
"Tidak akan aku biar kan kau menderita lagi dan aku akan membuat kau dan Maya berteman" guman Renald dan menutup pintu ruangan itu dan langsung berlalu dari ruangan itu.
Naisa nampak masih memegang kepala nya karna kepala nya masih sedikit sakit.
Kringgg
Bel pulang berbunyi. Naisa langsung keluar dari ruangan UKS itu dan menuju ke kelas nya dan saat dalam perjalanan ke kelas Naisa melihat Renald dan Maya sedang berjalan bergandengan tangan menuju ke luar.
Naisa tidak memperduli kan nya karna dia menganggap Renald adalah sahabat bukan lebih. Naisa kembali ke tujuan awal dia mengambil barang barang milikknya dan berlalu keluar dari kelas itu.
Naisa berjalan menuju ke rumah nya dengan damai tanpa ada kendala apa pun. Saat sampai di rumah Naisa langsung masuk ke dalam rumah dan terlebih dahulu dia makan siang dan setelah itu baru dia berangkat ke toko bunga.
*****
Aldi sudah sampai di rumah nya dia langsung masuk ke dalam kamar nya tanpa memikir kan masalah kemarin. Setelah mengganti pakaian nya Aldi langsung turun ke bawah.
"Aldi berangkat" ucap Aldi dan langsung keluar dari rumah. Andini tersenyum melihat anak nya yang nampak semangat bekerja itu.
Saat Aldi membuka pintu rumah nya dan ingin keluar dia mendengar suara ribut di luar rumah dan dia pun membuka pintu rumah itu dan terlihat Syeri dan pak Dapid sedang berdebat di depan pintu rumah.
Syeri melihat Aldi yang baru saja keluar dari rumah dan langsung menghampiri Aldi. "Sayang maaf kan aku" ucap Syeri memohon maaf kepada Aldi dengan memegang tangan Aldi.
"Lepaskan" ketus Aldi dan menepis kasar tangan Syeri dari tangannya.
"Maaf kan aku dan kita masih memiliki hubungan bukan?" tanya Syeri karna Aldi belum memutuskan hubungan dengan nya dan kembali merangkul tangan Aldi.
"Kita sekarang tidak memiliki hubungan apa apa dan kita PUTUS" ucap Aldi menegas kan kata kata putus kepada Syeri dan kembali menepis kasar tangan Syeri dari tangan nya.
"Tapi sayang aku tidak mau putus dari mu" jawab Syeri. Aldi tidak memperdulikan nya dan langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya menuju ke toko bunga dan ntah kenapa dia bisa se semangat itu ke toko bunga.
Syeri di usir oleh pak Dapid dari rumah itu dan pak Dapid terpaksa menyeret Syeri keluar. "Saya bisa jalan sendiri" ketus Syeri dan melepaskan tangan nya yang di pegang oleh pa Dapid dan langsung masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang mengikuti mobil Aldi karna dia tidak mau putus dari Aldi karna Aldi lah yang bisa memenuhi kemauan nya karna memang keluarga Aldi terkenal kaya raya di indonesia.
Aldi memarkir kan mobil nya tepat di depan toko bunga milik ibu nya itu dan saat dia masuk ke luar dari mobil dia langsung melihat Naisa yang nampak juga baru sampai sambil meloncat seperti anak kecil dengan senyum yang mengembang di wajah cantik nya itu seerti orang tidak mempunyai beban hidup.
Naisa melihat Aldi yang menatap nya dan dia langsung menundukkan kepala nya. Naisa berjalan masuk ke dalam toko itu dan menuju ke ruang loker. Aldi juga masuk ke dalam toko bunga itu dan dia juga menuju ke ruang loker.
"Ada pak?" tanya Yoti salah satu pekerja kepada Aldi. Naisa menatap ke belakang dan benar saja Aldi ada di belakang. Naisa segera mengenakan celemek milik nya dan berlalu dari sana.
Naisa sedikit menunduk kan tubuh nya saat melewati Aldi. "Tolong beri kan saya satu celemek" ucap Aldi.
Yoti langsung mengambil salah satu celemek untuk Aldi. "Ini pak" ucap Yoti sambil menyodorkan celemek itu kepada Aldi.
"Terima kasih" jawab Aldi dan langsung mengenakan celemek itu dan berlalu menuju ke taman belakang.
Aldi seperti mencari cari sesuatu di taman itu dan akhir nya yang ia cari itu ia dapat kan. Aldi menghampiri Naisa karna dia juga ingin belajar menyusun bunga sebagus Naisa. "Apa kau bisa mengajar kan ku menyusun bunga?" tanya Aldi kepada Naisa. Naisa langsung menatap ke arah suara dan melihat Aldi yang sedang berdiri di belakang nya.
"Duduk lah jangan kemana mana ajari aku" ucap Aldi dan mengambil salah satu kursi kecil dan mendudukkan tubuhnya di atas kursi itu dan tepat nya di depan Naisa.
Naisa tidak mengelurkan kata kata apapun dari mulut nya dan melanjut kan aktivitas nya kembali. Aldi menatap wanita yang sedang menyusun bunga tepat di hadapan nya itu.
"Ajari aku" ucap Aldi yang melihat Naisa sudah menyelesai kan satu bunga.
"Bapak berbicara dengan saya?" tanya Naisa heran menatap Aldi.
"Jika bukan kau aku berbicara dengan siapa?" tanya balik Aldi. Naisa menatap sekeliling kebun belakang dan ada beberapa pekerja yang ada di sana dan dia lah yang duduk paling dekat dengan Aldi.
"Cepat ajari aku" ucap Aldi kembali. Naisa mengambil beberapa jenis bunga yang berbeda dan meletakkan nya di depan nya dan juga Aldi.
Naisa mengambil dua jenis bunga dan mulai menyusun nya dan Aldi mengikuti nya dengan sangat teliti. "Sayang" penggil Syeri yang sudah sampai dan tadi dia mencari Aldi di ruangan tapi dia tidak menemukan Aldi.
Naisa dan Aldi menatap ke arah sumber suara dan melihat Syeri yang seperti marah. "Siapa yang mengizin kan mu ke sini?" tanya Aldi datar dan kembali melanjut kan menyusun bunga nya.
Syeri mendekat ke arah Aldi dan Naisa dan menjongkokkan tubuh nya tepat di depan Aldi. "Minggir" ketus Syeri dan mendorong Naisa tapi Naisa tidak terjatuh dan Naisa langsung berdiri dan ingin berlalu.
"Siapa yang menyuruh mu pergi?" tanya Aldi menatap lekat Naisa yang ingin berlalu.
"Biar kan lah dia pergi sayang kita harus menyelesai kan masalah kita" ucap Syeri dengan merangkul tangan Aldi.
"Siapa kau yang menyuruh nya pergi? memang nya kau pemilik toko ini?" tanya Aldi datar dan berjalan menuju ke arah Naisa tapi Syeri dengan segera menggapai tangan Aldi.
"Pasti gara gara dia bukan kau memutus kan ku?" teriak Syeri.
"Ini tidak ada hubungan nya dengan Naisa" jawab Aldi.
"Jadi kenapa kau seperti nya peduli dengan nya?" teriak Syeri lagi.
"Dia pegawai ku sudah sepatut nya aku peduli kepada pegawai ku" jawab Aldi datar.
"Dasar kau *******" bentak Syeri dan ingin memukul Naisa tapi dengan segera Aldi menangkap tangan Syeri dan mendorong Syeri hingga Syeri terjatuh di atas tanah.
"Kau yang ******* bukan dia" bentak Aldi.
"Kau tidak apa apa?" tanya Naisa dan ingin membantu Syeri berdiri tapi dengan segera Syeri mendorong tubuh Naisa dengan sangat keras hingga tangan Naisa terpegang duri bunga mawar.
Aldi menghampiri Naisa ntah kenapa dia bisa perhatian kepada Naisa padahal Naisa bukan siapa siapanya. "Kau tidak apa apa?" tanya Aldi yang hawatir akan Naisa dengan memegang tangan Naisa.
"Saya tidak apa apa" jawab Naisa dan menepis tangan Aldi yang menyentuh tangan nya itu.