I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 82



Di toko bunga Andini flowers.


Asma nampak sedang termenung karna pelanggan sudah berhamburan pergi, "Huh" Asma mendengus kasar dan memainkan pena yang ada di tangan nya dan lebih tepat nya lagi terletak di antara jari tengah dan telunjuk nya.


"Hey kau kenapa?" tanya Elka salah satu teman perempuan Asma yang bekerja di sana dengan memukul punggung Asma.


"Hem" jawab Asma yang baru tersadar dan menatap Elka.


"Kau kenapa merenung seperti itu?" tanya Elka lagi.


"Huh, kenapa tidak ada orang yang mau kepada ku?" tanya Asma jujur karna memang dia selalu terbuka dengan orang yang sudah lama dia kenal apa lagi Elka yang memang sudah sangat lama ia kenal itu.


"Tumben sekali kau berbicara seperti itu memang nya ada apa?" tanya Elka kepada Asma.


"Umurku sudah 27 tahun dan aku belum juga memiliki kekasih apa lagi suami, Aku sekarang sangat ingin menikah" jelas Asma kepada Elka.


"Hem" Elka berpikir.


"Aku mempunyai teman lelaki yang seperti nya cocok dengan mu, Dia tampan, Lumayan dari kalangan orang kaya dan yang pasti nya dia tidak mempunyai kekasih dan umurnya juga sudah tidak muda lagi" jelas Elka kepada Asma.


"Benarkah? siapa orang nya?" tanya Asma yang kegirangan.


"Nanti aku coba mengenalkan nya dengan mu" jawab Elka.


"Baiklah, Aku menunggu nya" ucap Asma kegirangan.


"Yasudah aku akan kembali bekerja" ucap Elka, Asma mengangguk mengiyakan nya dan Elka pun langsung berlalu dari sana dan kembali ke pekerjaan nya, Asma nampak kembali semangat dan melanjutkan kerjaan nya dengan senyum yang mengembang.


Di tempat Naisa.


Naisa terbangun dari tidur nya. "Astaga aku ketiduran" ucap Naisa dan mengusap wajah nya.


"Aku harus menemani Al di rumah sakit" guman Naisa dan langsung berdiri mengambil handuk dan barang barang untuk mandi dan langsung keluar dari kamar nya itu dan menuju ke kamar mandi. Setelah selesai mandi Naisa kembali keluar dari kamar mandi itu dan menuju ke kamar nya sebentar untuk meletakkan handuk dan mengambil tas nya.


Setelah selesai mengambil tas dia kembali keluar dari kamar nya itu dan keluar dari rumah nya itu, Hari sudah nampak petang dan dia tidak memperdulikan itu dia langsung melangkah kan kaki nya mencari ojek sampai dapat, Setelah dapat dia naik dan mengenakan helm tukang ojek itu pun langsung melajukan motor nya dengan kecepatan sedang menuju ke alamat rumah sakit yang di tunjukkan Naisa, Naisa tidak berpamitan dengan Asma karna semenjak Aldi sakit dia memang selalu di rumah sakit dan sangat jarang pulang ke rumah begitupun dengan Asma yang jarang pulang ke rumah dan menginap di rumah Aldi.


Setelah sampai Naisa langsung turun dari ojek itu dan membayar ojek yang ia tumpangi tadi, Tukang ojek itu pun berlalu dan Naisa kembali melanjutkan langkah kaki nya masuk ke dalam rumah sakit itu. Saat sampai di depan ruangan Aldi, Naisa mengintip dari jendela dan melihat tidak ada siapapun yang menunggu Aldi di dalam ruangan itu sedangkan Aldi dia nampak memejamkan mata nya, Naisa memilih langsung masuk ke dalam ruangan itu dan menutup pelan pintu ruangan itu.


Aldi yang tidak tidur pun menoleh ke arah pintu karna mendengar suara pintu terbuka dan tertutup. "Kau bangun?" tanya Naisa yang sadar akan Aldi yang menoleh ke arah nya.


"Memang nya siapa yang tidur?" tanya balik Aldi kepada Naisa.


"Aku pikir kau tidur, Karna mata mu terpejam" jawab Naisa dan berjalan mendekat ke arah Aldi dengan membawa kotak nasi untuk Aldi karna dia tadi sempat singgah di salah satu warung nasi sebelum ke rumah sakit itu.


"Ini makanan untuk mu" jawab Naisa dan membuka kotak Naisa yang ia belikan Tadi.


"Kau yang masak?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Tidak, Aku membeli nya sebelum datang ke sini" jawab Naisa.


"Aku ingin makan masakan nya" guman Aldi dengan tatapan kecewa menatap Naisa karna dia sudah sangat lama tidak makan masakan Naisa.


"Tapi dia bukan istri ku, tidak mungkin aku meminta nya untuk memasak untukku" guman Aldi yang mengerti akan posisi nya saat ini yang bukan lah suami Naisa dan tidak wajib bagi Naisa melayani nya.


"Duduk lah" ucap Naisa dengan membantu Aldi untuk duduk sedangkan Aldi dia hanya mengikut saja apa yang di lakukan Naisa kepada nya. Naisa menyiap kan makanan tadi dan juga air untuk Aldi.


"Kau mau makan sendiri?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Suapi aku" jawab Aldi karna dia ingin makan di suapi oleh Naisa, Naisa mengikuti kemauan Aldi dan mendudukkan tubuh nya tepat di hadapan Aldi.


"Buka mulut mu" perintah Naisa, Aldi membuka mulut nya dan Naisa pun menyuapi Aldi makan, Aldi nampak makan dengan lahap.


"Kau sangat kelaparan?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Jika tidak lapar aku tidak akan makan" jawab Aldi dengan mulut penuh.


"Tidak ada yang memberi mu makan?" tanya Naisa lagi.


"Siapa yang mau mengurus ku? mama dan papa tidak ada di sini dan hanya kau yang ingin mengurusku" jawab Aldi, Naisa mengerut kan dahi nya karna sedari tadi nada bicara Aldi dan jawaban Aldi sngat tidak nyaman di telinga nya.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Aldi datar kepada Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan kembali menyuapi Aldi makana, Dahi Aldi mengerut melihat Naisa yang tidak menjawab pertanyaan nya tapi dia tetap menerima suapan dari Naisa itu.


Naisa terus menyuapi Aldi tanpa mengeluarkan kata kata apapun begitupun dengan Aldi yang juga tidak berbicara tapi dia menatap heran akan Naisa tapi dia mengerti akan mood Naisa yang mudah berubah hari ini karna sudah di jelaskan oleh Andini tadi makanya dia hanya diam saja, Setelah selesai menyuapi Aldi makan dan makanan nya pun sudah habis Naisa langsung membereskan bekas makan itu dan membuang nya ke tong sampah.


Naisa kembali ke dekat Aldi dan mendudukkan tubuh nya tepat di samping Aldi di atas kursi. "Kau datang bulan?" tanya Aldi yang melihat Naisa hanya diam saja.


"Sudah tau masih saja bertanya" jawab Naisa datar dengan menatap Aldi sekilas.


"Kenapa kau jadi marah?" tanya Aldi lagi.


"Siapa yang marah?" tanya balik Naisa kepada Aldi.


"Jika bukan kau siapa lagi?" tanya balik Aldi.


"Aku tidak marah, Kau saja yang menyebalkan" jawab Naisa dan membuang tatapan nya dari Aldi, Dahi Aldi kembali mengerti mendengar jawaban Naisa karna setau nya dia tidak berbicara apa apa dari tadi tapi kenapa Naisa mengatakan nya menyebalkan.