I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 114



"Ini pasti Al yang membeli dan memilih nya" guman Asma karna dia tau Naisa tidak terlalu suka dengan baju yang sebagus itu. Asma pun memilih untuk berlalu masuk ke dalam kamar nya dan langsung mengistirahatkan tubuh nya yang sedikit lelah itu sampai terlelap di atas kasur nya itu.


Keesokan pagi nya.


Asma terbangun dari tidur nya karna mendengar ketukan pintu kamar dari luar. "Kak" panggil Naisa dari luar karna dia yang mengetuk pintu kamar Asma. Asma beranjak berdiri dan menuju ke dekat pintu dan membuka pintu kamar nya itu.


"Ada apa Nai?" tanya Asma kepada Naisa dengan menatap lekat Naisa.


"Aku ingin pergi ke bogor" ucap Naisa kepada Asma dengan pakaian lengkap dan sudah rapi.


"Hah? untuk apa kau ke bogor?" tanya Asma kepada Naisa dengan menatap lekat wajah Naisa.


"Kami mengadakan camping di puncak di sana" jawab Naisa.


"Bersama teman temanmu?" tanya Asma kepada Naisa.


"Hem" jawab Naisa mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar menatap Asma.


Tittt


Klakson mobil berbunyi jelas sekali di halaman rumah. "Pasti Aldi" ucap Asma yang yakin jika itu Aldi. Asma beranjak keluar begitupun dengan Naisa yang mengikuti nya dari belakang.


"Hey" teriak Aldi yang mengejutkan Asma tepat di depan pintu rumah saat ia ingin mengetuk pintu.


"Kau ini mengejutkan ku saja" ketus Asma dan memukul bahu Aldi.


Aldi tersenyum menanggapi marah Asma. "Di mana Naisa?" tanya Aldi kepada Asma.


"Hem" jawab Naisa yang sudah siap dan mengenakan tas milik nya.


"Hanya itu kau membawa barang?" tanya Aldi kepada Naisa karna dia hanya melihat Naisa mengenakan tas bukan koper seperti nya.


"Hem" jawab Naisa sambil melebarkan senyuman nya kepada Aldi.


"Lengkap?" tanya Aldi lagi kepada Naisa. Naisa kembali menganggukkan Kepala nya dan menandakan jika isi tas nya itu memang sudah lengkap menurut nya.


"Yasudah ayo" ajak Aldi yang tidak ingin lagi bertanya. Naisa mengangguk mengiyakan.


"Jaga Naisa, Jangan sampai dia kenapa kenapa" teriak Asma.


Sopir pun langsung melajukan mobil menuju ke kampus Aldi dan Naisa. "Apa kita tidak menjemput Fany?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Dia sudah berangkat terlebih dahulu" jawab Aldi dan menyodorkan ponsel nya kepada Naisa. Naisa menerima ponsel Aldi itu dan melihat isi pesan yang di kirimkan Fany kepada Aldi dan di dalam pesan tersebut Fany bilang jika dia sudah berangkat terlebih dahulu dan malah dia sudah sampai.


"Ini" ucap Naisa sambil menyodorkan ponsel itu kepada sang pemilik, Aldi menerima nya dan meletakkan ponsel nya itu ke dalam saku jaket yang ia kenakan.


"Kau membawa selimut yang aku belikan untuk mu kemarin?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa.


"Hem" jawab Naisa mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar.


"Bagus" ucap Aldi dan mengusap kepala Naisa. Naisa tidak menjawab ataupun marah saat Aldi mengacak rambut nya karna itu sudah biasa di lakukan oleh Aldi. Beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di kampus dan melihat banyak orang yang sedang berada di depan dan di depan juga sudah tersedia satu bus yang belum berangkat sedangkan bus pertama sudah berangkat.


"Hey" teriak Fany dengan melambaikan tangan nya kepada Naisa, Naisa bisa melihat saat Fany melambaikan tangan nya dan diapun langsung menuju ke dekat Fany dan meninggalkan Aldi sendiri.


"Enak sekali kau meninggalkan ku" teriak Aldi kepada Naisa dan membiarkan barang barang nya yang ada di dalam bagasi di bawa oleh sopir karna awal nya tadi dia ingin membawa nya tapi Naisa meninggalkan nya. Aldi berjalan ke dekat Naisa dan berdiri tepat di samping Naisa sedangkan sopir tadi memasukkan barang barang Aldi ke dalam tempat barang yang ada di bus.


"Silahkan semuanya masuk" ucap Ryhan kepada seluruh siswa siswi yang ada di luar bus.


"Ayo" ajak Aldi dan menarik tangan Naisa dan masuk ke dalam bus itu.


"Minggir" ucap Aldi keada Ryhan saat Ryhan berdiri di ambang pintu.


"Berbicaralah dengan sopan" bisik Naisa kepada Aldi, Aldi tidak menanggapi ucapan wanita itu dan terus menarik nya dan masuk ke dalam bus itu begitupun dengan Fany yang mengikuti mereka berdua dari belakang.


"Duduk" perintah Aldi kepada Naisa. Naisa mengikuti ucapan Aldi dan mendudukkan tubuh nya di dalam bus di dekat jendela, Saat sudah melihat Naisa duduk, Aldi langsung mendudukkan tubuh nya di samping wanita itu.


"Bagaimana dengan Fany?" tanya Naisa kepada Aldi dengan menatap lekat wajah Aldi.


"Duduk lah di belakang" ucap Aldi kepada Fany dan untung nya yang duduk di belakang adalah wanita yang memiliki hati kadang baik dan kadang jahat. Fany mendudukkan tubuh nya di samping wanita itu dan setelah Ryhan dan Ressa pun masuk ke dalam bus itu saat semua siswa siswi sudah masuk ke dalam bus.


Ryhan mengabsen seluruh siswa siswi yang tersisa dan belum di absen di dalam bus pertama dan semua nya lengkap. Saat Ryhan mengabsen nama Naisa, Naisa pun mengangkat tangan nya dan dengan segera Aldi menurunkan nya, Ryhan menoleh ke arah Naisa dan juga Aldi.


"Apa hubungan mereka berdua?" guman Ryhan yang bingung akan Aldi dan Naisa yang seperti nya sangat akrab satu sama lain. Dia tidak melanjutkan pikiran nya dan kembali mengabsen semua siswa, Setelah selesai dia mendudukkan tubuh nya di depan di dekat sopir sedangkan para guru menaiki salah satu mobil guru yang ikut.


Ressa menoleh ke belakang dan melihat Aldi dan Naisa duduk berdua karna tadi dia tidak terlalu memperhatikan nya makanya dia tadi tidak sadar akan Aldi dan Naisa yang duduk bersampingan. "Ada hubungan apa mereka?" guman Ressa saat melihat Aldi dan Naisa tertawa bersama dan menatap satu sama lain.