I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 131



Fany yang sudah selesai mengganti baju pun kembali keluar dan mencari guru yang ikut menemani mereka ke tempat camping hingga dia menemukan nya. "Pak" ucap Fany kepada salah satu dosen lelaki tadi.


"Ada apa Fany?" tanya pak dosen itu kepada Fany yang nampak seerti hawatir itu.


"Naisa tenggelam di sungai" jawab Fany akan pertanyaan dosen itu.


"Hah? Naisa tenggelam?" tanya ibu dosen yang kaget mendengar itu. Fany mengangguk mengiyakan nya.


"Di mana?" tanya ibu dosen itu kepada Fany.


"Di sungai di sana bu" jawab Fany sambil menunjuk ke arah sungai yang di mana Naisa tenggelam di sana. Ibu dosen tadi langsung berlalu dari sana dan menuju ke sungai begitupun dengan Fany dan yang lain yang juga ikut ke sungai untuk melihat keadaan Naisa.


"Panggil ambulance" teriak pak dosen ke salah satu dosen lain, Dosen itu mengiyakan nya dan langsung menghubungi ambulance.


Aldi dan Azlan masih berada di dalam air untuk mencari Naisa sedangkan para orang yang pergi ke sana menunggu di tepi menunggu Aldi Azlan dan Naisa muncul dari dalam sungai itu.


"Nai kau di mana?" guman Aldi yang tidk bisa menemukan Naisa. Aldi tidak patah semangat dan terus menelusuri sungai itu sampai ke pangkal sungai atau bawah dan ternyata Naisa berada di bawah dan terapung apung di sana. Aldi yang sudah menemukan sang pujaan hati pun langsung berenang mendekati Naisa, Sesampai nya di sana dia langsung menarik tangan Naisa yang lebih dekat untuk di gapai, Aldi menatap lekat wanita itu yang sudah memejamkan mata. Hati nya sakit dan hancur saat melihat wanita nya itu tidak merespon, Aldi langsung berenang naik ke permukaan dengan memeluk Naisa yang sudah tidak sadarkan diri itu. Azlan yang tidak jauh dari Aldi dan Naisa pun bisa melihat jika Aldi sudah ingin naik ke permukaan dan dia juga ikut naik ke permukaan.


Setelah kepala nya keluar dari air Aldi langsung menuju ke tepi, Di tepi sudah bnyak sekali orang yang menunggu ny dan juga Naisa, Nampak ada beberapa wajah yang hawatir dan ada beberapa pula yang ingin melihat saja. Ryhan yang menunggu Aldi dan Naisa di tepian ingin menolong untuk mengangkat Naisa ke tepi tapi Aldi tidak mengizinkan siapapun menyentuh wanita nya kecuali diri nya, Dia langsung menggendong Naisa, Aldi mencoba melakukan CPR ke Naisa.


Uhukkk


Naisa terbatuk dan menyemburkan air ke wajah Aldi. "Kau tidak apa apa kan?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa tidak menjawab nya dan mata nya kembali terpejam Aldi nampak tambah hawatir akan wanita itu dan memeriksa denyut nadi nya dan untung nya masih berdenyut.


"Di mana ambulance?" teriak Aldi karna dia tidak mungkin memberikan nafas buatan untuk Naisa.


"Di sana nak, Ayo" ajak pak dosen tadi kepada Aldi, Aldi tidak menjawab nya dan langsung menggendong Naisa yang sudah tidak sadarkan diri itu ke tempat dimana ambulance berada. Sesampai di sana Aldi langsung memasukkan Naisa ke dalam ambulance itu dengan di bantu oleh petugas ambulance, Setelah memasukkan Naisa Aldi langsung masuk ke dalam ambulance itu untuk menemani Naisa.


"Al kau mau kemana?" tanya bu dosen kepada Aldi.


"Bodoh sekali pertanyaan itu" ketus Aldi yang sudah tidak memperdulikan siapa yang berbicara.


"Cepat lajukan mobil ini" teriak Aldi karna kehawatiran nya terhadap Naisa, Sopir pun langsung melajukan mobil ambulance itu dan para petugas masuk dan menutup pintu ambulance itu. Ambulance itu melaju dan menuju ke rumah sakit, Aldi nampak hawatir akan Naisa yang wajah nya nampak sangat pucat, Sedangkan petugas ambulance tadi memasangkan oksigen kepada Naisa untuk membantu Naisa bernafas.


"Cepat" bentak Aldi yang merasa jika mobil itu lambat padahal mobil itu sudah melaju sangat kencang.


Azlan baru saja keluar dari dalam air dan langsung menuju ke dekat Fany, Fany langsung menyelimutkan Azlan menggunakan handuk nya tadi yang belum ia bawa. "Gantilah baju mu nanti kau masuk angin" ucap Fany kepada Azlan, Azlan mengangguk mengiyakan nya dan melepaskan kacamata selam nya dan beranjak berdiri denagn di bantu oleh Fany. Fany membimbing Azlan yang sedikit lemah itu menuju ke tenda nya, Sesampai di sana Fany langsung melepaskan Azlan dan menatap Azlan.


Azlan masuk ke dalam tenda nya dan mengganti pakaian nya, Setelah selesai mengganti pakaian nya dia langsung membereskan barang barang milik nya dan juga Aldi, Azlan duduk sebentar beristirahat dan mencoba menstabilkan stamina nya, Azlan meminum air putih yang ada di dekat nya itu sampai habis.


"Huh" Azlan mendengus karna merasa sedikit tenang. Setelah selesai minum dia langsung beranjak keluar dari tenda itu dengan membawa barang barang Aldi dan barang barang milik nya.


Dritttt


Ponsel Azlan berbunyi menandakan jika ada yang menghubungi nya, Azlan langsung memgambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya itu dan melihat siapa yang menelpon nya.


"Tante Andini" nama yang tertera Jelas di layar ponsel Azlan. Azlan langsung mengangkat telpon dari ibu Aldi itu.


"Halo tante" ucap Azlan saat telpon sudah di angkat.


"Halo Azlan, Bagaimana keadaan Aldi dan Naisa?" tanya Andini dengan nada hawatir nya. Dahi Azlan mengerut mendengar itu karna setau nya dia ataupun Fany belum memberitahu kepada Andini masalah Naisa yang tenggelam.


"Halo Azlan, Mereka benar benar tenggelam?" tanya Andini lagi karna tidak mendapatkan jawaban dari Azlan.


"Iya tante, Tapi hanya Naisa yang tenggelam tadi kalau Aldi dia tidak apa apa dan sekarang mereka sedang di rumah sakit" jelas Azlan kepada Andini.


"Di rumah sakit mana?" tanya Andini.


"Azlan juga belum tau tan, Nanti jika Azlan sudah tau Azlan akan mengirimkan lokasi nya kepada tante" jawab Azlan akan pertanyaan Andini karna dia memang belum mengethui kemana Aldi dan Naisa di bawa.


"Baiklah, Kabari tante secepatnya" ucap Andini.


"Iya" jawab Azlan dan langsung mematikan telpon itu begitupun dengan Andini yang juga mematikan telpon nya.


"Dari mana tante Andini tau?" guman Azlan yang sangat bingung dan kepo dari mana Andini mengetahui masalah Naisa yang tenggelam.


"Ah ini bukan waktu nya memikirkan itu" ucap Azlan kembali dan langsung berjalan menuju ke dekat Fany tanpa membawa barang barang nya dan juga Aldi.


"Fan" panggil Azlan dari luar.


"Iya" jawab Fany dari dalam dan langsung menongol kan kepala nya keluar.


"Di mana barang barang mu dan Al?" tanya Fany yang tidak menemukan Azlan membawa barang barang nya dan juga Aldi.