
"Iya apa katamu saja, Aku lapar, Apa kau tidak berniat ingin memberi ku makan?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi.
"Baiklah" jawab Aldi dan langsung menghubungi telpon di bawah.
"Bi tolong bawakan makanan untukku dan juga Naisa ke atas" perintah Aldi.
"Baik tuan" jawab bibi itu, Aldi kembali meletakkan telpon itu ke tempat nya dan kembali menatap lekat wajah Naisa.
"Kenapa tidak kita saja yang terlebih dahulu menikah?" tanya Aldi dengan menatap lekat Naisa yang sedang minum itu.
"Kau pikir nikah itu mudah? kau pikir nikah itu permainan?" tanya Naisa dengan menatap Aldi karna menurutnya pemikiran Aldi itu terlalu pendek dan selalu mengajak menikah tanpa memikirkan apa resiko yang akan di dapatkan nanti nya.
"Aku tidak pernah berpikir jika pernikahan itu mainan aku ingin menikah dengan mu itu karna memang aku sangat mencintaimu" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa.
"Terserah kau saja, Aku malas membahas hal itu dan jangan mengajakku menikah lagi sebelum aku lulus kuliah, Mengerti?" ucap Naisa lagi dengan menatap lekat wajah Aldi dengan menekankan kata mengerti kepada Aldi.
"Iya sayang, Aku mengerti" jawab Aldi akan ucapan Naisa dan tersenyum menggoda Naisa. Naisa menatap geli akan Aldi yang memanggil nya sayang itu tapi dia malas berdebat untuk saat ini karna bibi sudah datang membawa makanan untuk nya dan juga Aldi.
"Kau ingin tetap duduk di sana atau duduk di sini di sampingku?" tanya Aldi dengan menetap lekat Naisa saat sudah menerima makanan yang di berikan oleh bibi tadi, Sedangkan bibi tadi sudah berlalu dari sana dan kembali ke bawah melanjutkan bekerja nya.
"Terserah di manapun yang penting duduk'' jawab Naisa akan pertanyaan Aldi itu.
"Baiklah, Kau duduk di sana saja" ucap Aldi kepada Naisa, Naisa hnya mengikuti nya dan Aldi pun menyiapkan makanan untuk nya dan juga Naisa.
"Bisa makan sendiri?" tanya Aldi kepada Naisa karna takut Naisa tidak bisa makan sendiri.
"Yang patah kakiku bukan tanganku jadi aku masih bisa makan sendiri" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi. Aldi tidak menjawab nya dan menyodorkan makanan tadi kepada Naisa, Naisa menerima nya dan memulai melahap makanan tadi begitupun dengn Aldi yang juga ikut melahap makanan nya itu.
"Ah, Aku senang sekali tuhan" ucap Asma saat baru saja masuk ke dalam kamar dengan menutup pintu kamar dan wajah nya nampak sangat berbahagia. Naisa dan Aldi yang mendengarkan suara Asma pun menoleh ke arah Asma, Asma tidak memperdulikan itu dan langsung berjalan kembali ke ranjang tidur nya.
"Ahahah" ucap Asma tertawa girang dan berguling guling di atas kasur nya dengan tubuh yang setengah di atas kasur dan bagian kakinya masih bergelayut. Naisa dan Aldi menatap heran akan kakak Mereka itu yang sudah seperti orang gila itu.
"Ahahaha, Aku bahagia sekali" teriak Asma yang masih tertawa girang dan menelungkup di atas ranjang nya itu dan menatap ponsel nya yang berisi potonya dan juga Angga dengan kaki yang di angkat ke atas.
"Ahah" Asma kembali tertawa dan memutar balikkan tubuh nya menjadi menatap ke atas, Dia mengangkat tangan nya dan melihat kembali poto Angga.
"Astaga, Dia sudah tidak waras?" ucap Aldi saat melihat kakak nya itu tertawa dan berguling guling di atas kasur.
"Sesenang itu dia?" tanya Naisa lagi dan menatap ke arah Aldi yang masih menatap Asma. Asma duduk dan menoleh ke arah kedua adiknya yang menghentikan makan akibat melihat nya itu dan memasang wajah datar nya.
"Apa kalian melihatku?" tanya Asma datar kepada Naisa dan Aldi, Naisa dan Aldi menggelengkan kepala mereka secara bersamaan saat Asma bertanya.
"Ahaha, Kalian tau aku hari ini sangat bahagia" ucap Asma lagi dan kembali tertawa dan kembali berbaring. Naisa dan Aldi hanya menatap aneh ke arah Asma dan tidak menanggapi ucapan Asma itu. Asma kembali berguling ke kanan karna sakit bahagia nya.
Brukk
"Tenang, Aku tidak apa apa" ucap Asma kepada adik adik nya itu. Naisa dan Aldi kembali menatap aneh ke arah Asma. Asma kembali melanjutkan langkah kaki nya dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi sofa yang ada di depan ranjang di dalam kamar itu dan diapun langsung menyalakan televisi.
"Astaga, Dia sudah seperti orang gila saja" ucap Aldi saat melihat kakak nya itu.
"Benar sekali" jawab Naisa akan ucapan Aldi karna dia juga merasa Asma sudh tidak waras.
"Tapi jika terlalu bahagia memungkinan memang seperti itu" ucap Aldi dan menatap lekat wajah Naisa.
"Maksud mu?" tanya Naisa yang tidak mengerti akan ucapan Aldi.
"Maksud ku adalah jika terlalu bahagia memang bisa menyebabkan orang menjadi seperti itu apa lagi orang yang tidak pernah bahagia seperti aku mungkin akan lebih dari pada kak Asma" jelas Aldi karna itu menurutnya dan pendapatnya.
Naisa menatap heran ke arah Aldi yang mengatakan jika dia tidak pernah bahagia. "Memang nya kau selama hidup ini tidak bahagia?" tanya Naisa dengan menatap lekat Aldi.
"Bagaimana aku ingin bahagia sedangkan orang tidak ada yang membuatku bahagia" jawab Aldi akan pertanyaan Naisa, Naisa masih mencerna ucapan Aldi itu karna dia belum mengerti akan apa ucapan Aldi itu hingga dia mengerti jika tidak ada orang yang membuat Aldi bahagia itu yang ia pahami sejauh ini.
"Papa dan mama mu memang nya mereka tidak membuatmu bahagia?'' tanya Naisa yang kembali menatap lelaku itu.
"Mereka saja sibuk akan pekerjaan mereka Jadi bagaimana letak jalan kebahagiaan ku hem?'' tanya Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa.
"Mungkin teman atau kekasih mu yang membuatmu bahagia, Dan bagiku sedikit mustahil jika kau tidak pernah bahagia" jelas Naisa yang tak percaya akan Aldi yang tidak pernah bahagia.
"Sebelum aku mengenalmu atau kau mengenalku memang nya kau pernah melihat tawa atau senyum tulusku saat bersama teman temanku?" tanya Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa karna dia memang tidak ernah tertawa dan tersenyum tulus selama ini dan hanya sat bertemu Naisa sajalah dia bisa tertawa lepas dan tersenyum tulus karna itu kebahagiaan nya.
"Em" ucap Naisa yang mencoba mengingat apa Aldi pernah tertawa dan tersenyum saat bersama teman teman nya.
"Aku tidak tau, Karna kitakan baru saja kenal" jawab Naisa akan pertanyaan Aldi.
"Baru kenal apa nya? kita sudah bertahun tahun kenal dan baru bertemu empat sampai lima tahun ini" jawab Aldi akan jawaban Naisa laran dia tidak terima akan Aldi yang mengatakan jika mereka baru berkenalan.
"Hey Naisa, Aldi itu memang tidak pernah seceria ini dulu, Tapi saat bertemu dengan mu tawanya selalu nampak begitupun dengan senyuman nya dan saat bertemu dengan mu juga dia menjadi pandai menggombali wanita jika dulu jangankan menggombali wanita berbicara dengan wanita saja dia jarang" jelas Asma yang bisa mendengar ucapan kedua adik nya itu. Naisa dan Aldi menoleh ke arah Asma yang sama sekali tidak nampak untuk di lihat karna terhalang oleh sandaran sofa tapi suara nya sngat jelas terdengar oleh Aldi dan juga Naisa.
"Percaya atau tidak percaya Aldi memang tulus kepadamu dan sangat mencintai mu dan kata Aldi tadi juga benar, Aku seperti orang gila hari ini karna terlalu bahagia karna aku memang tidak pernah bahagia sejak lahir, Di tambah aku tidak memiliki orang tua sejak lahir makanya aku sebahagia ini saat menemukan orang yang tulus dan menerima ku apa ada nya begitupun dengan keluarga nya" jelas Asma lagi dan menatap lekat wajah Naisa dan meyakin Naisa akan Aldi yang tulus kepada nya.
"Lelaki bodoh itu selalu di dekati oleh wanita karna dia memiliki wajah tampan dan harta yang berlimpah makanya dia selalu mempunyai pacar karna untuk mengisi waktu luang nya untuk bersenang senang, Tapi dia tidak pernah tulus akan wanita wanita itu berbeda dengan dia memperlakukan mu seperti ratu, Lihatlah dia tidak pernah sembarangan menyentuh mu atau berbicara sembarangan kepada mu karna apa? karna dia sangat mencintaimu, Lelaki seperti dia sangat susah di dapat begitupun dengan wanita Seperti mu juga sangat susah untuk di miliki, Dia sering sekali mengeluh kepada ku karna lelah meyakinkan mu dulu akan perasaan nya tapi untungnya dia tidak pernah menyerah, Yakinlah akan satu sama lain, Kalian berdua memang jodoh dan layak untuk memiliki satu sama lain'' jelas Asma lagi degan tersenyum menatap adik adik nya itu karna Aldi memang selalu mengeluh akan belum mendapatkan keyakinan Naisa dan kepercayaan Naisa kepada nya.
"Kalian akan merasakan bahagia sama seperti aku saat ini" smbung Asma dengan tersenyum menatap mereka berdua dan setelah itu kembali menoleh ke arah televisi.
"Sudah jelas bukan?" tanya Aldi dengan menatap lekat wajah Naisa karna memang penjelasan Asma adalah isi hati nya meskipun tidak lengkap dan masih banyak lagi isi hati nya yang ingin ia katakan kepada Naisa.
Silahkan mampir ke novel author terbaru ya, Terima kasih