I HATE EVERYONE

I HATE EVERYONE
Episode 66



"Apa dia marah karna di hadang?" guman Aldi dengan menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal itu dengan menatap heran ke arah Naisa yang sudah masuk ke dalam toko itu. Aldi pun langsung melangkah kan kaki nya dan masuk ke dalam toko dan dia langsung menuju ke belakang dan lebih tepat nya dia menuju ke ruang loker untuk mengambil celemek.


Setelah selesai mengenakan celemek dia langsung menyusul Naisa di belakang karna memang Naisa sudah terlebih dahulu ke belakang. Aldi berjongkok di samping Naisa, Naisa menoleh sekilas ke arah Aldi dan setelah itu kembali melanjutkan pekerjaan nya.


"Kau sedang mengerjakan apa?" tanya Aldi kepada Naisa.


"Memotong bunga" jawab Naisa datar. Aldi mengangguk mengerti.


"Nai" teriak Asma dari luar dan terdengar sedikit oleh Naisa dan juga Aldi.


"Iya kak" teriak balik Naisa yang membuat Aldi berada di samping nya keget dan menutup telinga.


"Ke sini" teriak Asma lagi, Naisa tidak menjawab nya dan dia pun langsung berlalu tanpa berpamitan dengan Aldi. Aldi tidak mau jauh dari Naisa pun langsung menyusul Naisa ke luar.


"Ada apa kak?" tanya Naisa kepada Asma.


"Tunggu kasir sebentar, Kakak ingin ke kamar kecil" ucap Asma karna dia sakit perut.


"Baik lah" jawab Naisa mengangguk mengiyakan nya dan duduk di kursi kasir. Aldi juga ikut duduk di samping Naisa. Nampak banyak sekali pembeli pagi ini dan Naisa sedikit kualahan melayani nya dan Aldi pun turun tangan untuk membantu Naisa.


"Auu" rengek Aldi dengan memegang perut nya mungkin karna tidak sarapan tadi pagi.


"Bapak kenapa?" tanya Naisa kepada Aldi karna memang mereka berdua sedang mengambil dan membawa bunga ke depan, Bunga pesanan para pelanggan.


"Tidak apa apa, Lanjutkan jalan mu" jawab Aldi, Naisa mengiyakan nya dan melanjutkan perjalanan nya begitupun dengan Aldi yang perut nya sakit dan berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit itu.


Brukk


Aldi terjatuh di lantai saat dia ingin memberikan bunga. "Pak" teriak Naisa yang melihat itu, Naisa langsung menghampiri Aldi dan berjongkok di hadapan Aldi. Semua pekerja yang ada di sekitar sana dan melihat Aldi yang pingsan pun menghampiri Aldi.


"Pak" ucap Naisa dengan meletakkan kepala Aldi di paha nya dan berharap Aldi bangun tapi Aldi tidak kunjung bangun.


"Pak bangun" ucap Naisa dengan memukul pipi Aldi dan berharap jika Aldi bangun tapi hasil nya sama Aldi tetap tidak bangun. Asma yang baru masuk ke dalam toko pun melihat kerumunan pekerja toko dan dia pun menyelip ingin masuk ke dalam kerumunan itu.


"Al" teriak Asma yang kaget melihat Aldi yang memejamkan mata itu. Sedangakan Naisa dia nampak sangat hawatir dan sedari tadi mencoba membangunkan Aldi.


"Siapkan mobil" teriak Asma, Ari yang bisa membawa mobil pun langsung menuju keluar dan menemui satpam untuk meminta kunci mobil, Setelah mendapatkan kunci mobil Ari langsung melajukan mobil dan memarkirkan nya tepat di dekat pintu toko.


Para pekerja lelaki berbondong bondong mengangkat Aldi masuk ke dalam mobil, "Kalian tunggu toko" ucap Asma dan masuk ke dalam mobil di samping kemudi sedangkan Naisa dia di belakang bersama dengan Aldi yang tak sadarkan diri itu.


Naisa nampak sangat hawatir tapi dia tidak menangis begitupun dengan Asma sedangkan Ari dia mencoba menghubungi orang tua Aldi tapi belum tersambung hingga sekarang.


Ckekk


Pintu ruangan Aldi terbuka dan keluar lah dokter yang memeriksa Aldi tadi, Naisa langsung menghampiri dokter yang memeriksa Aldi itu. "Bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya Naisa yang nampak hawatir.


"Mag tuan muda kambuh nona" jawab dokter itu, Itu rumah sakit milik keluarga Aldi makanya dokter tadi memanggil Aldi tuan dan rumah sakit itu rumah sakit yang sama saat Naisa terluka waktu itu karna rumah sakit itu lumayan dekat dari toko.


"Jadi bagaimana? apa dia baik baik saja?" tanya Naisa lagi.


"Iya nona, Hanya saja tuan muda harus makan dengan teratur lain kali, Jika tidak mungkin mag nya akan semakin parah" jelas dokter itu.


"apa dia sudah sadar?" tanya Asma.


"Sudah nona" jawab dokter tadi dengan melebarkan senyuman nya.


"Apa boleh masuk?" tanya Naisa.


"Silahkan nona, Tolong berikan tuan makan" ucap dokter tadi. Naisa mengangguk mengiyakan nya dan dokter tadi pun langsung berlalu bersama dengan rekan suster nya. Naisa pun masuk ke dalam ruangan itu begitupun dengan Asma tapi tidak dengan Ari yang memilih untuk kembali ke toko dan sudah berpamitan dengan Asma dan Naisa, Sedangakn mobil ia bawa ke toko karna permintaan Asma.


Saat masuk ke dalam ruangan itu Naisa langsung melihat Aldi yang sedang memejam kan matanya. Naisa berjalan perlahan mendekat ke arah Aldi karna takut Aldi terganggu. sedangakan Asma dia menutup pintu, Aldi yang mendengar suara pintu tertutup pun menoleh ke arah pintu dan melihat Naisa dan juga Asma.


"Bapak terganggu?" tanya Naisa kepada Aldi. Aldi menatap Naisa yang sudah berada tepat di samping nya. Senyum di wajah tampan Aldi mengembang dan setelah itu dia langsung menggelengkan kepala nya.


"Emm, Kakak keluar sebentar membeli makanan untuk mu" ucap Asma saat melihat senyum tulus Aldi itu karna dia tau Naisa adalah penguat nya saat ini.


"Pergi lah" guman Aldi karna itu memang keinginan nya tanpa melihat Asma karna masih menatap Naisa sedangkan Naisa sama sekali tidak menoleh ke arah Asma karna dia masih hawatir akan Aldi.


"Dokter bilang kau terkena mag, Apa kau tadi pagi tidak makan sampai mag mu kambuh?" tanya Naisa kepada Aldi.


"Aku tadi terburu buru makanya aku tidak makan" jawab Aldi.


"Memang nya kau terburu buru ingin kemana?" tanya Naisa.


"Duduk lah" ucap Aldi mempersilahkan Naisa duduk di atas kursi di samping nya, Naisa mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang di persilahkan Aldi.


"Kau terburu buru ingin kemana tadi? menemui kekasih mu? tapi kau tidak boleh meninggalkan makan" omel Naisa yang sudah duduk di samping Aldi. senyum di wajah Aldi kembali mengembang saat melihat Naisa yang mengomel kepada nya karna Naisa sangat jarang mengomel.