berbohong tentang perasaan, Aku selalu jujur" jawab Naisa.


"Mama saja bilang kau pernah mengatakan kau mencintai ku saat aku koma dan kau mencintai ku sudah sejak lama dan waktu itu aku menyatakan perasaan ku kepada mu kau bilang tidak mencintai ku" jelas Aldi yang semakin kesal karna Naisa tidak pernah jujur kan perasaan nya.


"Aku tidak pernah mengatakan hal itu" jawab Naisa.


"Sudah lah, Berdebat dengan mu ini sama saja dengan berdebat dengan hakim" ucap Aldi karna dia lelah berdebat dan baru kali ini dia kalah berdebat, Aldi membenarkan posisi nya untuk kembali beristirahat dan Naisa ingin mebantu nya.


"Tidak usah menyentuhku" ucap Aldi datar saat Naisa ingin membantu nya. Naisa mengurungkan niat nya dan menatap kesal ke arah Aldi.


"Tidak usah marah marah" jawab Naisa dan menghentakkan tubuh nya ke kursi di samping Aldi.


"Auu" rengek nya karna terlalu keras menghentakkan tubuh ke kursi.


"Makanya berhati hati lah" ucap Aldi datar dengan memejamkan mata nya karna dia mendengar rengekan Naisa.


"Banyak bicara sekali kau" ketus Naisa dengan menatap kesal ke arah Aldi yang memejamkan mata itu.


"Kau yang banyak bicara" jawab Aldi datar tanpa membuka mata nya.


"Diam lah kau" ketus Naisa dengan menatap kesal ke arah Aldi, Aldi pun diam dan membenarkan posisi tidur nya. Naisa menoleh ke arah Aldi yang diam dan memejamkan mata itu.


"Kenapa kau diam?" tanya Naisa kepada Aldi. Aldi membuka mata nya dan menatap sekilas ke arah Naisa yang juga menatap nya setelah itu dia kembali memejamkan mata nya.


"Bukannya kau yang menyuruh ku diam?" tanya balik Aldi kepada Naisa dengan mata yang terpejam.


"Yasudah diam lah, Jangan banyak bicara" jawab Naisa kesal dan membuang pandangan nya dari Aldi, Aldi kembali membuka mata nya dan menatap heran akan wanita yang duduk di samping ranjang nya itu.


"Kenapa kau marah marah?" tanya Aldi yang menatap lekat Naisa. Naisa menoleh ke arah nya.


"Kau dari tadi marah marah tidak jelas" jawab Aldi.


"Aku tidak marah marah" jawab Naisa.


"Sudah lah" ucap Aldi dengan nada pelan dan kembali mencoba memejamkan mata nya.


"Ya sudah lah, Tidur lah kau itu" ketus Naisa lagi,Aldi kembali membuka mata nya dan menatap heran ke arah Naisa yang juga menatap nya itu.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Naisa. Aldi tidak menjawab nya dan kembali memejamkan mata nya.


"Hey jika orang bertanya di jawab" ucap Naisa saat melihat Aldi kembali memejamkan mata nya. Aldi sama sekali tidak menjawab dan memperdulikan nya, Dia terus terusan memejamkan mata nya.


"Sshhtt" umpat Naisa kesal dan kembali menyenderkan tubuh nya di kursi itu. Hening sekali di ruangan itu, Aldi sedari tadi membuka mata nya mencoba melihat Naisa tapi tidak dengan Naisa yang hanya diam dan termenung seperti memikirkan sesuatu.


"Ah perut ku kenapa sakit?" guman Naisa dengan memegang perut nya karna perut nya terasa sangat sakit, Aldi bisa melihat jika Naisa itu sakit perut.


"Kau kenapa?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Tidak apa apa" jawab Naisa dan kembali menurunkan tangan nya dari perut nya itu. Aldi menatap lekat wajah wanita itu dan nampak sekali jika wanita itu menahan sakit karna wajah nya memerah.


"Apa yang sakit?" tanya Aldi kepada Naisa dengan kembali duduk.


"Tidak ada" jawab Naisa datar tanpa menatap Aldi.


"Jangan berbohong, Katakan kepada ku apa yang sakit" ucap Aldi dengan mendekat ke arah Naisa.


"Aku tidak berbohong, Memang tidak ada yang sakit" jawab Naisa.


"Kau ini kenapa suka sekali berbohong dan menyembunyikan sesuatu, Wajah mu itu memerah akibat menahan sakit" jelas Aldi dan kembali mendekat ke arah Naisa.


"Beristirahat lah kau kembali, Aku akan memeriksa perut ku dengan dokter" jawab Naisa.


"Kau sakit perut?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Hem" jawab Naisa mengangguk mengiyakan nya.


"Yasudah pergilah periksa perut mu itu" ucap Aldi, Naisa mengiyakan nya dan berdiri dari duduk nya.


"Kenapa di celana mu ada darah?" tanya Aldi kepada Naisa saat Naisa sudah berdiri dan membelakangi nya, Naisa kembali menoleh ke arah Aldi.


"Apa maksud mu?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Di celana mu bagian belakang ada bercak darah" jawab Aldi.


"Pantas saja perut ku terasa sakit" guman Naisa yang yakin sekali jika dia datang bulan. Naisa melepaskan cardigan yang ia kenakan dan dia hanya mengenakan baju kaos pendek.


"Kenapa kau melepaskan baju mu?" tanya Aldi dengan menoleh ke sembarang arah karna pikirnya Naisa hanya mengenakan baju dalam saja.


"Aku mengenakan baju kaos, Tidak usah membuang muka" ucap Naisa tanpa menatap Aldi dan mengikat cardigan yang ia lepaskan tadi ke pinggang ramping nya. Aldi kembali menoleh ke arah Naisa dan benar saja Naisa masih mengenakan baju kaos lengan pendek.


"Kenapa kau melepaskan jaket mu itu?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Celana ku kotor, Tidak mungkin aku pergi dengan celana kotor seperti ini" jawab Naisa. Aldi mengangguk mengerti akan itu.


"Yasudah aku pulang dulu" pamit Naisa kepada Aldi.


"Kenapa pulang? bukan nya kau ingin memeriksa perut mu dengan dokter?'' tanya Aldi kepada Naisa.